
Tidak mengindahkan apa yang dibisikan oleh Devano, Karina malahan mendekati Rama kemudian merentangkan tangannya dan memeluk kekasihnya itu hingga membuat Devano menggelengkan kepalanya serta mengepalkan tangannya.
Awas saja jika sampai ke rumah akan aku buat kamu menyesal Karina...
Melihat kemesraan Rama dengan Karina membuat sakit hati dan lagi lagi Devano terbakar api cemburu, bukan hanya tadi kata-kata Rama saja yang begitu mencintai karina tetapi perlakuan Karina yang manja dengan Rama membuat hati Devano semakin hancur saja.
Hingga Devano bergegas untuk meninggalkan kelas Rama dan masuk ke dalam ruangannya sendiri.
Sementara Karina menoleh ke belakang, di mana sudah tidak ada Devano di sini dan ia melepaskan pelukannya.
Memang karina sudah terbiasa berpelukan seperti itu, tetapi tidak untuk membuat orang lain cemburu namun kali ini Karina sengaja melakukannya karena ingin membuat Devano marah karena beberapa hari ini Devano selalu mengurusi urusan pribadinya di mana ia sudah membuat perjanjian dengan Devano jika tidak ada yang boleh mengurusi urusan pribadi masing-masing.
"Hei kenapa? kenapa kamu jadi memeluk aku seperti ini, apa tidak malu tadi dilihat oleh Pak Devano?"
Karina menggleng, ia sama sekali tidak akan merasa malu malahan merasa senang jika Devano tahu jika ia dan Rama tidak akan dipisahkan, bahkan mungkin Karina akan memilih Rama dan mengakhiri pernikahannya dengan Devano.
"Nakal!! sudah tahu pak Devano itu guru di sini dan guru yang kata kamu itu killer sekali, tetapi kamu malahan meluk aku, apa tidak takut jika nanti dilaporkan oleh guru BK?"
__ADS_1
"Biarin aja yank, lagi pula aku juga tidak suka dengan guru itu meskipun kata teman-teman aku dia tampan, tetapi sama saja sama seperti Pak Budi yang sama-sama killer nya."
"Ada-ada saja kamu yank, lalu kenapa ke sini tidak nunggu aku saja di kelas? Kan nanti aku samperin."
"Males juga, di sana Sintia sudah jalan dengan yang lainnya sedangkan aku ditinggal karena nungguin kamu, oh ya nanti pulang sekolah kita jalan ya aku bosan di rumah."
Rama mengacak rambut Karina, ia gemas sekali dengan pacarnya itu yang mana kalau sudah memanyunkan bibirnya itu tanda-tanda jika Karina kesal dan pastinya Karina kesepian di rumah sendirian sehingga Karina mengajaknya untuk jalan-jalan, tidak masalah bagi Rama dan malahan laki laki itu senang, bisa menghabiskan waktu nya dengan sang pacar, lagian Karina bukan tipe perempuan yang matre yang setiap jalan minta dibelikan sesuatu yang mahal namun meskipun begitu Rama akan dengan senang hati memberikannya.
"Oke nanti pulang sekolah kita jalan-jalan supaya kamu tidak bete."
Karona menganggukkan kepalanya lagi kemudian kedua sejoli itu sama-sama menuju ke kantin dan lagi lagi mereka melintas di depan Devano dengan bergandengan tangan yang membuat Devano memandang ke arah Karina maupun Rama dengan tatapan mata yang sangat tajam.
"Bapak melihat ke arah mereka, jangan dipikirkan terlalu dalam karena memang mereka seperti itu, keduanya sudah berpacaran hampir 1 tahun ini yang memang begitu kalau berdua selalu bergandengan tangan, padahal sudah sering saya memanggil mereka untuk ke ruang BK dan menyidang serta menanyakan hal-hal seputar tentang bagaimana pacarannya, namun sama sekali mereka juga tidak ada kapok-kapoknya bahkan saya juga melarang mereka untuk tidak memperlihatkan keromantisannya di depan umum terlebih lagi melarang mereka untuk bergandengan tangan mesra seperti itu, namun sayang sekali sepertinya Karina nya saja yang terlalu kecentilan hingga membuat Rama tidak berkutik."
Ucap Pak Seno yang merupakan guru BK di sekolah itu di mana memang ia sudah kerap kali memanggil Karina dan Rama, bukannya apa-apa tetapi hanya mengingatkan saja tentang gaya pacaran mereka yang terlalu romantis meskipun mereka belum pernah terciduk berbuat mesum tetapi setidaknya dengan perlakuan bergandengan tangan itu membuat mereka telah melanggar tata tertib sekolah meskipun hukumannya tidak berat hanya teguran biasa saja yang diberikan oleh mereka.
Devano tidak menyangka jika memang hubungan Karina dengan Rama itu sejauh itu meskipun Devano yakin jika Karina belum pernah sama sekali melakukan yang namanya ciuman bibir ataupun malah berhubungan intim tetapi tetap saja semua orang di sini tahu jika Karina sudah berpacaran dengan Rama dan memperlihatkan kemesraannya itu.
__ADS_1
"Sekali lagi jika seperti itu harus ditindak tegas, bukannya apa-apa meskipun mereka tidak berbuat yang senonoh atau mempermalukan sekolah ini namun tata tertib sekolah ini memang sudah begitu dan saya rasa memang harus ada perubahan tentang tata tertib siswa di sini supaya tidak ada yang berani beraninya berpacaran ataupun menunjuk kan kemesraannya di tempat umum, pacaran boleh tetapi setidaknya itu yang bermanfaat dan bisa saling menjaga pasangannya, terlebih lagi nanti bisa membuat pasangannya itu menjadi pintar."
Meskipun Devano adalah cucu dari pemilik sekolahan, tapi Devano tidak mau mengambil alih sekolahan ini dulu, dan masih ingin menjadi guru biasa saja, bukan menjadi kepala sekolah.
Devano yang telinganya panas lantas meninggalkan Pak Seno itu kemudian ia berjalan-jalan mengelilingi sekolahan di mana ia sejak pertama kali berada di sini belum sempat untuk berkeliling dan melihat melihat sekolah yang mungkin akan menjadi miliknya nanti.
Lagi dan Lagi Devano saat ini berada di depan kantin yang mana ia melihat Karina dengan mesranya menyuapi Rama begitupun juga dengan Rama, bahkan laki-laki itu terlihat merapikan rambut Karina.
"Kenapa cemburu?"
Devano kaget, kemudian ia menoleh ke belakang di mana pundaknya ditepuk oleh seseorang dengan mengucapkan kalimat seperti itu yang tentu saja kalimat itu mempunyai banyak arti.
"Sialan!! Kenapa lo malah ada di sini dan ngagetin gue, gue kira siapa."
Ya Jimmy tiba-tiba datang menghampiri Devano, ia sudah menghubungi ponsel laki-laki itu tetapi kenyataannya Devano meninggalkan ponselnya di dalam ruangannya hingga Jimmy bertemu dengan Pak Seno yang dari tadi ngobrol dengan Devano dan mengatakan jika Devano sedang berkeliling sekolahan hingga Jimmy menemukan Devano yang saat ini melihat ke arah kantin dan tentu saja melihat seorang laki-laki dan perempuan yang sedang menunjukkan keromantisannya di sana dan Jimmy pun tahu jika perempuan itu adalah istri dari Devano yang mana memang Jimmy tidak hadir di dalam pernikahan Devano kemarin tetapi Devano sudah mengatakan semuanya, bahkan Devano juga sudah mengirimkan foto Karina kepada kedua sahabatnya.
"Bilang saja lo memang cemburu dan berarti lo sudah jatuh cinta dengan Karina. Ayolah bro.. lo adalah suami nya Karina dan pastinya lo berhak dengan dia."
__ADS_1
Jimmy masih saja melihat ke arah Devano yang saat ini matanya masih tertuju ke arah Karina yang membuat Jimmy menggelengkan kepalanya pelan, antara senang namun juga entahlah dengan sikap Devano saat ini.