
Karina sendiri tidak ada niatan untuk masuk ke dalam kafe ia hanya ingin mendengar dan melihat saja apa yang dibicarakan dari kedua laki-laki itu, tentu saja seperti yang dipikirkan oleh Karina, Dirga tidak membicarakan tentang masalah sekolah tetapi membicarakan tentang dirinya.
Mereka benar-benar gila!!
Karina menggelengkan kepalanya,.gadis cantik itu kemudian membalikkan badannya dan keluar dari cafe secara pelan-pelan, ia yakin jika antara Devano maupun Dirga tidak mengetahui jika dirinya saat ini berada di dalam cafe yang dari tadi diam-diam mengikuti keduanya.
Tentu saja Karina saat ini kesal dan juga marah, bukannya ia menemukan solusi tentang permasalahannya yang sedang patah hati akibat putus dengan Rama, tetapi kedua laki-laki itu malah menambah masalah saja.. mereka berdua malah memperebutkan dirinya seolah-olah dirinya adalah barang.
Apalagi Devano, yang sampai saat ini Karina masih membenci suaminya, padahal Devano tidak memperlakukan Karina dengan sangat buruk bahkan sebelum Devano meninggalkan kamar tadi ia sudah mengalah terhadap dirinya berusaha untuk bersikap manis dan juga memperhatikan Karina tetapi perasaan Karina yang benar-benar belum sepenuhnya terhadap Devano itu membuat Karina masih dengan egonya tidak mau mengakui jika dirinya ada secuil perasaan untuk Devano tetapi malahan lagi dan lagi menyalahkan Devano tentang putusnya hubungan antara Rama dengan dirinya.
Padahal Karina sadar jika takdir sudah menuntunnya untuk menikah dengan Devano, apapun caranya jika Tuhan tidak berkehendak dirinya bersatu dengan Rama pastinya segala sesuatunya akan terjadi meskipun bukan Devano yang menjadi suaminya, kalau memang ia tidak berjodoh dengan Rama , hubungan yang sudah dijalaninya hampir 2 tahun itu pasti akan kandas tetapi sayang sekali di sini Devano yang menjadi kambing hitamnya padahal semua bukan kesalahannya semata-mata.
Jika Karina dapat berpikir secara jernih ia meneliti kembali ingatannya tentang beberapa hari yang lalu di mana ia berada di sebuah hotel dan minum tentu saja ini tidak akan terjadi jika Karina bisa mengendalikan dirinya, tetapi sayang sekali karena ia tidak mau dinilai cemen oleh musuh buyutannya maka Karina dengan senang menenggak minuman beralkohol yang nyatanya Karina sendiri paham bagaimana efek dari minuman itu.
__ADS_1
Karina sudah keluar dari cafe, gadis cantik itu tidak berniat untuk pulang ke rumah melainkan pergi ke sebuah tempat di mana yang akan membuatnya nyaman dan juga tenang.
Tidak ingin Devano maupun Dirga memergoki dirinya yang sudah berada di cafe, Karina langsung saja masuk ke mobil lalu ia buru-buru untuk segera melajukan mobilnya, tentu saja yang ada dipikiran Karina saat ini tidak pulang ke rumah tetapi entahlah Karina sendiri juga tidak tahu.
Berkali-kali Karina menghubungi Sintia, sahabatnya tetapi tidak diangkat atau mungkin Sintia sudah tertidur atau ada acara dengan keluarganya, Karina sendiri tidak berpikir atau tidak ada niatan untuk ke rumah Sintia yang mana ia takut jika akan mengganggu Sintia bersama keluarganya mengingat kedua orang tua Sintia baru pulang tadi sore dan pastinya mereka kini sedang bercengkrama.
Karina memajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, entah apa yang ada di pikiran gadis cantik itu karena sepanjang perjalanan ia hanya memikirkan bagaimana caranya kembali dengan Rama dan segera berpisah dari Devano yang pastinya kondisi hatinya saat ini tidak menentu, tidak ada orang yang bisa Karina ajak cerita yang ada hanyalah satu-satunya sahabatnya yaitu Sintia tetapi sayang sekali Sintia sendiri tidak bisa dihubungi.
Entah kenapa mobil Karina melaju pelan di depan sebuah klub malam yang pastinya Karina melihat ada sesuatu di dalam sana, memang tidak terlihat apa saja yang dilakukan di dalam klub malam itu tetapi sepertinya banyak orang yang keluar dari klub malam itu dengan hati yang berbunga-bunga.
Karina yang memang orangnya penasaran tentu saja langsung menghentikan mobilnya, ia sendiri masih belum membelokkan mobilnya itu ke sebuah klub tetapi masih mengamati dari dalam mobil.
"Apa gue masuk saja ke dalam sepertinya sangat menarik lagi pula setiap orang yang keluar dari sana pasti tersenyum?"
__ADS_1
Pikiran Karina memang seperti itu karena Karina masih labil dan otaknya yang bisa belum berpikir dengan jernih, ia tidak tahu bagaimana bahaya berada di dalam klub malam itu meskipun banyak mendapatkan cerita jika tidak baik seorang gadis apalagi sendirian berada di sana tetapi karena yang penasaran dan juga otaknya yang sedang bungkel saat ini tentunya.
Hingga akhirnya memutuskan untuk menghidupkan mobilnya lagi lalu masuk ke dalam kelab yang sama sekali belum pernah Karina datangi, pastinya ini adalah pengalaman pertama bagi Karina masuk ke sana dan meskipun begitu Karina juga ketar-ketir, apa yang akan terjadi di dalam sana.
Ya dengan tekat yang kuat dan berharap keluar dari klub malam itu Karina bisa tertawa lepas dan seketika apa yang ada di dalam pikirannya itu hilang dan juga menganggap jika semuanya ini hanya mimpi semata, Karina akhir nya membuka sabuk pengamannya, gadis cantik itu lalu turun dari mobil.
Ia sama sekali belum berpengalaman tentang bagaimana tata cara masuk ke dalam kelab malam terlebih lagi kelab malam yang didatangi Karina ini adalah kelab malam terkenal di kota ini yang pastinya pengamanannya sangat ketat tentu saja tidak sembarang orang masuk ke dalam sana terutama bagi gadis yang belum berusia 17 tahun.
"Maaf Nona, bisa tunjukkan kartu tanda pengenal atau member club ini?"
Ya dengan sangat sopan dua orang laki-laki itu menyetop Karina untuk tidak masuk ke dalam, mereka juga menanyakan tentang kartu tanda pengenal ataupun member klub malam ini dan pastinya meskipun kedua wajah laki-laki itu tampak sangar dan juga menyeramkan berikut tato yang ada di badan mereka tetapi mereka berusaha untuk selembut mungkin menanyakan segala sesuatu peraturan sebelum masuk ke kelap terlebih lagi yang ia hadapi adalah gadis di usia remaja tentu saja mereka curiga jika Karina belum memiliki kartu tanda pengenal ataupun member klub malam ini karena mereka berdua baru kali ini melihat Karina di sini.
Kartu tanda pengenal? member? aduh!! Aku kan tidak punya semuanya,.usiaku aja belum genap 17 tahun baru 16 tahun dan juga member-member apaan ini? juga aku pertama kalinya masuk ke sini yang pastinya aku juga tidak punya.
__ADS_1
Karina pastinya seketika kaget karena ditanya tentang kartu tanda pengenal ataupun member yang mana ia tidak berpikir jika masuk ke dalam kelab itu sama seperti masuk ke cafe ataupun restoran yang semua orang bebas masuk ke dalam, namun kenyataannya tidak ia sendiri gelagapan saat ditanya tentang dua benda itu.