Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Hukuman Pagi


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Karina sudah dibuat kesal, suaminya pasalnya sejak semalam, Devano tidak berhenti untuk mengganggu dirinya bilangnya cuma sekali-sekali dan sekali tetapi kenyataannya apa bahkan Karina juga tidak tidur semalam sampai pagi persis seperti kemarin malam saatnya bedanya jika kemarin malam itu kalimat benar-benar tidak sadar karena ia mabuk tetapi semalam Karina benar-benar sadar, meskipun kelelahan dan juga takut dengan hujaman dari seluruh ular piton yang besar dan panjang itu tetapi Karina benar-benar menikmati dan juga Jujur saja rasanya benar-benar enak.


Jadi mau tidak mau Karina pasrah dibolak-balik oleh Devano yang mana ia sendiri sampai tidak tidur semalaman bahkan hanya tidur 1 jam saja setelah itu dibangunkan oleh Devano untuk mandi dan berangkat ke sekolah.


Yang pastinya Devano adalah tipe laki-laki yang sangat kejam setelah memangsa istrinya semalam sampai pagi laki-laki itu tidak membiarkan Karina itu istirahatnya akan memaksa Karina untuk masuk ke sekolah dengan alasan sebentar lagi ada ujian kenaikan kelas dan juga ada pelajaran yang sangat penting hari ini.


Padahal Devano tahu sendiri jika sesuatu dibawa milik Karina itu masih sakit bahkan mata Karina pun masih ingin terpejam karena mengantuk dan kelelahan tetapi yang namanya sekolah itu adalah nomor 1 buat Karina tetapi nomor satu untuk Devano ada telah mencelupkan ular pitonnya itu supaya Devano merasa segar dan bersemangat dan juga tidak lelah dalam melakukan pekerjaan seharian ini.


"Bibirnya jangan dimajuin seperti itu nanti Mas pengen lagi."


"Awas saja kalau sampai ingin, aku benar-benar ngambek dan tidak mau sekolah hari ini."


Devano bisa mengancam Karina juga sama seperti Devano ikut-ikutan mengancam yang mana memang ia tahu bagaimana gelagat mesum dari suaminya itu ketika bersama dengan dirinya yang pastinya karena sudah rapi-rapi sudah wangi Dan juga siap untuk berangkat sekolah jangan sampai di anu berbuat yang tidak tidak walaupun hanya mencium bibir Karina saja.


Cup


"Ihh... menyebalkan!!"


Karina yang membrengut kesal langsung saja mendapatkan ciuman bibir dari Devano meskipun sikap tetapi lagi-lagi itu benar terjaga kembali melihat ekspresi wajah Karina yang sangat menggemaskan.


Hingga akhirnya karena kesal dengan suaminya, Karina segera mengambil tas dan ponsel nya, lalu keluar dari kamar untuk turun ke bawah sarapan, bergabung dengan kedua mertuanya ia bahkan tidak peduli dengan teriakan dari suaminya itu yang sadari tadi memanggil namanya untuk memasangkan dasi.

__ADS_1


"Bodo amat pakai aja sendiri siapa suruh nyium nyium tanpa permisi."


Gerutu Karina tetap tapi masih bisa didengar oleh Devano yang mana Devano segera mengambil kunci mobilnya dan juga bergegas untuk mengikuti Karina turun ke bawah.


"Memangnya kalau Mas permisi dulu kamu akan memberikan secara cuma-cuma sayank? pasti tidak kan maka dari itu lebih baik seperti itu, Mas senang kamu juga senang."


Karina menoleh ke samping yang mana tiba-tiba ada suaminya di sana entah dari mana laki-laki itu kenapa langsung muncul di sampingnya pada setahu Karina, Devano masih berada di dalam dengan bergelut dengan dasi yang akan dipakainya.


Tidak mau menanggapi Apa yang diucapkan oleh Devano, Karina bergegas menyapa dan juga menghampiri sebuah mertuanya itu ia pagi-pagi begini sudah dibuat mulutnya tidak baik oleh Devano tetapi tidak mungkin juga Karina menampakkan ekspresi wajahnya yang tidak begitu menyenangkan di depan kedua mertuanya.


"Pagi Mah, Pah...."


Sapa balik kedua mertuanya itu yang mana memang itu sayang dengan Karina terlebih lagi karena adalah perempuan yang baik tidak neko-neko dan juga macam-macam meskipun karena terlahir dari keluarga yang kaya raya tetapi Karina tidak suka menghambur-hamburkan uangnya bahkan kedua mertuanya itu pun tahu jika karena tidak suka berbelanja hanya mungkin sekali saja dan itupun mungkin saja karena karena kesal.


Karina segera mengambil piring kemudian melirik ke samping yang mana Devano melan tidak langsung mengambil piringnya dan melihat ke arahnya yang membuat Karina berdecak kesal mengapa laki-laki di sampingnya itu harus caper seperti ini, kalau sudah seperti ini nanti bisa-bisa Karina mendapatkan ceramah dari Mamah mertuanya.


"Makasih sayank, makin sayank deh sama kamu..."


Cup


Astaga benar-benar gila, bisa bisanya dia melakukan itu di depan kedua orang tuanya...

__ADS_1


Sungguh Karina malu karena ulah dari suaminya yang mana setelah Karina mengambilkan makanan tetapi laki-laki itu langsung saja mencium pipi Karina,dan tentu nya pemandangan itu dilihat oleh kedua orang tua Devano sembari tersenyum.


"Tidak usah malu, mereka semua paham kok dengan apa yang sudah kita lakukan, lagi pula kita adalah pasangan yang halal jadi tidak masalah jika cium-ciuman di sini."


Karina lagi lagi menoleh ke arah suaminya dengan matanya yang melotot tajam, yang pastinya ia tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi terlebih di depan mertuanya nanti.


Keduanya kini sarapan dengan keadaan diam, meskipun sebenarnya Devano tidak bisa melakukan itu, ia ingin sekali menjahili istrinya tetapi melihat ekspresi wajah karimah yang bercerita di cemberut membuat Devanotidak berani berkutik lagi takut saja jika istri nanti marah sudah bagus-bagus Devano semalam sampai tadi pagi diberikan sesuatu yang begitu menyenangkan ia tidak malu jika nanti malam harus berpuasa karena ulahnya yang sudah menjahili karena.


Setelah selesai sarapan, baik Karina maupun Devano pamit kepada kedua orang tuanya, pas sekali hari ini Devano akan mengajar full di sekolah, jadi ia tidak akan melewatkan begitu saja hari ini selalu memantau setiap gerak-gerik Karina baik di sekolah maupun di luar.


Ya kali ini Karina terpaksa berangkat bersama dengan Devano karena sejak kemarin itu kunci mobil Karina, Devano lah yang pegang, sengaja memang supaya karena tidak pergi kemana-mana meskipun itu juga kemungkinan akan kecil, Karina pastinya ada Sintia yang selalu setia membantu Karina, namun bukan hanya itu saja terlebih lagi Devano yang menginginkan supaya Karina berangkat dan pulang bersama-sama, Devano bahkan tidak peduli lagi dengan apa nanti yang dikatakan oleh teman-teman Karina di sana, toh juga Devano mempunyai bukti yang kuat jika dirinya dengan Karina sudah menikah.


"Bisa-bisanya sih Pak Devano memaksa aku untuk masuk ke dalam mobil ini dan kita berangkat sekarang apa Pak Devano tidak takut jika nanti ada gosip-gosip tentang Kita?"


Cup


Tentu saja Devano memberikan hukuman kepada Karina meskipun hanya cuman dibibir saja namun supaya Karina bisa mengingat betul kalau Karina itu harus memanggil Devano dengan sebutan Mas atau Sayang, tidak memanggil bapak apalagi memanggil nama.


"Sialan!!"


Umpat Karina di dalam hati, yang hanya di dalam hati saja Karina bisa mengumpat kasar Devanoz jika didepannya mana berani Karina bisa-bisa bukan hanya cuman di bibir saja yang diberikan oleh Devano tetapi Devano pastinya akan melakukan sesuatu yang iya iya kepada nya.

__ADS_1


__ADS_2