
Di kamar mandi, lagi lagi Karina mengumpat kesel suaminya, di mana ia mengabsen semua isi dari kebun binatang itu satu persatu yang mana memang suaminya itu benar-benar keterlaluan yang membuat hubungannya dengan Rama mungkin saja akan berakhir.
"Awas aja kalau sampai Rama memutuskan ku, aku juga akan meminta cerai dari kamu, Pak Devano!"
Selama di dalam kamar mandi Karina mandi sembari meracau, gadis cantik itu juga mengumpat suaminya bahkan ia juga sesekali memukul pintu kamar mandi berharap dengan aksinya ini Devano sadar diri dengan apa yang dilakukannya.
Sedangkan Devano sendiri yang ada di kamar Karina tidak berkutik lagi laki-laki itu segera mengirimkan orang suruhannya untuk mengawasi rumah Rama di mana setelah ini Devano yakin jika Karina akan bertemu dengan Rama atau mungkin mereka berdua akan janjian.
Devano juga mendengar semua umpatan dari istrinya itu di mana laki-laki itu menjadi gemas sendiri dengan tingkat istrinya ingin sekali ia membungkam bibir Karina yang telah mengeluarkan kata-kata kotor yang tidak sepantasnya didengar.
Tiga puluh menit menunggu Karina untuk keluar dari kamar mandi tetapi nyatanya istrinya itu masih betah berada di dalam kamar mandi, Devano menjadi khawatir dengan apa yang terjadi dengan Karina hingga akhirnya Devano memberanikan diri untuk menuju ke kamar mandi tentu saja ia tahu jika kamar mandi itu dikunci oleh istrinya.
"Karina!! Jangan lama-lama berada di dalam kamar mandi, Aku ingin berbicara sesuatu dengan kamu, keluarlah dan jangan mempersulit keadaan!"
Devano berteriak, kemudian ia juga mengetuk pintu kamar mandi di mana tidak ada sahutan dari istrinya itu.
Lima menit berlangsung tetapi masih tidak ada sambutan dari dalam kamar mandi hingga membuat Devano sendiri dan akhirnya ia mempunyai sedikit cara supaya istrinya itu mau membukakan pintu nya, setidaknya mau menyahut teriakannya.
__ADS_1
"Oke Karin,.kalau kamu tidak mau keluar, aku akan dobrak pintu ini dan aku akan pastikan sesuatu terjadi di dalam sana!"
Ya mungkin hanya dengan cara itulah Karina akan membukakan pintu dan istrinya itu mau keluar dari dalam kamar mandi, Devano tahu jika Karina sengaja menghindarinya dengan berada di kamar mandi, mungkin saja Karina saat ini berendam dan sengaja tidak memperdulikan teriakan nya.
Masih tidak dibukakan pintu, Devano takut terjadi sesuatu di dalam kamar mandi tetapi ia tahu persis jika Karina memang tidak mau bertemu dengan dirinya atau mungkin Karina juga saat ini berendam di dalam kamar mandi dengan cukup lama yang mana itu bisa membuat hati dan pikiran Karina menjadi jernih.
"Oke, kalau itu mau kamu aku hitung sampai tiga jika sampai hitungan 3 kamu tidak keluar maka jangan salahkan aku jika aku meminta hakku sore ini!"
Ancam Devano lagi dengan mulai menghitung angka satu yang Devano tau pastinya jika Karina mendengarkan semuanya ini pasti Karina berpikir jika Devano juga tidak segan-segan untuk melakukannya, terlebih lagi ia sudah mencintai Karina dan Karina adalah istrinya.
"Satu..
"Dua..."
Shittt!!
Dan benar dugaan Devano, di dalam kamar mandi Karina tidak terjadi sesuatu yang diinginkan, gadis cantik itu malahan asik berendam di bathub lama, tentu saja ia mendengar semua yang diucapkan oleh Devano bahkan lagi lagi Karina mengumpat kesal ke arah suaminya, yang sudah mengganggu acaranya untuk berendam dan juga memang Karina masih kesal dengan Devano, tidak ingin bertemu dengan suaminya dulu yang mana jika keduanya bertemu maka mereka akan saling marah-marah.
__ADS_1
"Bagaimana ini? kalau aku tidak keluar pastinya Devano akan masuk, Aku juga lupa untuk mengunci pintunya dan aku tidak mau berakhir di dalam kamar mandi dengan laki-laki itu meskipun dia adalah suamiku tetapi aku belum siap untuk melakukannya."
"Karina.. siap-siap menerima sesuatu yang sudah lama aku inginkan jika kamu tidak mau keluar!!"
Teriak Devano lagi, ia sudah gemes dengan istrinya yang masih berada di dalam kamar mandi padahal Karina jelas-jelas mendengar ucapannya.
Karina buru-buru keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk kimono meskipun ia masih belum puas berendam di dalam sana tetapi mau tidak mau Karina harus membuka pintu ia tidak mau menjadi santapan dari Devano yang mana karena sendiri belum benar-benar mencintai laki-laki itu.
"Ti...."
Ceklek
"Ada apa? bapak mengganggu kegiatan aku berendam, lagi pula urusan yang mana lagi yang belum selesai?urusan kita sudah selesai dan sepertinya kita tidak akan membahas masalah ini lagi dan satu lagi Aku benci dengan bapak dan jangan harap untuk mendapatkan maaf dariku."
Greep
Tidak menanggapi apa yang diucapkan oleh Karina, Devano segera menarik tubuh Karina dan membawa tubuh itu ke dalam pelukannya, Karina sendiri langsung saja meronta dengan tangan gadis itu memukul dada Devano, berniat untuk melepaskan diri dari sana tetapi sayang sekali Devano tidak akan memberi celah sedikitpun.
__ADS_1
"Bisa nggak sih kamu berpikir dewasa sedikit? bisa nggak sih kamu berpikir kalau pernikahan itu tidak dibuat main-main?"
Tanya Devano yang saat ini sudah sedikit melonggarkan pelukannya, hingga ia bisa memandang wajah cantik Karina dengan rambut yang masih basah dan tentu saja itu membuat Devano semakin terpesona dengan istrinya itu.