Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Melampiaskan


__ADS_3

"Sampai kapanpun aku tidak ingin bersama dengan Pak Devano!!"


Ujar Karina dengan menatap tajam ke arah Devano dengan tangan nya mengusap bekas air mata yang saat ini masih menetes dan membasahi pipinya, gadis cantik itu langsung saja meninggalkan Devano dan bertepatan dengan bel istirahat sudah berbunyi.


Tidak mungkin mengejar Karina, bukannya ia tidak mau tetapi lebih baik memang Karina beranjak dari sana untuk menenangkan diri. Devano juga tidak mau memaksa Karina untuk saat ini, ia hanya ingin menyadarkan Karina jika memang hubungannya dengan Rama itu harus berakhir dan mempertahankan pernikahan yang memang sudah selayaknya harus diperjuangkan dan dipertahankan bukan hanya sekedar permainan belaka.


Lama Devano terdiam di taman itu, hingga akhirnya ia tersadar jika ia harus masuk di kelas Karina lagi menggantikan guru pelajaran fisika yang hari ini berhalangan hadir.


Tentu saja Devano menerima tugas itu bukan karena ia ingin semua orang tahu bagaimana kemampuannya atau ingin menarik perhatian tetapi memang ia ingin memperhatikan bagaimana istrinya di dalam kelas dengan situasi yang seperti ini.


Laki-laki itu bergegas menuju ke ruang guru dan mengambil tugas fisika yang memang sudah diserahkan kepadanya tadi lalu segera menuju ke kelas Karina.


Lagi lagi semuanya terdiam ketika guru tampan dan killer itu masuk ke dalam kelas tentu saja mereka semua juga kaget, biasanya pak guru yang tua yang masuk ke dalam kelas tetapi ini mengapa tiba-tiba berubah menjadi guru idola namun kelihatan sangat menyeramkan.


"Selamat siang, saya kembali ke sini lagi ... pasti kalian bertanya-tanya mengapa bukan Pak Budi yang mengajar fisika tetapi saya? langsung saja tidak perlu kalian banyak bertanya nanti akan menimbulkan kehebohan, Pak Budi berhalangan hadir jadi saya akan menggantikan Pak Budi sementara di sini dan jangan khawatir meskipun saya tidak akan mengajar fisika Saya juga tidak akan mengajar matematika lagi cukup kalian mengerjakan tugas-tugas ini tetapi saya akan menunggu."


Ujar Devano panjang kali lebar sebelum murid-muridnya bertanya tentang keberadaan Devano yang di sini meskipun sebenarnya Devano tahu pastinya ada beberapa pertanyaan yang ingin disampaikan kepadanya tetapi Devano mencegahnya terlebih dahulu, ia tidak ingin murid-muridnya heboh tentang pertanyaan-pertanyaan yang mungkin saja tidak seputar tentang pelajaran.

__ADS_1


Tidak ada yang berani membantah meskipun sebenarnya mereka semua senang ditunggui oleh guru tampan itu, meski terlihat sangat menyeramkan namun wajahnya membuat siswi-siswi di sana sangat terpesona, tetapi tidak dengan Karina.. gadis cantik itu sedari tadi hanya menundukkan kepalanya sepertinya ia enggan untuk menatap ke arah Devano.


"Ada apa Karina?"


Karina mengacungkan tangannya padahal soal belum sampai di depan mejanya tetapi Karina sudah lebih dulu berdiri.


"Izin ke belakang."


Jawab Karina tanpa melihat ke arah Devano tentu saja dengan nada yang sepertinya memang ia tidak perlu sopan santun lagi terhadap Devano yang mana kedudukan Devano di sini adalah sebagai guru Karina, bukan suaminya.


Sepertinya ada yang tidak beres.


Devano berpikir jika Karina bukan ke toilet atau kemana tetapi ke sebuah tempat untuk menghindari pertemuan dengannya hingga akhirnya Devano segera menyelesaikan untuk membagi tugas-tugas fisika lalu ia meninggalkan kelas itu dengan catatan tidak ada yang boleh keluar dari kelas.


Buru-buru laki-laki itu mengarahkan pandangan matanya tentu saja mencari keberadaan Karina yang mana sedari tadi meminta izin untuk ke belakang tetapi setelah Devano sampai di depan kamar mandi, tidak ada satupun orang yang ada di sana bahkan semua pintu kamar mandi terbuka dan itu berarti Karina tidak berada di sana.


Panik,.tentu saja.. tidak adanya keberadaan Karina di kamar mandi membuat Devano mengedarkan pandangan matanya lagi, ia harus mencari kemana Karina sementara ini masih di jam sekolah.

__ADS_1


Devano terus saja melangkahkan kakinya kemudian ia menghentikan langkah kakinya sejenak ketika melihat Karina saat ini sedang berada di kantin meskipun Devano melihat dari jarak jauh tetapi ia yakin jika yang di sana itu adalah Karina dengan menyendokkan makanan ke dalam mulutnya.


Devano seketika lega meskipun ia tahu jika perbuatan Karina itu salah karena masih jam pelajaran tetapi malahan di kantin dan makan, namun sepertinya kali ini Devano sedikit memaafkan istrinya ia membiarkan saja Karina menikmati makanan yang ada di dalam mangkok itu dengan beberapa gelas yang berjajar di depan Karina dan tentu saja Devano tahu itu adalah salah satu cara Karina untuk menyenangkan dirinya sendiri, tidak marah .. tidak membanting apapun juga melainkan dengan melampiaskan semuanya kepada makanan.


Devano juga tidak berniat untuk mendekati Karina, ia tahu jika semakin didekati maka mood Karina akan semakin hancur, dengan melihat Karina dari jarak jauh dan memastikan istrinya baik-baik saja itu sudah membuat Devano lebih lega dan setelah itu Devano langsung saja kembali ke kelas untuk mengawasi murid-muridnya supaya tidak membuat kegaduhan atau keluar dari kelas.


Sedangkan Karina, ia keluar dari kelas memang tujuan utama keluar dari kelas itu karena tidak ingin melihat tampang dari suaminya dan juga hanya alasan Karina saja untuk pergi ke belakang karena selain ia lapar Karina juga ingin melampiaskan semuanya kepada makanan.


Gadis cantik itu bahkan sudah menghabiskan dua mangkok bakso dan 4 gelas es teh manis tentu saja itu semua tidak membuatnya kenyang tetapi itu lebih bagus daripada ia berniat untuk membolos sekolah siang ini dengan melompat pagar belakang, mendingan ke kantin saja meskipun ia tahu risikonya jika nanti kedapatan oleh guru piket maka dirinya akan kena hukum tetapi itu tidak masalah toh juga Karina sering melakukan itu.


"Hidupku jadi seperti ini, diputuskan oleh pacar dan sama sekali tidak diperhatikan oleh suami"


Tentu saja Karina menggerutu sendiri meskipun ia tahu ini bukan keinginannya ataupun keinginan Devano tetapi takdir yang sudah membawanya untuk masuk ke dalam kehidupan Devano dan apa yang diucapkan Karina tadi tidaklah benar, sejak kapan Devano tidak memperhatikannya bahkan Devano sangat-sangat memperhatikan Karina, tetapi sayang sekali perhatian Devano kepadanya seakan-akan tertutup dengan sikap Devano yang sudah menghancurkan hubungan nya dengan Rama.


"Sepertinya aku tidak mungkin hidup bersama dengan laki-laki itu selamanya"


Lagi-lagi Karina memikirkan cara supaya bisa lepas dari pernikahan ini namun sayang sekali pikirannya sudah buntu, tidak mungkin dirinya meminta kepada Papanya untuk mengurus surat perceraian yang mana Papanya anti sekali dengan yang namanya perceraian terlebih lagi pengakuan Devano beberapa hari yang lalu yang sudah menikmati tubuhnya meskipun belum ke dalam tahap inti Karina itu sudah membuat Papanya Karina marah dan kecewa, jadi tidak mungkin akan menerima permintaan dari Karina apalagi hanya alasan tidak cinta dan sebagainya.

__ADS_1


__ADS_2