Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Minta Cerai


__ADS_3

Devano menggelengkan kepalanya pelan, yang mana ia sudah melihat Karina yang sudah tertidur di atas ranjang, hampir saja pikiran Devano kemana-mana lantaran istrinya tidak menyaut panggilan nya dari dalam kamar, tetapi setelah ia membuka pintu kamar Karina, nampak istrinya sudah tidur dengan posisi yang sangat manis membuat Devano sedikit melupakan apa yang sedang terjadi di antara mereka.


Devano langsung saja menaruh kunci mobil dan ponselnya di atas meja, ia bergegas menuju ke kamar mandi untuk sekedar membersihkan diri sebentar, setelah itu laki-laki itu kembali keluar dari kamar mandi dan beranjak menuju ke ranjang tempat di mana Karina tidur saat ini.


Sejenak Devano memandang wajah cantik Karina yang terlelap, ia menggelengkan kepalanya pelan, Devano bingung dengan dirinya sendiri mengapa gadis yang ada di depannya saat ini yang bisa meluluhkan hatinya yang membuat ia jatuh cinta dan menjungkir balikkan kehidupannya meskipun awal pertemuan Devano dengan Karina memang tidak sengaja tetapi seketika langsung jatuh cinta dengan perempuan cantik ini.


Terlebih lagi pernikahan yang memang karena paksaan, Devano yang memaksa Karina untuk menikah walaupun pada awalnya Karina sendiri tidak ada rasa cinta padanya begitu juga dengan Devano yang mana ia sebagai laki-laki dewasa dan juga gentleman harus mempertanggungjawabkan apa yang sudah dilakukan meskipun itu belum berhasil 100% Devano melakukannya.


"Cantik, aku sudah gila. Karena hanya kamu yang bisa meluluhkan hatiku dan entah mengapa gadis tipe seperti kamu ini yang bisa membuat aku jatuh cinta."


Devano mengulurkan tangannya, mengusap lembut pipi Karina di mana ia masih saja tidak percaya dengan apa yang terjadi, bisa jatuh cinta secepat ini dengan gadis yang masih belia dan tentu saja tidak model-modelan yang anggun dan feminium tetapi gadis yang mempunyai sifat yang berbanding terbalik dengannya.


Cup


Devano mencium kening Karina, kemudian ia ikut ke atas ranjang, yang pastinya ingin tidur berdua dengan istrinya itu dan memanfaatkan kesempatan ini.


Merasa Karina sudah tertidur lelap sepertinya Karina jika tidur itu tidak bisa dibangunkan dan sulit sekali untuk bangun, Devano akhirnya menarik tubuh Karina membuat tubuh Karina memeluknya.


Laki-laki itu merasa nyaman sekali memeluk istrinya, di mana memang belakangan ini Karina selalu jutek dan marah-marah padanya hingga akhirnya ia tidak mendapatkan pelukan dari istrinya itu, namun kali ini Devano tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, ia akan membuat Karina luluh dengan cintanya.

__ADS_1


"Aku akan berusaha sekuat mungkin untuk mempertahankan pernikahan kita, tidak perduli jika nanti kamu membenciku, tetapi aku yakin suatu saat kamu mengerti dengan yang aku rasakan."


Lama-kelamaan setelah puas memandangi wajah cantik Karina, Devano memejamkan matanya, matanya sangat berat sekali karena sudah lelah berpikir ke sana kemiri terlebih lagi mengurusi urusan pribadinya tidak kunjung selesai.


Satu jam kemudian..


Mengapa rasanya sangat nyaman sekali, aku tidak pernah membayang kan seperti ini dan juga tidak pernah merasakan hal-hal yang nyaman seperti ini apalagi ada aroma sesuatu yang membuat aku betah berlama-lama di sini.


Antara sadar dan tidak Karina merasa nyaman dengan apa yang dilakukan saat ini, apalagi ia menghirup aroma wangi yang entah dari mana itu berasal dan ada sesuatu yang membuat dirinya nyaman ketika memeluknya.


Tidak tahu saja bahwa yang dipeluk itu adalah suaminya dan aroma wangi yang karena cium itu adalah parfum dari tubuh suaminya yang mana memang Aruna sendiri belum benar-benar bangun mempunyai ia bermimpi untuk melakukan semuanya ini.


"Tidak mungkin, minggir!!!


"Sakit Karin!"


Devano kaget, laki-laki itu yang tadinya tertidur pulas dan sangat nyaman tiba-tiba didorong oleh istri nya hingga ia jatuh dari ranjang.


"Sakit? Lebih sakit mana dengan apa yang sudah bapak lakukan kepada aku?"

__ADS_1


Jawab Karina dengan tersenyum sengit, rupanya Karina masih menaruh dendam terhadap Devano meskipun semua ini bukan salahnya.


Ya Karina marah dengan Devano, belum lagi jika nanti Karina tahu jika Devano sudah mengatakan sebenarnya dengan Rama apa yang akan dilakukan kemarin.


"Kamu seharusnya sadar,  jika kamu itu sudah menjadi seorang istri dan seharusnya seorang Istri itu patuh terhadap suaminya dan juga perlu kamu ingat pernikahan itu bukan main-main bukan hanya sekedar janji suci yang harus aku ucapkan tetapi aku juga harus memperjuangkannya. Aku tidak mau terjadi sesuatu dengan pernikahan kita dan mau tidak mau kamu setuju atau tidak aku tetap akan menjalaninya dan mempertahankan pernikahan ini. Dan asal kamu tahu Rama sudah tahu semua warna yang kita laku kan pada malam itu meskipun sejujurnya aku sedikit kecewa sama kamu karena kamu tidak mengatakan yang sebenarnya tetapi sekarang semua sudah jelas bahkan mungkin saja sebentar lagi kamu dan Rama akan mengakhiri hubungan terlarang kalian!"


Ucap Devano dengan sedikit menahan rasa sakit di pinggangnya, laki-laki itu emang harus mengatakan sebenarnya perkakarena supaya Karina bisa tahu diri supaya Karina bisa mengerti apa artinya pernikahan dan juga sebuah hubungan dan juga Karina harus memutuskan hubungannya dengan Rama.


Brengsek!!


Karina mengumpat kesal, ia tidak tahu lagi apa yang terjadi dengan dirinya dan juga Rama setelah hari ini, di mana Karina benar-benar marah dan emosi terhadap Devano, mengapa suaminya itu yang membuat bencana pada dirinya yang membuat huruf hara pada hubungannya dengan Rama.


"Jaga omonganmu Karina! kamu tidak sepantasnya mengumpat kepada suami kamu!"


"Aku benci sama bapak dan jangan harap aku akan mempertahankan pernikahan kita. Aku ingin meminta cerai dan akan mengurusnya!"


Ucap Karina dengan nada emosinya dan langsung saja turun dari atas ranjang tanpa memperdulikan suaminya yang masih meringis menahan sakit. Karina juga sudah bertekad kuat akan meminta cerai dari Devano meskipun Devano tidak mau melakukannya tetapi Karina akan mengurusnya.


"Coba saja kalau kamu bisa, lakukan apa yang akan kamu lakukan dan jangan berharap jika aku nanti akan menyetujui permintaan konyol itu!"

__ADS_1


Sama dengan Karina, Devano juga mempunyai prinsip.. sesuatu yang sudah ada di dalam genggamannya dan menjadi miliknya tidak akan pernah dilepaskan terlebih lagi ia baru pertama kali jatuh cinta meskipun karena susah dihabah tetapi Devano yakin seiring berjalan waktu cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya.


Teriakan dari Devano sama sekali tidak digubris oleh Karina bahkan gadis cantik itu segera masuk ke dalam kamar mandi


__ADS_2