
Bingung tetapi Karina mencoba tersenyum terhadap laki-laki yang saat ini sudah berdiri di depannya pastinya Karina sama sekali tidak mengenal laki-laki itu tetapi mengapa laki-laki itu mengenal Karina dan menyembuhkan namanya.
"Karina kan istri dari Devano?"
Sungguh kejutan apalagi ini mengapa laki-laki yang usianya 11 12 dengan suaminya itu mengenal dirinya bahkan menyebutkan jika dirinya istri dari Devano padahal selama ini pernikahannya dengan Devano itu dirahasiakan dan tidak banyak orang yang tahu kecuali keluarga dekat saja tetapi mengapa laki-laki yang Karina sendiri tidak tahu siapa itu bisa mengadakan kalau dirinya adalah istri dari Devano.
Jelas aja Karina melongo, selain kaget dan juga ketar keter terlebih lagi bagaimana jika pernikahan nya itu akan terbongkar di sekolahan. Karina juga tidak mengganggukan kepalanya ia tetap berdiri di depan laki-laki itu yang saat ini sedang menghampirinya dan dengan ekspresi wajah yang entahlah bingung-bingung cemas dan juga Karina tetap tersenyum hingga membuat laki-laki yang ada di depannya itu langsung saja terpesona.
Sialan kenapa cantik sekali pantas saja Devano terpesona ada langsung jatuh cinta gila benar-benar gila pesona daun muda itu begitu membuat aku tidak bisa berkutik lagi.
Jimmy, laki-laki yang saat ini berada di depan Karina Jimmy bukan tidak sengaja menemui Karina tetapi ia melakukan misi dari Devano mengantarkan coklat kepada istri dari sahabatnya itu tetapi sayang sekali Jimmy yang matanya jelalatan dan juga tidak berkedip ketika melihat di Karina saat ini yang begitu cantik.
"Jangan kaget dan juga jangan takut, aku bukan orang jahat dan aku tidak bermaksud apa-apa menghampiri kamu, perkenalkan Aku adalah Jimmy, sahabat dari suami kamu Devano."
Ya ada sedikit lega di dalam hati Karina setelah Jimmy memperkenalkan dirinya bahwa laki-laki yang ada di depannya itu adalah sahabat dari suaminya meskipun sebenarnya Karina masih ragu tetapi tidak apalah yang nyatanya Karina melihat Jimin dari atas ke bawah dan berpendapat yang menarik dan memang tidak ada tanda-tanda jika Jimmy adalah orang yang jahat.
"Karina...."
__ADS_1
Karina tentu saja membalas uluran tangan dari Jimmy, tidak baik jika tidak berkenalan dengan laki-laki yang mengaku sebagai sahabat dari suaminya.
"Pantas saja sahabat aku langsung jatuh cinta sama kamu ternyata kamu sangat cantik sekali, oh ya aku kesini untuk memberikan ini buat kamu ini bukan dari aku tetapi dari suami kamu sebagai permintaan maaf dari Devano."
Jelas aja laki-laki karena dibuat tidak berdaya dengan apa yang dilakukan oleh Devano. Meskipun Devano tidak secara langsung memberikan sesuatu yang berharga buat Karina tetapi melainkan dari tangan laki-laki lain tetapi itu sudah membuat sedikit hati Karina tersentuh dengan apa yang sudah dilakukan oleh Devano.
"Wah coklatnya besar dan juga banyak sekali Karin, ini mah lebih banyak dari tadi pagi yang sudah kamu buang coklatnya itu."
Bukan hanya Karina yang kaget tetapi Sintia juga, terlebih lagi Sintia benar-benar melongo dengan apa yang sudah diberikan oleh Jimmy barusan yang walaupun Sintia tidak tahu bagaimana bentuk coklat pemberian dari Alex tetapi rasanya ini adalah pemberian yang terbesar daripada yang Karina terima tadi pagi.
"Terima kasih Om, aku terima ya daripada nanti Om dimarahin sama Om Devano."
Karina juga menerima pemberian dari Devano itu ia tidak ingin jika sahabat baik Devano itu nanti kena omelan dari Devano.
"Om? astaga Karina... aku tidak tua-tua banget, umurku sama dengan suamimu tapi kenapa Kamu memanggilku dengan sebutan Om dan apa tadi itu suami kamu sendiri juga kamu panggil Om, apa-apaan ini Karin?"
Sepertinya Jimmy tidak terima jika dipanggil dengan om, meskipun ia buaya darat dan juga Om yang memang pantas julukan yang diberikan oleh Jimmy tetapi laki-laki itu tidak terima jika Karina yang menyebutnya dengan om-om terlebih lagi wajahnya yang sangat tampan dan masih sangat serasi jika disandingkan dengan Karina sama seperti Devano.
__ADS_1
"Bodo amat yang manggil kan aku mulut-mulut aku jadinya terserah Om Jimin mau terima atau nggak yang jelas aku memanggil Om dengan sebutan itu."
"Rese bener kamu Karin, ternyata memang benar jika kamu selain cantik dan mempesona kamu juga menyebalkan tetapi nggak masalah, pilihan sahabat aku memang oke, pantesan Devano begitu jatuh cinta sama kamu."
"Gombal!! Om dan juga sahabat Om itu sama saja. Lagi pula cuma ini saja Om datang ke sini,.mau maunya juga Om disuruh oleh om Devano untuk mengantarkan semuanya ini, dibayar berapa Om sama dia?"
"Hahaha bukan masalah bayarannya Karin, ini adalah solidaritas sebagai seorang sahabat yang pastinya aku, Devano dan juga Rendy sudah bersahabat dengan baik dan jika satu merasa kesusahan maka yang lainnya juga akan membantu seperti saat ini juga walaupun sebenarnya tadi aku merasa malas disuruh-suruh Devano waktu datang ke sini tetapi setelah melihat kamu rasanya mataku begitu segar tidak menyangka jika gadis ABG yang sudah membuat sahabat aku jatuh cinta itu secantik dan semenarik kamu."
"Haiss mulai deh gombalnya,.udah ah udah aku terima kan, Om Jimmy lebih baik pulang sana, nanti keburu Om Jimmy di sini diserang sama teman-teman aku, tahu sendiri kan jika seumuran aku itu paling suka dengan laki-laki yang tua tampan dan juga kaya raya..."
"Apa tadi Karin kamu bilang? Aku tampan? ah aku senang sekali.. rasanya aku ingin meloncat-loncat dan ingin mengabadikan ucapan kamu jika aku adalah laki-laki yang tampan dan juga kaya raya, itu juga benar.. tetap kekayaanku jauh tertinggal dari Devano."
"PD .. sudah sana sana om pergi!!"
Tidak mau jika di sekolah ini nantinya heboh meskipun sudah banyak teman-temannya yang pulang tetapi tidak menutup kemungkinan jika masih banyak teman-temannya yang berada di kantin atau di taman sekedar menunggu cuaca menjadi tidak panas dan nyatanya nanti jika bertemu dengan Jimmy akan menimbulkan kehebohan yang memang wajah Jimmy itu sangatlah tampan 11 12 dengan Devano meskipun sifat Jimmy itu sangat menyebalkan.
"Oke oke cantik, aku pulang dulu ya jangan lupa itu dimakan dan pesan aku kamu harus memaafkan suami kamu karena memang itu sangat mencintai kamu, kamu tahu nggak rahasia Devano?"
__ADS_1
Karina menggelengkan kepalanya, ia memang tidak banyak tahu tentang suaminya bahkan juga tidak mau tahu dengan apa yang terjadi dengan suaminya ataupun masa lalunya.
"Devano itu belum pernah pacaran, bahkan untuk dekat dengan perempuan Devano juga tidak pernah melakukannya, kamulah satu-satunya perempuan yang didekati Devano saat ini dan kamu Cinta pertama Dan juga terakhir Devano maka dari itu Kamu sangat beruntung sekali bisa dicintai oleh Devano dan jangan khawatir sifatnya memang seperti itu terlebih lagi Devano belum tahu menahu bagaimana caranya membuat seorang wanita itu bahagia."