
Devano mendekatkan bibirnya dengan bibir Karina, laki-laki itu dengan cepat mencium bibir Karina dengan sangat lembut, bukan hanya mencium saja, tetapi Devano juga *****@* sedikit demi sedikit bibir ranum yang sudah menjadi candunya yang selalu menggoda dirinya setiap kali melihat wajah Karina.
Sedangkan Karina, tanpa tersadar gadis cantik itu memejamkan matanya, menikmati sentuhan-sentuhan yang diberikan oleh Devano meskipun hanya sentuhan bibir saja, tetapi itu bisa membuat Karina merasa nyaman dan menikmati apa yang Devano lakukan.
Keduanya saat ini sama-sama saling *****@* bahkan saat ini Devano sudah menguasai seluruh rongga mulut Karina yang membuat Karina tak berdaya dan melingkarkan tangannya di leher Devano.
Tidak terasa permainan bibir mereka yang semakin panas membuat Devano langsung ikut masuk ke dalam bathub yang memang sudah didesain khusus supaya muat untuk dua orang dan saat ini posisi Devano sudah berada di atas tubuh Karina dengan satu tangan Devano yang membuka saluran air hingga nanti air bisa keluar dan Devano bisa melihat pemandangan yang indah di depan mata.
Lama-kelamaan Devano sudah tidak bisa mengendalikan dirinya, ia bahkan menginginkan bukan hanya sekedar ciuman bibir saja tetapi lebih dari itu. Devano menginginkan Karina seutuhnya memiliki Karina seutuhnya dan selamanya, itu adalah tekad Devano yang bisa membuat rumah tangga mereka akan selamanya dan tidak bisa dipisahkan.
Tetapi berbeda dengan Karina, seketika ia tersadar dengan apa yang dilakukannya, ia memang sudah ada rasa dengan Devano tetapi untuk melakukan hal yang jauh lebih dari ciuman bibir rasanya Karina belum siap hingga akhirnya gadis cantik itu membuka matanya kemudian menyadarkan dirinya dengan apa yang sudah dilakukannya ini adalah salah meskipun keduanya sudah sah sebagai suami istri.
"Maaf aku tidak bisa.."
Karina menghentikan cuman bibirnya kemudian mengatakan kalimat yang membuat Devano sesak seketika, padahal Devano sudah merasa menang dan merasa yakin jika Karina akan menyerahkan dirinya saat ini kepadanya tetapi akhirnya ucapan dari Karina membuat Devano sadar jika memang Karina belum siap untuk menjadi istri yang sesungguhnya untuknya, atau mungkin memang Karina memang benar-benar tidak ada rasa dengannya.
__ADS_1
Tidak ingin egois, Devano segera keluar dari bathub itu di mana memang ia sebenarnya sudah menginginkan hal lebih dari ini namun ia juga tidak akan memaksa Karina walaupun sesuatu di bawah sana sudah meronta-rontak ingin masuk ke dalam rumah yang sebenarnya.
"Tidak masalah, Aku menunggu kamu sampai kamu siap meskipun sebenarnya aku tidak tahu harus dengan cara apa menidurkan bagian bawah sana yang sudah bangun."
Dengan rasa kecewa, Devano menghapus sisa ciuman yang masih membekas di bibir Karina kemudian laki-laki itu segera memasang kembali saluran air yang ada di bathub dan menghidupkan keran air hangatnya supaya ia tidak melihat bentuk indah tubuh Karina yang memang membuat keinginannya menjadi lebih.
Tidak ada jawaban dari Karina, gadis cantik itu memalingkan wajahnya yang sepertinya memang benar jika Karina belum siap untuk melakukan yang lebih dengan Devano hingga akhirnya Devano menuntaskan mandinya di bawah shower dan tentu saja dengan memunggungi Karina.
Beberapa menit kemudian, Devano sudah sedikit lega meskipun ia masih merasa gejolak panas di dalam tubuhnya namun Devano bukanlah laki-laki pemaksa dan suka melakukan seksss di luaran sana, sehingga ia dengan mudah untuk meredam apa yang sudah bangun dari tadi.
Ucap Devano kepada Karina yang entah didengar Karina atau tidak, tetapi yang pasti Devano tahu jika Karina saat ini memperhatikannya.
Oh tidak, apa yang aku lakukan.. apa mungkin Om Devano marah sama aku, apalagi ekspresi wajahnya seperti itu yang membuat aku ketakutan tetapi memang benar aku belum siap untuk menyerahkan semuanya, lagi pula cintaku masih untuk Rama bukan untuk Om Devano..
Karina masih saja menyangkal, padahal yang sebenernya di dalam hati, Karina sudah ada rasa dengan Devano, apalagi dengan apa yang sudah Karina dan Devano lakukan tadi, yang entah antara sadar atau tidak, Karina juga sudah membalas ciuman bibir Devano dan itu pertanda jika Karina sebenarnya sudah ada rasa dengan suaminya.
__ADS_1
Karina tidak menjawab, namun Karina juga mendengar tentang ucapan Devano kalau suaminya itu ingin mengajaknya makan malam, tidak masalah toh juga ia lapar sejak tadi siang belum makan, dan nanti malam hanya makan malam saja bukan.. tidak lebih dari itu, syukur-syukur ini adalah upaya Karina untuk meminta maaf kepada Devano.
Devano yang sudah keluar dari kamar mandi ia segera mengambil pakaiannya dan melihat ponsel nya sebentar, laki-laki itu melihat pesan yang sudah yang ia kirimkan tadi kepada Rama dan tentu saja malam ini Devano ingin bertemu dengan Rama, ia sudah bertekad akan mengatakan sesungguhnya tentang hubungannya dengan Karina supaya Rama bisa memahami dan hubungan Rama dengan Karina segera berakhir, karena tidak baik jika Karina statusnya saat ini adalah menjadi istri Devano masih berhubungan dengan laki-laki lain.
Devano juga memberikan balasan lagi kepada Rama yang nyatanya laki-laki itu sudah membuka pesannya dan membalas dengan sebuah tanda jempol dan itu berarti sama juga mengiyakan pertemuannya nanti malam.
"Mungkin aku sedikit egois dan jahat tetapi tidak ada yang bisa aku lakukan lagi sementara Karina tidak mau memutuskan hubungannya, maka ini adalah jalan satu-satunya supaya hubungan kalian bisa berakhir."
Devano juga menyiapkan pakaian untuk Karina yang mana memang di dalam kamarnya ini sudah tersedia berbagai macam pakaian yang sesuai dengan umur Karina.
Di tempat lain, Rama menjadi penasaran.. ia yang baru saja sampai di rumah dan membuka pesan yang dikirimkan oleh Devano.
"Kenapa Pak Devano tiba-tiba mengajak aku untuk ketemu nanti malam?"
Sedikit curiga, namun Rama sendiri juga tidak menyadari dengan kecurigaannya itu bahkan ia dan Devano juga tidak terbilang cukup dekat malahan baru mengenal dua kali saja sosok guru matematikanya yang dibilang oleh teman-temannya itu sangat killer.
__ADS_1
Dan Rama pun segera menuju ke kamar mandi, laki laki itu juga bergegas untuk menyelesaikan mandinya supaya tidak telat bertemu dengan Devano yang Rama juga sangat penasaran, ada apa yang sebenarnya terjadi.