Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Kenyataan Pahit


__ADS_3

Tanpa terasa buliran air mata Rama terus menetes di pipinya meskipun ia sendiri belum mendengar pernyataan dari Karina tetapi sejenak ia tersadar jika apa yang barusan dilihat nya itu memanglah benar, walaupun Rama sendiri mengingkari tentang semuanya ini dan masih menuduh jika Devano yang sudah merekayasa semuanya.


Rama mengalihkan pandangan matanya ke arah Karina yang sampai saat ini Karina masih menundukkan kepalanya, tidak berani menatap ke arah wajahnya.


Apa memang benar jika kamu sudah menikah dengan laki-laki itu Karin hingga kamu sendiri tidak berani menatap wajahku dan tidak menyangkal apapun yang diucapkan oleh Pak Devano?


Rama hanya mengucapkan itu di dalam hati, ia sebenarnya enggan untuk percaya kepada Devano  atau lebih lagi Karina hanya diam saja, namun Lagi dan lagi Rama sendiri harus mendengar semuanya ini dari mulut Karina, ia tidak bisa diam begitu saja dan mengira jika Devano lah pelaku semuanya ini.


"Sayank katakan padaku jika semuanya tidak benar, katakan padaku jika ini adalah bohong dan katakan padaku jika Pak Devano sudah merekayasa semuanya ini?"


Rama meraih tangan Karina ia menggenggam tangan yang halus dan lembut itu dengan sangat eratnya, bahkan Rama sama sekali tidak peduli dengan Devano yang saat ini menatapnya dengan tatapan mata yang tajam. Rama hanya ingin mencari kebenaran di dalam diri Karina supaya ia bisa mengambil keputusan nantinya.


Karina memejamkan matanya apakah ini akhir dari segalanya, di mana ia harus merelakan dirinya bersama dengan Devano dan merelakan hubungan yang sudah terjalin selama 2 tahun itu dengan Rama.


Karina juga tidak bisa hanya diam saja gadis cantik itu harus mengatakan yang sejujurnya, sudah kepalang basah Devano sudah mengatakan semuanya tentang pernikahannya dan tidak mungkin lagi Karina menyembunyikan semuanya ini.


Hingga akhirnya Karina menguatkan diri untuk mendongakkan wajahnya, menatap dalam mata Rama yang saat ini masih meneteskan air matanya, ia tahu jika apa yang barusan diucapkan oleh Devano itu membuat hati Rama hancur bahkan lebih hancur dari apapun, apalagi jika mendengar pernyataan yang akan dikeluarkan nanti nya.


"Maaf..."


Tidak ada kalimat lain yang Karina ucapkan hanya permintaan maaf untuk mewakili semuanya dan dirasa Rama pasti paham dengan apa yang diucapkan oleh Karina meskipun itu hanya permintaan maaf saja.


Mungkin karinay akan menjelaskan kenapa dirinya bisa menikah dengan Devano tetapi tidak malam ini tidak di sini dan tidak di depan Devano.


"Maaf? tapi kenapa yank, apa kamu mencintai Pak Devano hingga kamu menerima pernikahan itu, katakan sejujurnya padaku?"

__ADS_1


Karina hanya menggelengkan kepalanya pelan meskipun di dalam hatinya ia juga merasa kesal dengan suaminya bahkan menganggap Devano saat ini adalah musuh terbesarnya, tetapi di depan ramah Karina tidak bisa mengatakan jika dirinya tidak mencintai Devano meskipun rasa cintanya kepada Devano masih sangatlah kecil bahkan hanya menyempil di pojokan hatinya saja.


"Cinta atau tidak cinta Karina sekarang adalah istri saya dan lebih baik kalian putuskan hubungan kalian di sini karena saya tidak mau jika sudah menjadi milik saya itu diganggu oleh orang lain."


Lagi dan lagi melihat Karina terdiam Devano membuka suaranya, ia kali ini harus lebih tegas mengenai Karina dan Rama, dan berharap jika Rama akan memutuskan Karina malam ini.


"Om sebaiknya tidak mencampuri urusan pribadiku, bukankah itu perjanjian kita, tidak boleh saling mencampuri urusan pribadi masing-masing!!"


Karina dengan pandangan mata yang tajam mengarah kepada Devano tentu saja dengan kilatan amarah dan juga kecewanya terhadap laki-laki yang kini berstatus sebagai suaminya.


"Kamu kira aku bodoh!! apalagi kamu sudah menjadi istriku lalu untuk apalagi perjanjian itu di mana kamu sekarang sudah menjadi tanggung jawabku dan apapun yang kamu lakukan harus ada persetujuan dariku, suka tidak suka mau tidak mau kamu harus terima kenyataan dan malam ini segera putuskan hubungan kamu dengan Rama."


"Dan kamu Rama, segera akhiri hubungan konyolmu dengan Karina, karena Karina adalah istriku!!"


Hingga akhirnya laki-laki itu tidak mengambil keputusan malam ini ia sendiri masih belum mengerti mengapa Karina menikah dengan Devano . Ada apa sebenarnya, semuanya masih belum jelas dan Rama masih ingin mendengar apapun yang terucap dari bibir Karina.


"Aku tidak akan memutuskan hubunganku dengan Karina karena aku sangat mencintai Karina!!"


Ucap Rama sembari ia berdiri dari tempat duduknya sepertinya malam ini bukan malam yang baik untuk Rama bahkan untuk sekedar ngobrol-ngobrol lagi di sini. Rasanya Rama tidak mungkin lagi berasa di sini, apalagi kalau sampai ia berpikiran yang tidak-tidak dan memendam rasa cemburu dan juga emosinya, lebih baik Rama meninggalkan Karina dengan Devano.


"Rama tunggu.. Aku bisa jelaskan sekarang!!"


Melihat Rama yang ingin keluar dari ruangan itu dengan cepat Karina juga memundurkan kursinya, gadis cantik itu berteriak dan memanggil Rama yang sepertinya memang inilah waktu yang tepat untuk menjelaskan perihal tentang pernikahan nya itu, tidak besok ataupun besok-besoknya lagi.


Meskipun Karina sudah mendengar jika Rama tidak akan memutuskannya namun ada sedikit rasa penyesalan di dalam diri Karina dan juga rasa bersalah untuk Rama saat ini.

__ADS_1


Andai malam itu tidak terjadi, pasti aku tidak akan menyakiti hati kamu, maafkan aku Ram.


Rama menghentikan langkah kakinya kemudian ia menoleh ke arah Karina di mana Rama juga melihat jika Karina meneteskan matanya sama seperti dirinya dan sepertinya Karina terpaksa menerima pernikahan dengan Devano.


Rama pun menganggukkan kepalanya laki-laki itu dengan cepat mengulurkan tangannya untuk menggandeng lembut tangan Karina tetapi sayang sekali Devano yang mengerti maksud dari gerakan tangan Rama langsung saja menghempaskan tangan Ramandan saat ini ia berdiri di depan Rama.


"Saya tidak akan membiarkan Karina pergi malam ini terlebih lagi dengan laki-laki lain... Dan sepertinya tidak perlu ada penjelasan lagi karena kamu sudah tahu jika Karina adalah istri saya.."


"Stop Om, Om tidak berhak mengatur hidupku!! Aku hanya ingin menjelaskan semuanya dengan Rama, tidak lebih dari itu!"


"Tidak bisa! ini sudah malam lagi pula tidak baik seorang istri membangkang apa yang dikatakan oleh suaminya dengan pergi dengan laki-laki lain.."


Karina mengepalkan tangannya ingin rasanya ia memukul wajah Devano yang terlihat garang dan juga menyebalkan.


"Dan kamu Rama! segera pergi dari sini dan lepaskan istri saya, karena sampai kapanpun saya tidak akan membiarkan kalian terus bersama, Karina adalah istri saya ingat itu!!"


Rama dengan cepat membuka pintu ruangan meskipun ia tidak bisa pergi bersama dengan Karina tetapi ia akan tetap menunggu klarifikasi dari Karina, mengapa kekasihnya itu sampai menikah dengan laki-laki lain.


"Rama..."


Teriak Karina yang melihat Rama saat ini sudah keluar dari private room tetapi sayang sekali Rama tidak menghentikan langkah kakinya meskipun sebenarnya Rama tahu jika Karina memanggilnya dan Karina ingin mengatakan sesuatu padanya.


"Om jahat!! aku benci sama Om!!"


Ucap Karina dengan menatap tajam ke arah wajah Devano kemudian gadis cantik itu mengambil tas kecil yang ia taruh di atas meja lalu keluar dari ruangan itu dan berniat untuk menyusul Rama.

__ADS_1


__ADS_2