
"Bener ini yang butiknya?"
Karina mengangguk, rasanya ini juga belum mengetahui betul kalau butik ini milik Mamanya Devano tetapi dari sherlock-nya dan papan namanya, ia yakin jika ini adalah tempat di mana mama Devano berada saat ini.
"Sepertinya aku kenal di butik ini, bukankah ini butik milik istri dari pengusaha terkenal Hardiansyah?"
"Mungkin juga, aku juga tidak tahu yank, Mama tadi minta aku untuk ke butik ini."
Rama menganggukkan kepalanya, mungkin saja memang butik ini adalah milik dari teman Mamanya Karina, laki-laki itu juga tidak curiga sama sekali.
"Terima kasih, Aku turun dulu ya hati-hati di jalan."
"Sama-sama sayank, love you.. nanti malam aku telepon."
"Iya, love you too."
Karina turun dari mobil Rama, gadis cantik itu sama sekali tidak menyangka jika Devano memperhatikannya sedari tadi dan langsung saja melangkahkan kakinya menuju ke dalam di mana pastinya Devano dan Mamanya sudah menunggu di dalam.
Srekk
"Astaga, bapak bikin kaget saja!"
Baru saja mau masuk ke dalam butik, tiba-tiba tangan Karina sudah ditarik oleh Devano yang mana membuat Karina kaget.
"Bagus ya, pergi dengan laki-laki lain?"
"Suka-suka aku dong Pak, Rama adalah pacar aku jadi aku harap bapak jangan mengganggu privasi aku." jawab Karuna enteng.
"Oh begitu, okelah asal kamu tahu besok kita menikah dan aku tidak mau istriku mempunyai hubungan dengan laki-laki lain."
__ADS_1
"Asal juga bapak tahu, aku terpaksa menikah dengan bapak."
Karina menghempaskan tangan Devano, kemudian gadis cantik itu masuk ke dalam butik dan tentu saja disusul oleh Devano yang masih dengan amarahnya karena ia tidak suka jika melihat calon istrinya pergi dengan laki-laki lain meskipun Devano sendiri belum mencintai Karina. Tetapi sesuatu yang sudah menjadi miliknya tidak bisa diganggu gugat oleh laki-laki lain.
"Kamu jangan macam-macam, besok kamu akan menjadi istriku dan putuskan hubunganmu dengan Rama!"
Devano menarik kembali tangan Karina dan mengatakan kata-kata itu dengan nada pelan namun begitu mencekam, supaya kedua orang tuanya tidak tahu-menau tentang apa yang sedang dibicarakan.
"Kalau aku tidak mau bagaimana?"
Tantang Karina dengan mendekatkan wajahnya ke arah Devano, yang membuat jantung Devano semakin berdetak kencang saja.
Sepertinya, setelah ini aku harus pergi ke dokter untuk konsultasi Aku tidak mau mati muda karena serangan jantung!!
Devano baru pertama kali merasakan sesuatu yang aneh di dalam dadanya, ia mengira jika dirinya terkena penyakit jantung padahal itu adalah tanda-tanda orang jatuh cinta.
Cup
Plakk
Dengan cepat Karina menampar pipi Devano, kali ini ia tidak akan tinggal diam jika Devano memperlakukannya dengan tidak baik.
Kemudian gadis cantik itu meninggalkan Devano yang masih melongo dengan apa yang sudah dilakukannya, dengan tangan Devano yang masih memegang pipinya, panas terasa karena tamparan dari Karina tetapi Devano tersenyum penuh kemenangan, karena ia akan membuat Karina jatuh cinta padanya.
Sementara Karina dengan wajah kesal menemuhi Mamahnya dan Mamah nya Devano di dalam butik, tentu saja ia pura-pura tersenyum.
"Maaf aku terlambat."
Ucap Karina yang dengan cepat menarik tangan Mamanya dan juga Mamanya Devano, lalu salim. Gadis cantik itu memang diajarkan sopan santun kepada orang tua.
__ADS_1
"Tidak apa-apa sayank, Mama tahu pastinya kamu mengerjakan tugas dulu di sekolahan."
Nama Rossa tersenyum, perempuan cantik itu beruntung sekali mendapatkan menantu seperti Karina, yang mana selain cantik Karina juga dari keluarga yang terpandang dan kaya raya, sejajar dengan keluarganya. Yang pastinya ini adalah impian dari Mama Rosa sejak dulu, menikahkan Devano dengan anak dari pengusaha yang sukses supaya sama-sama derajatnya, maklumlah Mama Rossa berasal dari kalangan keluarga terpandang, begitupun juga dengan papa Tommy yang mana mereka hanya mempunyai Devano satu-satunya dan tentu saja menginginkan istri Devano itu yang jelas dari bibit, bebet dan bobotnya.
Sedangkan Mama Mila, perempuan itu hanya tersenyum tipis karena ia tahu apa yang dilakukan oleh putrinya hingga sampai telat ke sini dan tentu saja kebiasaan Karina setiap pulang sekolah pastinya main dulu dengan Rama.
"Sayank coba baju ini kalau tidak pas nanti bisa disesuaikan dengan tubuh kamu."
Karina mengangguk, kemudian mengambil pakaian yang sudah diserahkan padanya itu lalu Mamah Mila mengikuti Karina dari belakang.
"Rin, kamu jangan macam-macam! besok kamu menikah dengan Devano."
Karina memicingkan matanya dan melihat ke arah Mamanya, ia tahu arah pembicaraan dari Mamahnya itu.
"Aku tidak macam-macam Mah, Aku tidak mau menikah dengan Devano, Mama dan Papa yang sudah memaksa aku untuk menikah dengan laki-laki itu, aku tidak cinta dengan Devano."
"Cinta atau tidak cinta, kamu dan Devano harus menikah besok, apa kamu lupa apa yang terjadi dengan kamu kemarin malam? oke memang kamu masih perawan dan Devano belum merenggut keperawanan kamu tetapi Devano sudah melakukan sesuatu yang pastinya itu tidak dibenarkan dalam keluarga kita, Devano sudah melihat semua bentuk tubuh kamu, bahkan ia juga sudah merasakan bagian terpenting dari kamu, apa kamu mau Devano tidak bertanggung jawab dengan apa yang sudah dia lakukan? Atau kamu mau jika Devano menyebarkan aib kamu ke semua orang?"
Karina diam sesaat, jika ia boleh memilih ia akan memilih untuk tidak mau menikah dengan Devano dan ia menyesal karena sudah datang ke pesta ulang tahun Susan kemarin malam, yang nyatanya itu adalah awal bencana buat dirinya.
"Tapi Mah, kan nggak ada orang tahu .. hanya aku dan Devano saja, aku tidak mencintai dia Mah ... bagaimana kalau anak Mama yang cantik ini nanti disiksa setelah menikah dengan Devano? Mama tahukan Devano itu seperti apa dan pastinya Devano itu bukan laki-laki yang baik."
"Mama memang belum mengenal Devano, tetapi Mama mengenal keluarga Devano yang pastinya Mama yakin jika keluarga Devano akan memperlakukan kamu dengan baik dan juga dengan penuh kasih sayang. Lagi pula, apa sih yang kamu cari selama ini, tampan .. Devano memiliki... kaya raya tentunya sudah jelas, kalau cinta... Mama yakin nanti juga kamu akan cinta dengan sendirinya."
Karina menggelenggkan kepalanya, lagi lagi ia harus menerima pernikahan ini dengan cara terpaksa.
"Tapi aku mencintai Rama, Mah."
"Putuskan hubungan kamu dengan Rama dan mulailah kehidupan baru, kamu dengan Devano. Mama yakin pasti Rama akan mengerti dengan keputusan yang kamu buat. Dan mama tidak mau mendengar apapun dari mulut kamu tentang pernikahan ini, yang jelas Mama hanya ingin melihat kehormatanmu dijaga oleh laki-laki yang sudah lebih dulu melihat bentuk tubuh kamu yang polos."
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Mama Mila meninggalkan Karina dan membiarkan Karina untuk mencoba pakaiannya sendiri sembari memikirkan kata katanya supaya Karina bisa dengan ikhlas menerima pernikahan dengan Devano.