
Tentu saja setelah melihat Devano masuk ke dalam kamar mandi, Karina turun dari atas ranjang, itu lalu mencoba untuk keluar dari kamarnya pastinya ia masih mengira jika dirinya saat ini diculik oleh Devano.
"Shitt!! Kenapa dikunci? awas aja kamu pak guru killer!! Aku pastikan dengan pembalasanku!!"
Ya masih dengan mabuk berat, Karina mencoba untuk membuka pintunya kembali meskipun ia sudah tahu jika pintu nya itu dikunci tetapi siapa tahu dengan kekuatannya, Karina bisa membuka pintu itu sendiri tetapi kenyataannya mustahil karena pintu itu tetap terkunci dan Karina tidak bisa keluar dari kamar.
Lagi lagi Karina juga belum mengingat jika dirinya sudah menikah dengan Devano dan sudah beberapa hari ini tinggal di kamar ini tentu saja pikiran Karina pada saat ini masih mengira jika Devano menculik nya dan memutuskan untuk kabur dari kamar ini.
Begitu frustasinya Karina kali ini, ia langsung saja bersandar di pintu dan nantinya ia menunggu sampai Devano keluar dari kamar mandi dan akan kabur dari sini yang pastinya sampai sekarang Karina benar-benar mabuk, ia tidak sadar dengan apa yang dilakukannya.
Ceklek
Devano yang sudah selesai mandi langsung saja keluar dari kamar mandi, laki-laki itu hanya melilitkan handuk sebatas pinggangnya saja karena sudah kebiasaan Devano seperti itu, jika tidak membawa baju ganti di kamar mandi.
Lagian tidak masalah, toh yang ada di dalam kamar itu adalah istrinya sendiri yang pastinya sah-sah saja jika Karina melihatnya.
Deg
Karina yang melihat pintu kamar mandi terbuka langsung saja mengedarkan pandangan matanya ke depan tentu saja ia kaget dan melototkan matanya ketika melihat seseorang laki-laki yang dengan bentuk tubuh yang begitu mempesona dan juga otot-otot perut yang terlihat menggoda yang menambah ketampanan dari Devano saja.
Tetapi sejenak Karina memalingkan wajahnya untuk tidak melihat ke arah Devano. Jujur saja melihat Devano seperti itu Karina menjadi terpesona, ia yang mabuk seketika sadar dengan penglihatannya yang entahlah dirinya begitu lucu, tidak mengingat statusnya sebagai istri Devano tetapi melihat ketampanan dan bentuk tubuh Devano, tentu saja sesuatu yang menggelitik yang membuat Karina ingin sekali melangkah mendekati Devano, tetapi sayang sekali Karina mencoba untuk tidak ke sana.
"Pak bukan pintunya, Aku mau keluar ... bapak jangan mencoba untuk menculik dan memperkosa aku, nanti aku aduin bapak kepada kedua orang tuaku.. awas saja tidak boleh menculik anak di bawah umur."
__ADS_1
Devano yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung saja tersenyum mendengar ucapan dari Karina. Devano masih tidak menyangka jika Karina belum sadar dengan keadaan saat ini yang mana Karina sudah menjadi istrinya bahkan Karina masih berpikir jika ia menculiknya.
"Menculik gadis di bawah umur? kamu tidak sadar Karina, kamu itu sudah menikah dengan aku dan pastinya kamu sudah beberapa hari ini tinggal di rumah ini, lagipula juga tidak masalah jika aku macam-macam sama kamu tentu saja kamu halal untuk aku!!"
Sepertinya Devano masih gemes dengan istrinya, bisa-bisanya Karina belum sadar betul dengan apa yang dilakukannya, masih mabuk bahkan berpikir untuk kabur dari kamar ini.
Hingga Devano melangkahkan kakinya untuk mendekati Karina, ia tahu jika istrinya terpesona melihat bentuk tubuhnya dan mungkin inilah saatnya jika Devano akan memiliki Karina seutuhnya.
"Apa aku harus memperkosa Karina dan membuat Karina menjadi milikku seutuhnya? kalau iya.. tidak masalah, karena Karina sudah sah menjadi istri ku dan aku sangat mencintai Karina."
Terlintas di benak Devano Deng apa yang akan dilakukannya terlebih lagi melihat istrinya yang sedang kacau seperti ini, bukan memanfaatkan keadaan tetapi sepertinya memang keberuntungan sedang berpihak kepada Devano.
Grepp
Setelah berpikir dan juga menimbang segala sesuatu, Devano akhirnya mendekati Karina kemudian dengan cepat memeluk tubuh Karina.
Devano juga menahan tangan Karina supaya istrinya itu tidak memberontak, karena ia yakin jika Karina mendapatkan serangan seperti ini pastinya kaget dan sudah dipastikan jika Karina tidak ingin dipeluk olehnya.
"Mau apa? coba sekarang aku tanya sama kamu.. jika sepasang suami istri berada di dalam kamar itu apa yang dilakukan? Terlebih lagi kamu dan aku sudah melewatkan malam pertama dan pastinya malam ini aku ingin meminta hak ku sebagai suami kamu dan kita akan melakukan malam pertama yang sudah tertunda."
Glekk
Karina menegak ludahnya sendiri tentu saja ia paham betul dengan ucapan Devano meskipun ia mabuk tetapi ia bisa mendengar dan mengerti maksud dari ucapan dari Devano itu.
__ADS_1
"Jangan macam-macam Pak! siapa juga yang sudah menikah dengan bapak? Bapak ngaco! bapak di sini menculik Aku dan ingin memperkosa aku, kalau begitu aku teriak saja supaya bapak melepaskanku, pastinya semua orang di sini akan mendengar teriakan ku dan menyelamatkanku."
"Haha teriak saja sayank, tentunya teriakanmu tidak akan terdengar oleh orang di luar sana, meskipun mereka mendengarnya tetapi mereka juga tidak peduli karena mereka tahu Kamu adalah istriku. Makanya jangan keseringan mabuk hingga kamu tidak ingat statusmu yang saat ini menjadi istri dari seorang Devano."
Karina mencoba untuk melepaskan pelukannya tetapi tangan Devano dengan cepat menahan tangan Karina dan menghimpit tubuh Karina hingga akhirnya Karina pasrah karena ia sama sekali tidak bisa berbuat apa apalagi, bahkan sekedar menggerakkan tubuhnya saja Karina tidak mampu.
Cup
Gemas dengan istrinya tidak bisa diam dan mencoba kabur, Devano dengan cepat menarik dagu Karina dengan lembut kemudian memberikan ciuman manis di bibir Karina.
Ini memang bukan pertama kalinya Devano mencium Karina, yang entahlah mungkin bisa dihitung dengan jari Devano melakukan itu keras Karina tetapi kali ini Devano akan sungguh-sungguh untuk menuntaskan semuanya, bukan hanya setengah-setengah saja tetapi ia akan benar-benar memiliki Karina.
Dengan sangat lembut dan menuntun, bibir Devano mulai mencium bibir Karina, bukan hanya ciuman saja yang dilakukan di bibir manis itu tetapi Devano juga *****@* bibir Karina dengan sangat rakusnya.
Karina sendiri hanya melototkan matanya dan memandang wajah Devano, gadis cantik itu tidak membalas apa yang dilakukan oleh Devano, hanya sedikit kaget dengan benda kenyal yang saat ini menempel di bibirnya.
Devano tersenyum, mungkin saja Karina memang kaget dengan serangan mendadak dari nya, tapi Devano juga tidak akan tinggal diam, ia akan mencoba membuat Karina memabalas semua perlakuannya.
Hingga akhirnya Devano sudah berhasil menggigit bibir bawah Karina, tentu saja dengan cepat Karina membuka bibir itu, hingga Devano bisa menguasai semua yang ada di dalam mulut Karina, membelit dan juga mengeksplor setiap inci yang ada di dalam bibir itu.
"Euhhh...."
Mendapat serangan yang brutal dari Devano membuat Karina tidak bisa menolak dengan apa yang sudah dilakukan oleh suaminya, gadis cantik itu juga perlahan-lahan mulai membalas ciuman panas dari Devano dan mengikuti setiap permainan yang dilakukan oleh Devano dengan sangat apik.
__ADS_1