
"Seriusan loh Van? lo nggak lagi halu kan?"
Sepertinya salah satu teman dari Devano itu tidak percaya dengan apa yang baru saja diceritakan oleh Devano. Ya pada akhirnya Devano menceritakan semuanya daripada Mereka bilang jika Devano semalam habis melakukan adegan bagi Tuhan dengan wanita bayaran lebih bakti fenomenal menceritakan semuanya yang telah terjadi meskipun itu sebenarnya privasi bagi Devano tetapi tidak masalah atau Mereka berdua adalah sahabat baik Devano dan tidak mungkin akan membocorkan semuanya.
Terlebih lagi Devano ceritanya tidak sampai bagian inti-intinya tidak sampai di mana ia sudah merasakan sesuatu yang begitu nikmat hanya sekilas saja dari awal ia kehilangan Karina mencari Karina lalu menemukan Karina hingga akhirnya berakhir di atas ranjang.
Yang pastinya kedua sahabat Devano itu masih tidak percaya dengan apa yang dimanu lakukan terlebih lagi Devano laki-laki yang tidak sama sekali mengenal seorang perempuan bahkan tidak pernah pacaran sama sekali bisa melakukan sesuatu seperti itu bahkan dari cerita Devano mereka yakin pastinya Devano semalam itu bukan hanya meniduri Karina satu atau dua ronde saja namun beberapa kali walaupun Devano sendiri tidak bercerita tetapi dari laut jadi panas sudah membuktikan jika laki-laki itu benar-benar ganas semalam di atas ranjang.
"Kalau nggak percaya ya udah yang intinya gue sudah berhasil memiliki Karina seutuhnya dan pastinya setelah ini gue yakin jika Karina tidak akan berpikir untuk meminta pisah dari gue."
"Hebat nggak nyangka lo bisa ngelakuin seperti itu?"
"Kalian pikir gue ini yang tidak suka dengan perempuan anak saja sudah ada yang halal ngapain tidak dimanfaatkan lagi pula bukannya kemarin kalian berdua yang menyarani supaya gue nidurin Karina supaya Karina tidak akan ninggalin gue dan itu sudah gue lakukan lalu mengapa kalian malah enggak percaya?"
"Bukannya nggak percaya tetapi memang rasanya aneh dan gimana gitu lo kan yang selama ini tidak pernah dekat dengan perempuan?"
"Gila!! tidak pernah dekat perempuan bukan berarti gue nggak bisa ngapa-ngapain seperti kalian ya atau jangan-jangan kalian ingin lihat gue mempraktekkan adegan itu di depan mata kalian?"
Kesal!! Apalagi lamunannya terganggu karena kedatangan dua sahabatnya malah saat ini apa yang diceritakannya itu membuat sahabatnya ragu.
__ADS_1
Tidak tahu saja jika Devano sedari tadi bercerita sambil membayangkan wajah cantik Karina dan bagaimana lakukan tubuh karena semalam alhasil membuat sesuatu di bawah sana itu berhasil bangun tentu saja Devan kelelahan jika ular pitonnya itu sudah tiba-tiba bangun dan ingin kembali masuk ke sarangnya.
"Ide bagus, gue juga penasaran bagaimana panasnya lo nidurin Karina di atas ranjang?"
"Sialan nggak pernah gue lakukan!!"
Tentunya masih kesal dengan kedua sahabatnya itu hingga akhirnya Devano memilih untuk keluar dari ruang kerjanya karena ia juga tidak mungkin menyelesaikan pekerjaannya sore ini.
Bukan karena kedatangan kedua sahabatnya saja tetapi Devano yang sudah kangen dengan istrinya dan memang tidak berencana untuk lebur malam ini lebih baik ia segera pulang ke rumah dan bertemu dengan istrinya apalagi kalau Karina mau diajak begituan lagi bener-bener terbayar sudah rasa lelah yang Devano rasakan hari ini.
"Lho katanya tadi nawarin kenapa malahan nolak? lagi pula Lo mau ke mana kita-kita Baru saja ke sini?"
"Pulang!!"
"Nah itu lo sendiri tahu, dah nongkrongnya besok-besok aja gue mau pulang dan bertemu dengan istri tercinta cinta lagi pula si ular ini sudah pengen masuk saja."
Tanpa menunggu respon atau jawaban dari kedua sahabatnya Devano segera keluar dari ruangannya itu ia tidak peduli jadi kalau kedua sahabatnya itu masih di dalam bahkan bermain di dalam ruangan yaitu tidak masalah asalkan tidak membawa perempuan lain dan main adegan panas di dalam sana saja.
Sepertinya Karina juga merasakan hal sama ke dari tadi kedua garis cantik yang berada di mall itu sudah kelelahan terlebih lagi karena ia yang awalnya ingin bersenang-senang supaya apa yang terjadi semalam itu bisa dengan mudah ialah bapa tetapi sayang sekali setelah keluar masuk semua toko dan memborong barang-barang yang entah itu diperlukan atau tidak, Karina kelelahan sendiri terlebih lagi ia yang semalam tidak tidur membuat badannya saat ini masih terlihat sakit terlebih lagi bagian bawahnya meskipun ia baru saja keluar dari salon tetapi tidak bisa dipungkiri memang sesuatu yang baru pertama kali dirasakan itu benar-benar membuatnya sedikit nyeri dan masih merasakan sesuatu yang sakit di bagian bawah.
__ADS_1
"Pulang ya gue capek banget apalagi ini hampir malam pastinya Pak Devano gak akan sampai rumah dan nanti dia cariin lo."
Karina menganggukkan kepalanya kemudian kedua perempuan cantik itu dengan kedua tangan mereka masing-masing yang membawa tendangan belanjaan langsung saja menuju ke parkiran dan masuk ke dalam mobil.
"Tapi sebelum pulang anterin gue ke rumah kita mampir dulu ke apotek."
Ya sedari tadi Karina memikirkan tentang suatu hal bagaimana jika dirinya hamil apalagi semalam Devano menyerangnya itu tidak hanya satu atau dua kali saja bahkan berkali-kali hingga tadi pagi bukan karena apa-apa tetapi karena memang karena belum ingin saja mempunyai anak dan masih ingin bermain-main di luar sana terlebih lagi apa yang dilakukan oleh Devano semalam itu hanya sebuah perkosaan saja bukan dari dalam hati karena sendiri yang nyatanya memang Karina belum sama sekali mencintai Deva no 100% mungkin ada sedikit rasa untuk defano tapi tidak semurup hatinya ia berikan kepada laki-laki itu.
"Mau ngapain?"
Pastinya Sintia mengeryitkan alisnya pasalnya ia tidak tahu apa-apa ke kenapa sahabatnya itu meminta mampir dulu ke apotek bukannya tadi selama di salon sudah diberikan terapi yang pastinya sudah membuat bagian bawah Karina itu sedikit membaik.
"Cari pil kontrasepsi!!"
"Ha?"
Jelas saja Sintia melongo mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh sahabatnya itu bisa-bisanya karena berpikiran seperti itu.
"Kenapa? wajar kan kalau gue cari itu? gue masih sekolah nggak mungkin juga gue hamil.."
__ADS_1
"Bukan masalah wajar atau enggaknya tapi jika nanti pak Devano tahu bisa-bisa dia marah benar sama elu Pak Devano itu laki-laki dewasa umurnya sudah matang dan cukup untuk memiliki anak lagi pula sekolah itu juga milik Pak Devano sendiri yang jelas mau Lo hamil atau enggak itu juga nggak masalah, meskipun lo hamil juga semuanya akan teratasi dan lo masih bisa sekolah.
"Pintar!! tapi masalahnya nggak sesimpel itu Sintia? gue belum pikiran ke arah sana dan pastinya gue belum siap untuk hamil."