
Karina mendengus kesal, pertanyaan apa yang ditanyakan oleh sahabatnya itu kepadanya yang mana Karina sendiri sejatinya tidak mau menjawab apa yang ditanyakan oleh Sintia.
"Woi .. kenapa diam aja! gue nanya bukan sekilas info atau pun seperti mbak-mbak yang ada di berita televisi."
Sepertinya bukan hanya Karina saja yang kesal tetapi Sintia juga yang sedari tadi ia menanyakan secara panjang dan lebar kepada sahabatnya itu tetapi mengapa Karina malah hanya diam saja meskipun Sintia tahu sedari tadi juga sahabatnya itu enggan untuk memberikan jawaban atas pertanyaannya.
"Pertanyaan lo itu tidak berbobot dan juga sepertinya gue sudah menjelaskan panjang dan lebar sama lo jika tidak terjadi sesuatu malam itu."
Bohong Karina yang mana ia sendiri malah membayangkan bagaimana panasnya ciuman di mana malam itu meskipun Karina saat itu mabuk tetapi ia masih bisa merasakan sentuhan sentuhan yang diberikan oleh Devano.
"Serius, gue nggak percaya?"
Tentu saja bukan hanya dari ucapan Karina saja yang membuat Sintia tidak percaya, tetapi dari ekspresi wajah Karina. Sintia sudah berteman baik dengan Karina bahkan semenjak masih bayi dan dengan ekspresi wajah Karina seperti itu menandakan jika sahabatnya saat ini tidak berbicara secara jujur dan apa adanya melainkan memang sengaja menyembunyikan Apa yang sebenarnya terjadi.
"Terserah!"
__ADS_1
Jawab Karina dengan singkat bahkan ia sepertinya enggan untuk membahas masalah Devano apalagi yang menyangkut tentang suami itu, Karina benar-benar muak dan ingin lepas dari pernikahan konyol yang benar-benar membuatnya menjadi seperti ini.
"Tapi ngomong-ngomong gue penasaran mengapa Rama begitu mudahnya melepaskan lo? bukannya Lo dan Rama sama-sama saling mencintai atau ada sesuatu yang gue nggak tahu? ada sesuatu yang lo tutupi dari gue? atau emang ada sesuatu terjadi antara lo dengan Pak Devano?"
Sepertinya memang Sintia belum puas untuk menceritakan pertanyaan-pertanyaan kepada sahabat nya itu yang mana ia sendiri sedikit penasaran mengapa Rama begitu cepatnya memutuskan hubungan, kalau saja tidak terjadi sesuatu antara Karina dengan Devano pastinya Rama akan mempertahankan hubungannya dengan Karina apalagi Karina sudah mengatakan masih sangat mencintai Rama dan mengatakan jika setelah lulus dari sekolah ini Karina akan meminta pisah dari Rama.
Karena diam, saat sepertinya memang ia tidak perlu mengatakan apapun kepada sahabatnya itu tetapi Karina lupa siapa Sintia yang mana apa yang ada di dalam benak Sintia itu pastinya Karina bisa tahu, begitu juga dengan sebaliknya.
"Apa jangan-jangan lo pernah ciuman mesra dengan Pak Devano atau Pak Devano sudah ***** ***** Lo?"
"Diam berarti iya.. astaga Karin bagaimana rasanya? Gue yang membayangkan bisa bersama dengan Pak Devano ternyata lo malahan yang menjadi istrinya apalagi sudah mendapatkan ciuman manis dari Pak Devano dan gue yakin jika ciuman yang diberikan pak Devano itu adalah ciuman pertama lo."
Kembali lagi Karina tidak bersuara, ia memejamkan matanya mengingat betapa panasnya ciuman bersama Devano yang dilakukan beberapa hari ini dan entahlah semakin ia mengingatnya semakin ia sendiri bingung dengan apa yang ada di dalam dirinya. Jujur saja, meskipun ia terpukul dengan putusnya hubungan dengan Rama tetapi memang benar jika secuil hatinya ada nama Devano saat ini tetapi Karina enggan mengakuinya.
"Diamlah, berisik!! Kalau nggak gue turun di sini!!"
__ADS_1
Karina mencoba mengancam Sintia tetapi sahabatnya itu malah cekikikan sendiri, yang mana memang maksud dari tadi Sinta ingin menguji apakah memang benar di dalam hati Karina itu ada benih-benih cinta untuk pak Devano atau memang benar jika Karina benar-benar tidak mencintai laki-laki itu.
"Oke siap, jadi gue nggak akan bicara lagi dan pastinya kita akan habiskan uang yang ada di kartu suami lo untuk bersenang-senang, jarang-jarang kita berdua shopping dan tentunya gue nggak mau kalau hanya makan saja, gue juga minta dibayarin beli barang-barang yang branded."
Bukannya Sintia takut dengan ancaman Karina tetapi ia lebih menjaga mood Karina yang sepertinya benar-benar buruk jika ia membahas tentang Devano hingga akhirnya Sintia mengalah saja dan mengalihkan pembicaraannya dengan rencananya yang akan mengunjungi model akan memborong barang-barang branded.
Sementara Devano, laki-laki tampan itu yanh memang sadari tadi menunggu istrinya keluar dari kelas, Devano bahkan sudah menghubungi assistant di perusahaan untuk memundurkan jadwal meetingnya yang akan dilakukan sore ini.
Bukan tanpa alasan, Devano ingin mengawal istrinya bukan karena ia tidak percaya dengan istrinya tetapi hatinya tidak tenang jika Karina belum pulang ke rumahnya, ia masih ada sedikit rasa yang mengganjal di dalam hatinya, mungkin memang benar jika perasaan Devano terlalu berlebihan untuk Karina tetapi itulah Devano yang apa adanya jika Devano sudah mencintai seorang wanita maka ia tidak akan melepaskan perempuan itu walaupun Devano harus meluluhkan hati perempuan itu dengan caranya sendiri dan belum tentu juga perempuan itu akan membalas cintanya tetapi Devano akan berjuang keras, mungkin berusaha untuk bisa mendapatkan hati Karina.
Setelah melihat Karina masuk ke dalam mobil Sintia , dengan cepat laki-laki itu juga masuk ke dalam mobilnya kemudian mengikuti mobil Sintia dari belakang meskipun jaraknya lumayan jauh karena memang Devano sengaja menjaga jarak antara mobilnya dengan mobil Sintia supaya Karina tidak akan curiga, tetapi Devano masih bisa mengikuti pergerakan mobil Sintia karena sebelum Sintia melajukan mobilnya, laki-laki itu sudah mengirimkan pesan kepada sahabat istrinya untuk pelan-pelan mengemudikan mobil.
Aku akan menjaga apa yang menjadi milikku dan tidak akan membiarkan orang lain memilikinya meskipun aku harus berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkan hati kamu Karina...
Sepertinya memang Devano harus berjuang sekuat tenaga untuk meluluhkan hati Karina, karena ia melihat Karina yang sangat mencintai Rama meskipun Devano juga tahu di dalam hati Karina juga ada nama nya, namun mungkin saja Karina belum terbiasa dengan perlakuan dan sikap manisnya dan juga pernikahan ini yang kesannya mendadak dan juga paksaan padahal Devano sama sekali tidak terpaksa untuk menikahi Karina karena memang sejak pandangan pertama ia menarik tubuh Karina, memandang wajah cantik Karina sudah tertarik dengan gadis cantik itu tetapi ia sendiri ragu untuk memulai suatu hubungan karena Devano yang belum pernah sama sekali berpacaran dan belum pernah dekat dengan seorang perempuan.
__ADS_1
Devano tersenyum lega ketika mobil Sintia sudah masuk ke halaman parkiran mall di mana saat ini Devano memang sengaja tidak mengikuti kedua gadis cantik itu untuk masuk ke dalam mall, hanya memastikan saja supaya Karina benar benar aman meskipun Devano sudah meminta semua anak buahnya untuk berjaga-jaga, melindungi dan juga mengawasi Karina.