
Devano yang ingin menemui istrinya karena ada sesuatu yang disampaikan, ia mencari Karina ke kelasnya tetapi sayang sekali istrinya itu tidak berada di kelas, lalu Devano berbalik badan dan tidak sengaja ia berjalan menuju ke taman belakang sekolah dan di sana ia melihat Kinara sedang berpelukan dengan Rama.
Hati siapa yang tidak sakit melihat istrinya berpelukan dengan laki-laki lain padahal baru saja beberapa menit yang lalu keduanya saling mencurahkan perasaannya meskipun belum ada kata cinta yang terucap dari bibir Karina tetapi dengan sambutan bibir Karina yang ikut mencium bibirnya dengan penuh kehangatan membuat Devano berpikir jika Karina mempunyai rasa padanya.
Deg
Devano memegangi dadanya yang terasa sakit laki-laki itu diam sejenak melihat pemandangan yang seharusnya tidak dilihat.
Andai saja ia tadi tidak mencari Karina sampai ke sini dan hanya menitipkan pesan saja, hatinya juga tidak sesakit ini tetapi kalau tidak begini Devano juga tidak akan berbuat lebih dari ini.
Ia sudah terlanjur hatinya sakit melihat apa yang ada di depannya, Devano berpikir keras untuk segera mengumumkan pernikahannya dengan Karina meskipun itu hanya di depan Rama saja
Ia yang semula ingin mengajak makan malam istrinya nanti malam di sebuah restoran mewah dan memberikan kejutan untuk istrinya akhirnya Devano mengurungkan niatnya, ia akan bertemu dengan Rama dan tentu saja dengan Karina di sana meskipun bukan makan malam yang romantis tetapi ada sebuah kejutan yang mana Devano akan memberitahukan kepada Rama jika dirinya dan Karina sudah menikah supaya Rama bisa memutuskan Karina dan tidak menjalin hubungan dengan istri orang.
Meskipun terlihat jahat tetapi tidak masalah, toh juga memang kenyataannya seperti itu jika saat ini Karina adalah istrinya, jika dibiarkan berlarut-larut maka karina tidak tahu dengan kewajiban yang harus dilakukan sebagai istri dari seorang Devano dan masih terus menjalin hubungan dengan Rama.
Apalagi sampai kedua orang tua Karina dan kedua orang tua Devano tahu pasti itu tidak akan baik.
Tidak mau melihat pemandangan yang seperti itu akhirnya Devano membalikkan badannya, ia pergi dari taman belakang dan menuju ke ruangannya sendiri.
__ADS_1
Sementara Karina yang merasakan ada seseorang yang melihatnya, langsung saja melepaskan pelukan Rama, ia sepertinya melihat sosok Devano yang berdiri melihatnya dan tentu saja itu membuat Karina menjadi khawatir.
Belum lagi permasalahannya dengan Rama selesai ia tidak mau membuat Devano marah-marah padanya dan juga cemburu, apalagi ia juga belum yakin dengan perasaan ini.
"Aku mau ke kelas dulu Ram."
Ujar Karina setelah ia melepaskan pelukannya. Perempuan cantik itu tidak mau berlama-lama berdua dengan Rama, ia juga harus menjaga perasaan Devano yang saat ini sebagai suaminya.
Entah darimana Karina bisa berpikir seperti itu dan menjaga perasaan Devano terlebih lagi dengan statusnya saat ini sebagai istri dari Devano. Padahal dulunya ia masa bodoh dengan suaminya itu namun setelah sehari semalam tidak bertemu perasaannya menjadi aneh apalagi setelah Devano menciumnya dan juga Karina membalas ciumannya sepertinya ada sesuatu yang mengusik di dalam hatinya yang meminta ingin bersama dengan Devano.
"Aku ikut, aku akan memberi pelajaran kepada Dirga supaya dia tidak mengganggu kamu lagi."
Karena menggeleng, permasalahan nya bukan Dirga tetapi Devano dan tidak mungkin jika nanti antara Dirga dan Rama akan terjadi adu jotos.
"Jadi kamu lebih membela Dirga daripada aku?"
Entah setan dari mana yang membuat Rama membentak Karina, ia sepertinya tidak suka jika Karina lebih memilih Dirga daripada dirinya, bukannya apa-apa sepertinya kedatangan Dirga itu membuat ancaman bagi Rama yang mana Karina tidak pernah bersikap seperti ini tetapi sejak kedatangan Dirga, Karina menjadi berubah.
Padahal tidak tahu saja yang membuat perubahan dalam diri Karina itu bukanlah Dirga, tetapi Devano ...ya Devano yang statusnya saat ini sebagai suami Karina.
__ADS_1
"Bukan begitu, hanya saja aku tidak mau membuat kalian berdua ribut, toh juga tidak pantas kalian berdua memperebutkan aku."
"Tetapi kamu adalah pacarku dan aku tidak mau jika ada laki-laki lain yang mengganggu kamu, meskipun dia adalah teman kecil kamu."
Masih dengan nada suara yang tinggi yang membuat Karina seketika memandang ke arah Rama, ini adalah pertama kalinya Rama melakukan seperti itu, entah setan dari mana yang sudah merasuki hati dan pikiran Rama.
"Ya sudah jika kamu tidak mau nurut sama aku, lakukan saja tapi setelah itu jangan pernah temui aku lagi!"
Ancam Karina di depan Rama dengan matanya yang saat ini memandang tajam ke arah Rama, ia harus melakukan itu supaya tidak terjadi pertengkaran antara Rama dan Dirga.
Tidak mendapatkan respon apapun dari Rama, Karina dengan segera pergi meninggalkan Rama bahkan tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh pacarnya itu yang jelas Karina sudah memperingatkan, jika Rama tetap bersikeras untuk menemui Dirga nantinya, jangan harap Karina mau bertemu dengan Rama.
Semua itu dilakukan supaya menjaga hubungan antara Rama dan Dirga karena bukan semata-mata Dirga yang sudah mengusik hubungannya melainkan Devano sendiri yang mana Karina belum bisa jujur dengan hatinya bahkan ia tidak bisa jujur kepada Rama tentang apa yang sudah terjadi.
Karena, ia yang sudah pergi meninggalkan taman itu lalu melintas di ruangan Devano di mana ia penasaran apakah memang benar suaminya yang tadi berada di taman dan melihat dirinya berpelukan dengan Rama atau ada orang lain?
Belum sampai Karina di depan ruangan Devano tapi pandangan matanya sudah tertuju ke arah Devano yang saat ini tersenyum manis dengan seorang guru yang tentu saja masih single dan juga belum menikah.
Seketika Karina menjadi cemburu, ia marah kenapa Devano bisa bersikap manis kepada perempuan lain tetapi kepada dirinya Devano sendiri bersikap acuh bahkan sering memarahinya, hanya tadi siang Devano baru bersikap lembut, itu saja jika ada maunya.
__ADS_1
Sedangkan Devano, ia melirik sekilas ke arah di mana Karina yang saat ini berdiri, tentu saja bukan Devano tidak tahu keberadaan Karina tapi ia pura-pura saja tidak melihat ke arah Karina yang mana ia malah asyik ngobrol-ngobrol dengan Bu guru cantik yang sepertinya menaruh rasa pada dirinya.
Bagaimana perasaanmu Karin, jika kamu melihat aku ngobrol-ngobrol dan tertawa lepas dengan perempuan lain pasti kamu cemburu dan itupun yang aku rasakan jika aku melihat kamu berdua dengan Rama, padahal kamu sendiri adalah istriku tetapi kamu masih berhubungan dengan laki-laki lain.. bukannya aku sengaja untuk membalas kamu tetapi supaya kamu bisa berpikir lebih jauh lagi tentang hubungan kita dan tidak menyepelekan tentang pernikahan.