
Melihat penampilannya dan juga penampilan Devano saat ini, Karina otomatis melototkan matanya, gadis yang sudah tidak gadis lagi itu langsung menggelengkan kepalanya pelan dan langsung menatap tajam ke arah Devano.
Meskipun sebenarnya itu adalah hal yang wajar dilakukan oleh sepasang suami istri tetapi saat ini Karina belum benar-benar mencintai Devano dan tidak mungkin secara sadar ia menyerahkan tubuhnya untuk laki-laki yang Karina sendiri belum bisa yakin jika Devano juga mencintainya, meskipun Devano sudah berulang kali menyatakan cinta kepadanya tetapi Karina masih ragu, Karina belum percaya sepenuhnya jika laki-laki itu mencintainya atau hanya karena rasa pertanggungjawaban dulu saja yang menyebabkan Devano seperti ini.
"Kenapa sayank apa yang terjadi?"
Tentu saja mendengar teriakan dari Karina, Devano seketikan panik, laki-laki itu yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung menghampiri istrinya takut terjadi sesuatu dengan Karina atau Karina membutuhkan sesuatu.
"Apa yang bapak lakukan semalam?"
Devano tersenyum penuh kemenangan, ia kira terjadi sesuatu dengan istrinya tetapi Karina berteriak karena baru sadar dengan apa yang terjadi semalam, tentu saja Devano akan menceritakan secara detail dengan apa yang dilakukan bersama dengan Karina semalam tetapi tidak dengan kata-kata namun melainkan dengan sesuatu yang Devano sendiri sudah ingin mengulanginya lagi.
Ya padahal Devano tidak mempunyai niatan sedikitpun untuk mengulang kegiatan panas semalam, karena pagi ini ia yang sudah mandi dan tentu saja ingin membangunkan Karina untuk segera membersihkan diri tetapi siapa sangka melihat wajah istrinya begitu menggemaskan meskipun sedikit jutek dan juga pundak Karina yang terlihat itu, membuat h@srat Devano kembali naik, laki-laki itu dengan cepat langsung saja mendekati Karina, bahkan ia tidak segan ingin menarik selimut yang menutupi tubuh Karina.
"Kamu mau tahu apa yang aku lakukan semalam? oh tidak tentu saja tidak hanya aku tetapi kita.."
Dengan cepat Devano menarik selimut Karina, meskipun Karina sudah menutupinya tetapi tenaga Devano terlalu kuat untuk itu, hingga akhirnya Devano saat ini sudah berada di atas tubuh Karina, dan mengungkung tubuh indah Karina.
__ADS_1
"Lepas Pak, bapak tidak seharusnya melakukan ini kepada saya, bapak tidak ingat jika bapak adalah guru saya dan saya adalah murid bapak? dan tentu saja saya tidak mencintai bapak begitu juga dengan bapak.."
Sayang sekali Karina mengatakan itu dengan memalingkan wajahnya, ia tentu saja tidak mau terpesona dengan suaminya yang saat ini sudah berada di depannya dengan jarak yang terlalu dekat, terlebih lagi dengan posisi Karina saat ini, Karina yang sudah tidak memakai apa-apa lagi karena selimutnya sudah berhasil dilepas oleh Devano dan dengan Devano yang setengah tel@njang yang membuat pikiran-pikiran Karina kembali ke dalam kejadian semalam.
"Aku tidak lupa jika kamu muridku dan aku adalah guru kamu tetapi status kita saat ini adalah suami istri dan pastinya saja jika aku meniduri kamu bahkan itu adalah adalah hakku, Jadi kamu masih tanya lagi apa yang semalam kita lakukan? Oke kalau begitu akan aku buat kamu mengingat tentang kejadian semalam..."
Tanpa banyak bicara lagi, dengan cepat Devano mencium bibir Karina, laki-laki itu juga sudah mengarahkan tangannya untuk memberikan sentuhan sentuhan lembut di tubuh Karina, bukan hanya kedua benda kenyal Karina saja yang menjadi sasaran Devano saat ini, tangan Devano juga sudah menari nari di bawah sana, di inti Karina yang membuat Karina langsung saja menggelinjang hebat dan mengeluarkan suara-suara yang membuat Devano semakin bersemangat untuk melakukan lagi lagi dan lagi.
Ya seperti semalam, Devano benar-benar melakukannya, sebelum ke tahap intinya... Devano melakukan pemanasan dahulu, karena tidak ingin menyakiti istri kecilnya itu dan juga Devano candu dengan sentuhan-sentuhan yang ia berikan kepada istrinya itu.
"Ah...."
Karina mengeluarkan suara suara merdunya kemudian Devano dengan cepat memberikan santuhan sentuhan lembut supaya sesuatu dibawah Karina keluar dan tentu saja Karina saat ini pasrah dengan apa yang dilakukan oleh suaminya karena ia meminta lepas pun Devano tidak akan mendengarkan dan tidak akan melepaskan Karina. Kalau berontak juga percuma karena tenaga Devano sangat kuat sekali sehingga Karina tidak bisa lepas dari Devano.
Apalagi sentuhan-sentuhan lembut yang diberikan oleh Devano sudah membuat Karina candu,nJujur saja Karina candu dengan apa yang dilakukan oleh Devano. Devano bisa membuatnya melayang terbang, yang nyatanya memang apa yang dilakukan benar-benar membuat Karina tidak berdaya, menerimati setiap sentuhan lembut dan juga sesuatu yang mulai tidak bisa terkendalikan di bawah sana.
Kembali lagi, Devano sudah tidak sabar untuk masuk ke dalam inti Karina, dan langsung saja melalukan tugas nya pagi ini . Devano yang menginginkannya lagi, terlebih istrinya yang menggemaskan, dan dengan cara yang seperti itu membuat h@rsat Devano menjadi meningkat meskipun Devano sudah mandi tetapi tidak masalah lagian juga jam menunjukkan masih terlalu pagi untuk dirinya dan Karina berangkat sekolah.
__ADS_1
"Le...mphhhh"
Tentunya setelah sentuhan lembut dari Devano membuat Karina tidak berdaya, meskipun Karina memberontak dan ingin meminta dilepaskan tetapi sayang sekali kekuatan Devano sangat lah besar hingga tanpa sadar sesuatu yang sudah berubah sedari tadi menginginkan untuk kembali masuk, langsung masuk dan membuat Karina tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
Sungguh pagi ini Karina bisa merasakan sesuatu yang benar-benar berbeda tidak seperti semalam yang entahlah antara sadar dan tidak sadar, pagi ini Karina merasakan begitu nikmatnya percintaan dengan Devano tentunya dari awal Karina yang menolak tetapi tiba-tiba ia menjadi pasrah, ia malah mengeluarkan suara suara nyanyian yang merdu yang membuat Devano semakin semangat saja untuk berada di atas tubuh Karina.
"Jangan berpikir yang macam-macam, aku adalah suami kamu dan kita sah sah saja melakukan seperti ini jangan khawatir, aku bukannya sekedar ingin bertanggung jawab dengan kamu tetapi aku benar-benar mencintai kamu, cintaku untuk kamu tulus apa adanya dan memang aku sengaja melakukan ini supaya aku tidak kehilangan kamu supaya kamu tidak berpikir untuk pergi meninggalkan aku."
Di sela-sela kegiatan panasnya, Devano mengucapkan kata-kata itu yang membuat Karina tidak bisa berkutik sama sekali meskipun ia sadar sebenarnya ada secuil rasa untuk Devano tetapi untuk melakukan semua ini Karina rasanya belum siap tetapi apalah daya nasi sudah menjadi bubur bukan hanya pagi ini saja Devano melakukannya tetapi semalam Devano juga sudah melakukannya, yang entah ke berapa ronde Karina juga tidak tahu.
"Ah....."
Hingga akhirnya 1 jam kemudian Devano sudah mengerang mengeluarkan cairan hangat dan menumpahkanlahnya ke dalam rahim Karina dan berharap cairan itu akan menjadi calon anak yang memang sudah Devano tunggu tunggu kehadirannya.
Cup
"I love you jangan berpikir yang tidak-tidak.... Dan hari ini kamu tetap berangkat ke sekolah, Mas sudah dapat vitamin dan juga salep untuk mengobati bagian bawah dan pastinya tidak ada alasan untuk kamu membolos, apalagi kamu hari ini ada ulangan."
__ADS_1