Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Mau Apa?


__ADS_3

Sungguh, setelah mengatakan itu Devano langsung saja menuju ke kamar mandi dan juga tidak lupa untuk meninggalkan ciuman di kening dan juga di bibir Karina.


Karina yang ditinggalkan begitu saja hanya menggelengkan kepalanya, ia masih ingat betul dengan ucapan dari suaminya yang mana tidak mengijinkan Karina untuk balos hari ini padahal Karina sendiri merasakan jika tubuhnya sangat remuk bahkan mungkin saja untuk berjalan pun sakit tetapi Devano memang benar-benar gila, benar-benar tipe suami yang jahat yang tidak mementingkan keadaan istrinya seperti ini.


"Dasar jahat! Bisa bisanya dia memerintahkan aku untuk sekolah, padahal semalam dan pagi ini dia membuat aku seperti ini, nggak tahu apa jika aku benar-benar lelah dan juga masih mengantuk apalagi ini kaki untuk digerakkan rasanya sakit sekali!"


Ya brengseekk sekali memang Devano, tetapi Devano tidak bisa berbuat apa-apa sebentar lagi ujian kenaikan kelas akan dihadapi oleh Karina terlebih lagi istrinya itu yang tidak pandai dalam mata pelajaran matematika bahkan beberapa pelajaran nilainya sama sekali tidak memuaskan hingga akhirnya Karina harus belajar matematika dan Devano sebagai suami serta guru yang mengampu di sekolahan itu harus membantu Karina, dan tidak mengijinkan Karina bolos sekalipun.


Lagi pula apa sakit yang dirasakan Karina itu bukan sebuah penyakit, ia hanya sedikit kelelahan saja dan Devano sudah menyiapkan vitamin-vitamin yang memang sudah dari dulu ia persiapkan di lacinya, menunggu untuk momen seperti ini di mana Devano sudah membuat Karina tidak berdaya dan tentu saja semua sudah terjadi di atas meja, karena Devano tadi pagi setelah bangun tidur langsung menyiapkan semuanya.


Karina sendiri masih enggan beranjak dari atas ranjang jangankan untuk mandi, untuk turun saja dari atas ranjang kakinya seperti sulit untuk digerakkan hingga akhirnya ia memilih diam saja sembari memainkan ponselnya.


Bagaimana perasaan Karina? Karina sendiri tidak tahu, entahlah jangan ditanyakan lagi ia sendiri bingung. Terlebih lagi sesuatu yang dijaganya untuk benar-benar orang yang dicinta Karina, kini sudah hilang bahkan Karina juga menikmati apa yang sudah dilakukan oleh Devano . Apakah Karina akan luluh dengan apa yang dilakukan Devano? tentu saja jawabannya adalah tidak, Karina bukan tipe perempuan, yang cepat luluh dengan perhatian maupun ungkapan rasa cinta tetapi ia ingin melihat dulu bagaimana keseriusan dari Devano bagaimana cara Devano untuk memenangkan hatinya karena sebagian hatinya masih ada kepada Rama, mantan kekasihnya.


Sedangkan di dalam kamar mandi Devano tersenyum puas, ia berkali-kali menyembunyikan senyumannya manakala mengingat adegan panas yang ia lalui bukan hanya semalam saja yang entah berapa ronde sudah dilakukan tetapi pagi ini yang secara sadar Karina juga tidak mabuk dan bisa menikmati apa yang dilakukannya, sungguh ini adalah pengalaman pertama kali untuk Devano, ini tidak bisa ia lupakan bahkan begitu sangat candu dan bisa-bisanya ia menginginkan lagi percintaan dengan Karina.


"Shitt!! Jangan berulah Joni! ini sudah hampir pagi, aku harus mengajar begitu juga dengan Karina, nanti setelah Karina pulang sekolah kamu bisa memuaskan lagi sekarang tahan dulu jangan buat tingkah dan macam-macam.."


Devano yang hanya membayangkan saja adegan panas yang dilaluinya, tiba-tiba si Joni sudah berubah bentuk dan ukuran, tentu saja Devano jadi menggelengkan kepalanya karena tidak mungkin ia menginginkan Karina lagi sementara jam sudah berputar dan pastinya mereka berdua akan bergegas untuk pergi ke sekolahan.

__ADS_1


Tidak ingin terpuruk dengan keadaan si Joni yang begitu mengenaskan, pagi ini Devano segera sudahi aksi mandinya, ia memakai handuk kimono yang memang sudah siap di kamar mandi tetapi sayang sekali Devano juga tidak membuka baju gantinya.


Ceklek..


"Kenapa belum mandi? bukannya Mas udah peringatkan jika kamu harus sekolah pagi ini?"


Devano pikir ia memang harus mengganti panggilannya, Karina sudah menjadi miliknya seutuhnya, sekalian juga untuk mengajarkan Karina kalau dirinya saat ini sudah menjadi suami Karina dan supaya Karina mengubah panggilannya juga.


Tentu saja Devano kaget dengan Karina yang masih berada di atas ranjang, bahkan sepertinya posisi Karina sama seperti tadi seperti sewaktu Devano tinggalkan ke kamar mandi.


"Kamu benar-benar jahat Pak, bisa bisa nya memperkosa aku, sudah tahu aku tidak mencintai kamu tetapi kamu malah melakukan seperti itu?"


"Ubah panggilan kamu Karina, Aku ini adalah suami kamu dan saat ini di rumah, kalau memang di sekolah tidak masalah Kamu memanggil aku seperti itu tetapi bersikaplah menjadi istri yang baik,.kamu sudah menjadi milikku seutuhnya dan jangan harap jika kamu akan bisa lepas dariku. Dan apa yang kamu bilang kalau aku perkosa kamu? Sadar Karin, kita suami istri dan tidak ada istilah seorang suami memperkosa istri nya sendiri. Dan yang semalam dan pagi ini kita lakukan itu adalah wajar, wajar dilakukan oleh sepasang suami istri."


Geram dan juga gemas yang dirasakan oleh Devano, saat ini istrinya benar-benar menguji kesabarannya, memang sejak awal ia menikahi Karina ia sudah tahu bagaimana watak dari istrinya itu tetapi Devano tidak menyangka jika sulit untuk meluluhkan Karina.


Namun Devano tidak akan tinggal diam, laki-laki itu akan terus mengupayakan supaya istrinya benar benar bisa jatuh cinta dengannya terlebih lagi ia ya sudah membuat Karina tidak perawan lagi dan Devano harus mempertanggungjawabkan semuanya.


"Oke kalau tidak mau mandi, Mas akan bantuin kamu ke kamar mandi, lagi pula ini suatu keberuntungan untuk Mas bisa melihat tubuh kamu polos lagi di sana."

__ADS_1


Devano tersenyum licik rupanya ini adalah taktiknya supaya Karina langsung bangun dan menuju kamar mandi meskipun sebenarnya Devano tahu Karina pastinya menahan rasa sakit di bawahnya dan Devano sudah siap untuk menggendong Karina jika nanti Karina membutuhkan bantuannya.


"Jangan harap kamu bisa menyentuhku lagi!"


Sepertinya ucapan dari Devano begitu mempan di telinga Karina, hingga akhirnya perempuan cantik untuk melilitkan selimut yang melekat di tubuhnya lalu menurunkan kakinya dari atas ranjang.


"Shhhh....."


Sepertinya memang benar untuk berjalan saja in sangat sakit. Padahal Karina baru saja menurunkan satu kakinya namun rasa perih dan juga nyeri di bagian intinya membuat perempuan itu menjadi meringis.


Grepp


Tidak mau basa-basi lagi melihat istrinya yang kesakitan Devano langsung saja menggendong tubuh Karina dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi, Debanon juga tidak akan meninggalkan istrinya di sana dan membantu Karina untuk membersihkan tubuhnya sekaligus memberikan salep di bagian inti Karina.


"Bapak mau apa? jangan macam macam!!"


"Mas tidak akan macam-macam percayalah...Mas hanya ingin membantu kamu untuk mandi dan mengoleskan salep saja meskipun sebenarnya Mas harus menahan h@srat ketika melihat itu tetapi Mas yakin, Mas akan menahannya untuk kamu."


.

__ADS_1


__ADS_2