Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Dapet


__ADS_3

"Ckk... Belum siap kenapa ngelakuin? aneh sekali loh?"


Tentu saja Sintia kesal dengan sahabatnya itu di mana bukan pulang ke rumah tetapi Karina malahan meminta untuk mampir ke apotek dulu dan tujuan utamanya adalah bukan membeli obat pereda sakit atau gimana malahan untuk membeli penunda kehamilan.


"Lo nggak lupa kan kalau gue semalam diperkosa Pak Devano?"


"Gue memang gak lupa tapi lucu juga masa suami sendiri memperkosa istrinya Lagi pula kalau diperkosa itu hanya sekali tetapi gue nyimak sedari tadi sepertinya Pak Devano untuk melakukan berulang kali dan lo hanya pasrah saja bahkan mungkin tadi pagi juga ngelakuan itu sama lo atau jangan-jangan lo tadi diminta keruangan Pak Devano juga ngelakuannya di sana??"


Sepertinya memang Sintiamasih penasaran betul tentang kejadian semalam antara sahabatnya dengan guru kuliah itu pasalnya tidak mungkin jika Devano itu memperkosa Karina yang jelas karena juga menikmatinya tetapi mengapa malahan ingin menunda kehamilannya.


"Ngawur mana mau gue ngelakuin itu di sana Enak aja!!"


"Kan memang enak, buktinya lo pasrah. Lagi pula ya Rin lo ngelakuin itu sudah dari semalam yang pastinya jika lo beli obat itu sekarang itu sudah tidak ngaruh pastinya itu kecebong milik Pak Devano sudah berjalan menelusuri rahim dan tentu saja sudah bertemu dengan sel telur Lo?"


Meskipun Sintia bukan siswi yang pintar tetapi ia masih banyak betul tentang pelajaran biologi di mana pembuahan itu akan terjadi dan menurut sinthia yang mudah-mudahan memang benar jika karena terlambat kalau mengkonsumsi pil itu sekarang.


"Ha? Jadi gimana? gue sudah terlambat berarti aduh gue nggak mau hamil Sintia, gue masih ingin jalan-jalan gue masih ingin kuliah dan gue masih ingin menikmati masa muda gue sama lo sama yang lainnya aku nggak mau terkesan dan gue juga nggak mau mengurus anak terlebih lagi gue memang belum cinta sama Pak Devano?"


Sungguh dramatis sekali nasib yang dialami oleh Karina saat ini ya itu menurut pikiran Karina ia yang belum begitu mencintai Devano tetapi sudah melakukan hubungan itu lagi dan lagi jika nanti jika dirinya hamil karena menurut teori yang diberikan oleh Sintia jika percuma saja kalau karena mengkonsumsi berpendapat kehamilan dan itu pastinya tidak akan manjur.


"Cinta itu bisa datang seiringnya waktu Karin yang jelas lo saat ini sudah bersuami dan tidak masalah juga kan jikalau hamil Pak Devano pastinya tanggung jawab banget karena gue tahu dia tuh sayang banget sama kamu. Bukankah sebenarnya kamu juga ada rasa sesuatu dengan Pak Devano yang mungkin saja memang rasa itu belum terlalu banyak?"

__ADS_1


Karina mengedikka bahunya ia juga tidak tahu bagaimana perasaannya kepada Devano tetapi Jujur saja Devano itu laki-laki dewasa yang penuh perhatian dan tidak kurang suatu apapun bukan hanya karena ketampanan dan juga kekayaan yang dilindungi oleh Devano tetapi sikap dewasanya itu yang bisa membuat Karina lama-kelamaan nanti akan luluh dan jatuh cinta dengan suaminya sendiri.


"Berarti mubazir dong jika gue menelan pil itu, sama aja bohong tapi gue masih nggak ingin hamil Sintia, lalu bagaimana ini? Hiks...hiks..."


"Tau ah lo sukanya drama padahal setiap orang menikah pasti pengen punya anak tetapi kenapa lo malah nangis. Lagi pula sebentar sebentar gue tanya lagi emang lu bulan ini sudah dapet?"


Karina tidak menjawab iya juga berpikir apakah bulan ini ia sudah menstruasi atau tidak karena memang begitu suka pelupa kalau tidak ditandai di kalender kecil di kamarnya ia sama sekali akan lupa.


"Pasti lupa? Ckkk kebiasaan!!"


Iya bertahun-tahun bahkan sejak kecil Cyntia bersahabat dengan Karina ia tahu betul bagaimana sifat dari sahabatnya itu bahkan perihal pribadi seperti ini karena juga sering lupa.


Tidak mungkin juga Karina meminta Sintia untuk putar balik dan pulang ke rumahnya hanya untuk melihat kapan terakhir ia menstruasi.


"Maka dari itu lo ingat-ingat lagi deh kapan terakhir kamu menstruasi apakah bulan ini sudah dapat apa belum?"


"Sebentar sebentar sepertinya gue ingat..."


Karina memang perempuan yang bodoh meskipun cantik, tetapi ia sempat berpikir sejenak dan langsung saja mengambil ponselnya dan melihat kalender yang ada di dalam ponselnya itu meskipun ia tidak menandainya tetapi entahlah Apa yang dilihat dan dilakukan olehnya dengan ponsel itu.


"Gue ingat sekarang gue ingat, terakhir kali gue dapet itu tanggal 25.... Dan ini masih tanggal 21 berarti bulan ini gue belum dapet dan sekitar 4 hari lagi baru gue dapet."

__ADS_1


Ada kelegaan di wajah cantik Karina meskipun Karina bodoh tetapi mengenai itu ia masih sedikit paham betul dan pastinya bulan ini dia belum sama sekali dapat dan itu berarti Karina yakin sebanyak apapun semalam Devano melakukannya dan menyembur dan calon anaknya itu ke dalam rahim Karina pastinya ibu itu tidak akan jadi.


Sintia hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu yang kegirangan entahlah padahal orang-orang yang sudah menikah itu pasti senang jika hamil tetapi kenapa dengan sahabatnya ataupun memang benar jika Karina itu belum mencintai Devano tetapi sayang sekali padahal Devano itu laki-laki yang sempurna tidak kurang suatu apapun juga bukan hanya sekedar tampan dan juga karaya-raya tetapi Devano juga perhatian dan sangat mencintai Karina lalu apalagi yang harus dengan pernikahannya dengan Devano sepertinya memang mata Karina itu buta dan hati karena itu keras seperti batu hingga tidak menyadari ada orang yang begitu dekat yang sangat mencintai Karina.


"Lo memang gila Karin!!  tadi nangis-nangis sekarang malah senyum-senyum seperti orang yang tidak jelas!!"


"Bodo'! terserah apa kata lo yang penting gue seneng!!"


Sintia lagi lagi  tidak menanggapi Apa yang diucapkan oleh Karina, biarkanlah sahabatnya itu senang dahulu tetapi yang jelas ini Sintia yakin jika Pak Devano itu terus-menerus melakukannya pastinya Karina akan hamil.


Hingga akhirnya mobil yang dikemudikan oleh Cynthia sudah berada di depan rumah Devano yang pastinya si Karina yang melihat itu semua langsung saja membuka sabuk pengamannya.


"Mau turun nggak? mertua gue baik loh?"


Sekedar basa-basi sekaligus ingin memperkenalkan sahabatnya itu kepada kedua mertuanya.


"Lain kali saja gue cape,. lagi pula belum tentu juga mertua lo ada di dalam atau malahan jangan-jangan Pak Devano yang sudah datang."


"Bener juga apa kata Lo, mertua gue itu sibuk padahal sudah kaya raya tetapi masih saja mengurusi butiknya aneh.."


"Lo yang aneh nggak mikir juga siapa tahu butik nya itu nanti lo yang warisin karena tahu menantunya itu bodohnya minta ampun makanya mertua lo itu berusaha sekeras mungkin supaya nanti bisnisnya tidak hancur saat ditangan lo."

__ADS_1


__ADS_2