
"Semuanya sudah selesai kan? Saya mau pulang ke Jakarta dan jika apa ada apa-apa segera hubungi."
Pagi-pagi sekali Devano sudah bersiap-siap untuk pulang ke Jakarta dan semalam ia sudah berhasil untuk menyelesaikan pekerjaannya meskipun ia kurang tidur bahkan tidak istirahat sama sekali tetapi Devano bertekad untuk merampungkan semua pekerjaan nya itu hingga pagi ini ia bisa kembali ke Jakarta dan tentu saja semua masalah yang ada di proyek ini sudah bisa teratasi.
Sengaja tidak memberikan kabar kepada kedua orang tuanya dan juga kepada Karina, di mana ia memang sengaja ingin memberi kejutan untuk istrinya yang mungkin saja kaget dengan kepulangannya. Karena pamit Devano itu 3 hari tetapi baru sehari satu malam berada di Bandung, Devano sudah tidak tahan apalagi melihat istrinya yang sedang bersama dengan pacar dan juga teman kecilnya yang juga mencintai Karina.
Devano juga tidak memakai pesawat pribadi di mana memang ia tidak memerintahkan asisten pribadinya untuk menyiapkannya dan Devano lebih memilih penerbangan umum saja yang mana ia juga sudah memprediksi jika nanti pas waktunya ia mengajar maka Devano sudah sampai di kelasnya.
Sementara Karina yang sudah sampai di kelas tentu saja ia menggunakan mobilnya sendiri karena berulang kali Rama ingin mengajaknya bareng namun Karina menolaknya, tentu saja tidak mungkin bersama dengan Rama karena itu bukan rumah yang dulu yang ia tempati tetapi saat ini berada di rumah keluarga Hardiansyah.
"Yank ini buat kamu?"
Rama menyerahkan satu buah coklat berukuran besar sebagai ucapan pagi harinya kepada Karina dan tentu saja Karina menerima karena ini memang bukan pertama kali yang Rama lakukan.
"Terima kasih nanti aku makan."
Jawab Karina yang mengambil coklat itu kemudian ia duduk di bangkunya tetapi entahlah ada sesuatu rasa yang mengganggu di dalam hatinya sepertinya ia tidak begitu suka dengan pemberian dari Rama, yang entah itu mengapa sejak semalam pikirannya tertuju kepada Devano saja.
"Kamu kenapa, apa yang sedang kamu pikirkan atau aku ada salah sama kamu?"
Tentu saja Rama bertanya kepada Karina yang mana ia melihat jika Karina tidak baik-baik saja bahkan sifatnya tidak seperti kemarin.
Karina menggelengkan kepalanya, ia juga bingung sendiri mengapa mood-nya tiba-tiba berubah jadi tidak enak seperti ini dan di depan Rama, ia sama sekali tidak merasa bagaimana.
__ADS_1
"Aku tidak apa-apa, mungkin sedikit mengantuk saja karena semalam tidak bisa tidur."
"Ya sudah kalau begitu aku ke kelas dulu nanti kalau badan kamu tidak enak atau bagaimana hubungi aku, aku antar kamu pulang."
Rama mengusap lembut rambut Karina, kemudian ia keluar dari kelas Karina yang mana memang ia sedikit merasa ada kejanggalan di dalam diri Karina pagi ini, tetapi Rama tidak memaksa Karina untuk bercerita dan ia juga tidak mau mengganggu Karina, mungkin saja memang benar kalau Karina mengantuk karena semalaman tidak bisa tidur tetapi mengapa Karina tidak bisa tidur? bukanya Karina paling tidak bisa tidur malam-malam..
"Aku kenapa? kenapa rasaku tiba-tiba berubah kepada Rama, Rama bukan lagi spesial buat aku?"
Bukannya mengantuk tetapi Karina sedang memikirkan sesuatu, entahlah rasanya ditinggal Devano sehari semalam perasaannya sudah berubah, bahkan bersama dengan Rama kemarin tidak ada yang spesial sama sekali dan juga pagi ini yang Rama memberikan coklat kesukaannya juga kesannya biasa-biasa saja jauh seperti sebelum kedatangan Devano.
"Hanya perasaan aku saja, tidak mungkin jika aku tidak menyukai Rama lagi.."
"Mungkin juga siapa tahu hati kamu sudah berpaling kepada orang lain."
Karina menoleh sekilas ke arah teman kecilnya itu di mana Dirga sudah tersenyum manis kepadanya dan saat ini melihat ke arahnya dengan tatapan yang entahlah.
"Maksud kamu bagaimana? tiba-tiba datang dan langsung menyelonong begitu saja"
"Tidak ada maksud apa-apa, ya siapa tahu saja mungkin kamu sudah tidak mencintai Rama dan mencintai orang lain?"
Mencintai orang lain maksudnya bagaimana sih anak itu, siapa juga yang aku cintai? Tidak mungkin Jika aku sudah tidak mencintai orang lain, bahkan aku sudah lama berpacaran dengan Rama dan pastinya hatiku juga tidak mudah untuk jatuh cinta kepada orang lain tetapi setelah dipikir-pikir memang rasanya aneh sekali mengapa sejak semalam aku hanya memikirkan Devano saja, apakah aku kangen dengan dia? A... tidak Rin, devaro sendiri tidak menghubungimu yang pastinya dia juga tidak kangen sama kamu.
"Mencintai aku maksudnya?"
__ADS_1
Ucap Dirga dengan tiba-tiba yang membuat Karina sontak langsung saja melototkan matanya, bisa-bisanya teman kecilnya itu mengatakan seperti itu yang mana dipikiran Karin bukan tentang Dirga atau laki-laki lain tetapi berpikir ke arah Devano.
"Ngaco kamu!! mana mungkin aku mencintai kamu?"
"Mungkin saja, jujur saja Rin.. jika aku mencintai kamu bagaimana? apa kamu mau menerima cintaku?"
"Hahaha masih pagi Dir, apa jangan-jangan tadi kamu salah makan? tante masak apa sih hingga otak kamu bisa konslet seperti ini atau jangan-jangan kamu panas?"
Karina menempelkan tangannya di kening Dirga, memang ini bukan hal luar biasa dia lakukan ia bahkan sudah sejak lama mengenal Dirga seperti saudaranya sendiri jadi karina tidak canggung canggung jika menempelkan sesuatu di kening Dirga untuk mengecek apakah Dirga benar-benar panas atau tidak, karena omongannya pagi-pagi ini sudah ngawur.
"Tidak panas tapi kenapa..."
"Badan aku normal, Aku juga tidak panas dan tidak konslet seperti apa yang kamu pikirkan, aku masih waras sekali dan aku sangat mencintai kamu.."
Dirga dengan cepat mengambil tangan Karina, laki-laki itu juga menatap Karina dengan tatapan yang sangat tajam, seolah-olah ingin menelisik bagaimana hati Karina saat ini yang mana Dirga sudah mengungkapkan perasaannya kepada Karina meskipun tempatnya hanya di dalam kelas saja, tetapi setelah semalam Dirga berpikir jika dirinya harus mengungkapkan perasaannya itu walaupun karina sudah mempunyai pacar namun tidak masalah siapa tahu Karina juga mencintainya sejak dulu
"Kamu jangan gila!! kamu tahu sendiri aku sudah punya Rama?"
"Aku tidak gila, memang perasaan ini tidak bisa di sembunyikan, aku sudah mencintai kamu sejak lama dan pastinya ini adalah perasaanku yang tidak sempat aku utarakan dari dulu dan mungkin saja aku terlambat untuk mengatakan sesuatu kepada kamu, namun aku akan berusaha untuk mendapatkan cinta yang sebenarnya aku miliki. Dan aku tahu jika kamu sebenarnya mencintai aku kan?"
Astaga omong kosong apa ini kenapa Dirga tiba-tiba menembakku pagi-pagi begini padahal aku sama sekali tidak memikirkan Dirga bahkan Dirga sudah aku anggap sebagai saudaraku sendiri namun mengapa ia jadi seperti ini..
"Selamat pagi."
__ADS_1
Bahkan saking asik nya ngobrol-ngobrol dan bergelut dengan pikirannya sendiri, Karina tidak tahu jika teman-temannya sudah masuk ke dalam kelas dan tentu saja guru yang mengajar mata pelajaran pertama ini juga sudah memberikan salam dan masuk ke dalam kelas