
"Pagi...."
Jawab semua anak-anak di dalam kelas Karina yang membuat Karina seketika mematung di tempat dan melihat ke arah suara yang sangat ia kenalnya.
Deg
Om Devano.. kenapa dia sudah ada di sini? bukannya Om Devano izin selama 3 hari di Bandung tetapi baru sehari semalam sudah sampai di sini dan mengajar pula, aduh apa jangan-jangan tadi Om Devano tahu pas aku berpegangan tangan dengan Dirga..
Karina yang cemas, takut jika suaminya itu melihat kejadian yang disengaja oleh Dirga tadi, apalagi tatapan mata Devano saat ini mengarah kepadanya yang membuat ia merasa ketakutan dengan apa yang akan terjadinya nantinya.
Jujur saja Karina takut dengan tatapan mata tajam Devano itu yang mana ia mengira jika Devano melihat tangannya yang saat ini dipegang oleh Dirga dan tentu saja itu membuat nyali Karina ciut seketika.
Ya beberapa menit yang lalu, setelah Devano turun dari pesawat kemudian memesan taksi, lalu laki-laki itu bergegas untuk menuju ke sekolahan Karina untuk mengajar.
Dengan cepat Devano masuk ke dalam kelas dan seketika ia menghentikan langkah kakinya sebentar manakala melihat Dirga bersama dengan Karina dan Dirga memegang tangan Karina dengan sangat erat bahkan Devano melihat arti dari tatapan mat Dirga itu yang mengisyaratkan cinta untuk Karina.
Jangan ditanyakan lagi bagaimana perasaan Devano saat ini, ia yang sudah kangen dengan Karina dan juga cemburu dengan laki-laki yang bersama dengan istrinya kemarin, membuat Devano lagi dan lagi menggelengkan kepalanya menahan rasa cemburunya yang sudah tidak bisa teratasi lagi dan hari ini ia akan mengumumkan kepada Rama maupun Dirga bahwa Karina adalah istrinya hingga tidak ada laki-lakinya bisa merebut Karina darinya.
Masih menatap Karina dengan sorotan matanya tajam dan seketika Karina menundukkan kepalanya, ia tahu jika suaminya saat ini sedang marah padanya dan tidak mungkin juga jika Karina menjelaskan semuanya pada Devano.a
"Karina.. duduk di kursimu yang benar!!"
Sejenak Devano menghilangkan rasa cemburunya ia harus profesional untuk mengajar pagi ini yang mana tidak mencampurkan urusan pribadi dengan urusan pekerjaan dan Devano seperti biasanya meminta Karina dan Sintia untuk duduk di depan tetapi sayang sekali, hari ini Sintia tidak masuk dan membuat Karina duduk sendirian di depan meja guru.
__ADS_1
Mau tidak mau Karina duduk di depan meja guru di mana ia tidak bisa berkutik lagi saat Devano memberikan perintah.
"Aku temenin ya?"
Dirga juga mengemasi buku dan juga tasnya, ia ingin ikut duduk di depan bersama Karina, yang pastinya dengan dekat dengan karena ia yakin jika lama kelamaan Karina akan mencintainya dan memutuskan Rama.
Tetapi pagi ini Sintia tidak datang yang mana membuat kesempatan Devano untuk mendekati Karina lebih banyak bahkan ia tidak tahu jika Devano paling tidak suka jika murid laki-laki duduk bersama dengan murid perempuan.
Dirga datang di saat Devano kemarin pergi ke Bandung hingga Dirga tidak tahu bagaimana peraturan yang ditetapkan oleh Devano saat mengajar. Tetapi berbeda dengan Devano, meskipun ia baru bertatap muka dengan Dirga hari ini tetapi ia sudah tahu bagaimana latar belakang dan sifat dari Dirga itu yang mana memang anak buah Devano sudah memberikan informasi secara detail kepada Devano.
"Dirga ..tetap duduk ditempat kamu, karena saya hanya memerintahkan karina untuk duduk di depan, tidak dengan kamu... lagi pula laki-laki duduk dengan laki-laki dan perempuan duduk bersama perempuan, tidak campur."
Shittt!! Sialan guru itu...
"Tapi Pak, bukannya saya murid baru dan juga tentunya lebih baik duduk di depan supaya bisa mengerti dan paham pelajaran Bapak, lagi pula saya tidak pintar matematika."
"Yang di depan hanya Karina dan Sintia, meskipun Sintia tidak masuk ... biarkan karina di depan sendirian, kamu tetap pada tempat kamu."
"Tapi Pak?"
"Jika tidak mau silahkan keluar dari kelas ini dan tidak usah mengikuti pelajaran saya."
Ujar Devano yang sudah kesel dengan Dirga, kenapa murid barunya itu ngeyel sekali dan ingin duduk bersama Karina, padahal jika Karina sendirian maka Devano akan lebih mudah untuk bisa mendekati Karina begitu juga dengan Dirga yang dipikirannya selalu ingin dekat dengan Karina.
__ADS_1
Tidak mau keluar kelas, akhirnya Dirga memutuskan untuk duduk saja di tempatnya yang mana ia juga masih mengumpat kesal di dalam hati dengan sosok Devano yang sudah membuyarkan semua keinginannya untuk lebih dekat dengan karina.
Melihat Dirga yang tidak membantah lagi dan sudah duduk di tempatnya, Devano segera memulai pelajarannya, ia sedikit melirik ke arah Karina yang mana ingin rasanya Devano memeluk tubuh Karina, kangen sudah melanda meskipun baru sehari semalam Devano tidak melihat dan memeluk tubuh istrinya tetapi rasanya itu seperti setahun.
Aneh tapi nyata meskipun Devano ragu-ragu mengatakan perasaan ini kepada Karina dan mengatakan cinta kepada Karina, tetapi di saat ia berjauhan dengan Karina, Devano merasa ada sesuatu yang hilang ... laki-laki itu bahkan ingin segera menyelesaikan pekerjaannya dan kembali ke Jakarta hanya untuk melihat Karina.
Bisa dikatakan kalau Karina adalah cinta pertama Devano, di mana laki-laki berusia 30 tahun itu baru mengenal cinta, dan cinta pertama dan terakhirnya hanyalah untuk Karina seorang.
"Karina kerjakan soal di depan!!"
"What? Saya Om, eh Pak??"
Hampir saja karina keceplosan memanggil Devano dengan sebutan Om, dimana ia memang sudah terbiasa memanggil suaminya itu di rumah dengan itu dan membuat Karina cepat-cepat meralat ucapannya, ia tidak mau jika teman-temannya curiga dengan apa yang sudah dikatakan.
"Iya siapa lagi nama Karina di sini kalau tidak kamu, yang pastinya kerjakan soal itu, kalau tidak bisa .. . kamu tidak boleh duduk."
Karina menggelengkan kepalanya, ia bukannya pura-pura tidak bisa mengerjakan matematika tetapi memang nyatanya tidak bisa, Karina bukanlah siswi yang pandai, bahkan ia mendapatkan peringkat nomor 3 dari bawah di kelasnya, dan itu membuat kedua orang tua Karina bingung harus bagaimana lagi membuat anaknya pintar, begitu juga dengan Rama yang sudah setiap hari mengajarkan Karina tetapi dasarnya Karina yang malas saja yang tidak bisa konsentrasi menangkap pelajaran, terlebih lagi pelajaran matematika.
Sial!! Awas saja nanti kalau sampai di rumah, Om Devano yang menyebalkan, bisa-bisanya dia meminta aku untuk mengerjakan soal .. sudah tahu jika aku bodoh dalam pelajaran matematika.
Kamu tidak bisa lepas dari aku, nanti malam hukuman akan aku berikan!!
Karina maju ke depan,.meskipun ia tidak bisa mengerjakan soal matematika tetapi ia tidak mau berdiam diri, tentu saja ia tahu bisa atau tidak pasti suaminya akan menghukumnya nanti sesampai di rumah, terlebih lagi saat Devano tahu jika ia bersama dengan Dirga tadi pagi dan berpegangan tangan.. belum lagi jika kemarin Devano mendapatkan informasi kalau ia pergi bersama Rama dan juga Dirga.
__ADS_1