Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Tidak Kenal


__ADS_3

"Karina..."


Alex yang melihat Karina yang sudah keluar dari pintu gerbang dan sepertinya menunggu seseorang langsung saja memanggil nama Karina tentu saja Karina langsung menoleh ke arah sumber suara.


"Siapa Rin? sepertinya Om itu memanggil lo?"


Iya Sintia yang masih berada di samping Karina sungguh lucu kedua perempuan cantik itu di mana mereka malah saat ini berada di pintu gerbang padahal Sintia membawa mobilnya dan berencana akan pergi ke sana dengan Karina tetapi mengapa malahan mereka tidak menuju ke parkiran namun malahan dibentuk gerbang jika orang tidak tahu maka mereka itu seperti sedang menunggu seseorang tetapi sebenarnya tidak.


Ya karena dua perempuan itu tiba-tiba menjadi gesrek entahlah ia malah mengulur waktu untuk pergi ke salon bukan karena ATM tak terbatas milik Karina itu tertinggal atau bagaimana tetapi memang Karina dan Sintia sendiri yang masih ingin nongkrong di sekolahnya sembari menunggu sore tiba hingga tidak ber panas-panasan ketika di jalan.


"Eh Iya kayaknya dia memanggil gue tapi siapa sih?"


Tentu saja Karina tersenyum lalu menahan dan ke arah Alex yang saat ini sudah menghampiri Karina. Karina sendiri masih belum ingat siapa laki-laki yang memanggil namanya dan kini sudah berada di depannya.


"Hai Karin lupa sama aku?"


Oh tidak sungguh laki-laki tampan yang ada di depannya itu membuat Sintia melongo. Baru kali ini ia menemukan sosok laki-laki yang dewasa setelah Devano tetapi sayang sekali yang disapa hanyalah Karina padahal wajah Sintia itu tidak begitu jelek sama-sama cantiknya dengan Karina.


Karina mencoba mengingat-ingat sosok laki-laki tampan yang saat ini berada di depannya sungguh karena benar-benar lupa atau memang penampilan Alex yang membuat Karina pangkling sehingga tidak mengenalinya.


Iya memang berbeda alat yang semalam ditemui Karina itu berbeda dengan alat yang saat ini penampilannya saja sudah berbeda bahkan saat ini terlihat lebih tampan dan juga tidak terlihat tua tidak seperti waktu semalam Karena bertemu dengan Alex.

__ADS_1


"Aduh maaf ya Om aku benar benar nggak ingat."


Setelah beberapa detik Karina yang mengingatnya tetap saja karena tidak mengingat siapa laki-laki yang ada di depannya itu meskipun begitu karena tetap tersenyum dan menunjukkan tingkat kesopanannya ia tidak mau dinilai orang terlalu cuek atau terlalu sombong menghadapi laki-laki.


"Oh tidak masalah kalau begitu kita kenalan lagi.... Namaku Alex sepertinya semalam kita sudah berkenalan tetapi kamu lupa atau kamu malahan terpesona dengan penampilanku saat ini?"


Astaga...


Karina tidak menjabat tangan Alex yang saat ini mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Karina tetapi sayang sekali Karina bukannya membalas uluran tangan Alex untuk berkenalan lagi dengan dia tetapi Karina malahan menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya tentunya karena malu dan juga tidak percaya jika yang ada di depannya ini adalah laki-laki yang sudah sudah menolongnya untuk bisa masuk ke dalam klub malam.


"Kenapa Karin? sudah ingat dengan aku?"


Alex tersenyum kemudian laki-laki itu memberanikan diri untuk mengacak rambut Karina entahlah Karina adalah perempuan pertama kalinya yang bisa membuat hati Alex luluh padahal Alex sudah sering tidur dengan banyak perempuan dan sudah banyak keluar masuk ke dalam lubang tetapi dengan Karina Alex ingin menjaganya Alex tidak ingin merusak Karina bahkan Alex ingin mengenal lebih jauh dengan Karina beserta keluarganya.


Hai orang itu dia siapa sih kenapa berani-beraninya mengacak rambut Karina lagi pulang mengapa karena tidak cerita sama aku jika sudah berkenalan dengan laki-laki tampan dan juga dewasa aku juga mau berkenalan jika seperti itu orangnya.


Sepertinya sedari tadi Sintia hanya memperhatikan interaksi antara Alex dengan Karina gadis cantik itu merasa jika sahabatnya itu belum bercerita tentang laki-laki yang pastinya saat ini sudah dikenali oleh Karina atau mungkin memang karena lupa tidak menceritakannya.


"Oh ya Kak maaf ya Kak. Dan ini temanku Sintia, sahabatku yang paling baik dan juga nyebelin iya sifatnya sebelas duabelas sama kayak aku sih."


Iya tidak enak dengan Sintia karena memperkenalkan Sintia kepada Alex tentunya Sintia mengulurkan tangannya dan untuk berkenalan dengan laki-laki tampaknya sedari tadi membuatnya terpesona.

__ADS_1


"Nanti gue ceritain lo sabar aja gue juga baru ingat namanya."


Bisik Karina di telinga Sintia yang mana Iya Bang betul dengan tatapan tajam Sintia kepadanya yang pastinya Karina juga baru ingat siapa laki-laki yang ada di depannya itu dan juga siapa nama dari laki-laki yang sudah menolongnya untuk bisa masuk ke dalam klub malam.


"Oh ya kalian mau pulang? bareng sama aku aja bagaimana?"


Ya seperti yang dipikirkan oleh banyak orang tadi jika saat ini dua perempuan cantik itu berada di gerbang seperti menunggu seseorang padahal tidak sama sekali mereka berdua hanya menunggu cuaca yang tidak terik untuk segera menuju ke salon.


"Iya Kak kita memang mau pulang tetapi maaf sekali Sintia bawa mobil dan kita berencana mau ke salon biasalah anak muda masa kini..."


Alex semakin tertarik dengan Karina, Karina yang pembawaannya santainya juga tidak neko-neko ya memang zaman sekarang tidak ada abg-abg yang tidak keluar masuk salam tetapi jika Karina tidak masuk salon saja wajahnya sudah cantik mempesona apalagi nanti jika sudah dipoles di dalam salon pastinya banyak laki-laki yang terpesona dengan Karina.


"Aduh jadi aku salah sangka ya aku kirain kalian sedang menunggu jemputan maka dari itu aku menawarkan diri untuk mengantarkan kalian pulang."


"Oh tidak Kak memang sengaja kita berduaan orang di sini cuacanya panas lagi pulang males juga untuk jalan menuju ke mall oh ya Kak Alex dari mana sengaja ke sini atau tidak sengaja lewat?"


Mereka bertiga masih berdiri di depan gerbang tentu saja Karina yang bahasa bertanya kepada Alex pasalnya ia juga kaget mengapa Alex tiba-tiba berada di depan sekolahnya padahal semalam Karina tidak memberitahu di mana sekolahnya tetapi tiba-tiba Alex sudah berada di sini.


"Sengaja memang, aku semalam teringat dengan kamu bagaimana kabarmu Maaf ya semalam aku meninggalkan kamu sendirian Aku ada pekerjaan penting tetapi semalam kamu tidak apa-apa kan kamu pulang bagaimana dan kamu juga tidak mabuk kan semalam?"


Mengingat kejadian semalam, Karina mendadak menjadi terdiam tetapi sedetik kemudian Karina langsung menggilingkan kepalanya dan tersenyum berusaha untuk tidak terjadi apa-apa semalam kau juga sudah terjadi apa-apa dengan suaminya sendiri bukan orang lain yang mana sangat lucu sekali jika itu diceritakan kepada orang lain terlebih itu ada cerita pribadinya bersama dengan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2