Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Gak Kreatif


__ADS_3

"Ya sudah jangan dipikirkan, makan yang banyak...kau terlihat kurus loh Rin...nanti biar aku yang bayarin."


Ujar Rama kepada Karina dengan tangan nya yang lagi lagi mengusap lembut rambut Karina. Rama sebenarnya masih penasaran dengan apa yang dialami oleh Karina, tetapi melihat Karina yang sepertinya lagi tidak mood untuk bercerita, Rama memutuskan untuk menyudahi saja ,lebih baik ia menghibur Karina daripada membuat Karina semakin sedih.


Karina hanya menganggukkan kepalanya, ia juga bingung dengan sikap Rama saat ini. Terlebih ia tau kalau Rama Makah mencintai nya, begitu juga dengan dirinya yang masih menaruh ras dengan Rama. Namun tidak mungkin juga jika mereka berdua kembali lagi. Pasalnya kondisi Karina yang sudah tidak seperti dulu lag,i Karina yang sudah tidak gadis lagi, yah meskipun yang melakukan semuanya itu adalah suamianya sendiri.


"Kalau kamu butuh sesuatu, teman ngobrol atau bagaimana...atau memang ingin ke mana...jangan sungkan sungkan untuk cerita sama aku, aku bisa diandalkan..."


"Iya Ram, makasih atas semuanya...."


Yah, sebenarnya Karina harus mencoba untuk melupakan semuanya. Ya memang tidak mudah bagi Karina untuk melupakan semua kenangan bersama dengan Rama tentang sekarang Karina harus memusatkan semuanya, bukannya Devano juga bukan laki laki yang tidak baik, bahan sangat baik dan sangat mencintai Karina, hanya saja mata Karina yang belum terbuka untuk melihat betapa tulus nya rasa cinta Devano kepada Karina itu.

__ADS_1


Sementara di tempat yang lainnya, Devano masih bingung harus bagaimana...iya memang bukan tipe laki laki yang romantis, apalagi dengan riwayat Devano yang belum pernah pacaran sama sekali.


"Oke oke, gue harus bagaimana sekarang? Cepat katakan dan jangan basa basi lagi...gue gak ada banyak waktu..."


Sepertinya kedua teman teman Devano itu malahan sengaja membuat Devano menunggu jawaban, bahkan mereka ingin melihat bagaimana ekspresi wajah Devano, bagaimana Devano yang tidak sabaran itu.


"Lo harus lakuin apa yang laki laki tadi lakukan..ya meskipun itu menurut sih, tetapi untuk kali ini demi mendapatkan maaf dari Karina, Lo memang harus melakukan itu...."


"Beli bunga dan cokelat?"


"Betul... seperti apa yang sudah di buang Karina tadi atas permintaan lo tentunya...."

__ADS_1


"Mana mungkin? Gak kreatif banget...."


Tolak Devano cepat, dan lagi lagi Devano belum paham betul dengan maksu sahabat nya, padahal baru saja tadi Jimmi mengatakan itu dan memang tidak kreatif dan terkesan meniru.


"Bodoh! Gue sudah bilang tadi, dan memang itu lah cara satu satunya...yah lo bisa beli bunga yang lebih wangi dan lebih cantik dari pemberian orang itu, begitu juga dengan coklat nya...Lo bahkan bisa borong semua isi dari toko coklat...kalau perlu satu pabrik sekalian Lo borong, dan gak bakalan bikin Lo bangkrut!!"


Devano terdiam, sepertinya ia mulai memahami apa hanga diucapkan oleh Jimmy, yah meskipun terkesan meniru, tetapi tidak ada cara lain lagi, karena dirinya lah yang meminta Karina untuk membuang semuanya, dan pastinya Devano hari bertanggungjawab atas semuanya.


"Oke, boleh di coba, dan gue minta tolong sama kalian untuk nyiapin semua nya, karena gue sibuk dan gak ada waktu tentu nya."


Shittt!!

__ADS_1


"Dasar lo maunya terima bersih, gak mau menderita dulu..."


__ADS_2