Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Alex...


__ADS_3

Karina masih diam saja, ia bingung ingin mengeluarkan apa dari dalam tasnya yang pasti dua benda itu ia tidak memiliki sama sekali,.hanya kartu pelajar yang ia miliki toh juga itu pasti tidak ada di tempatnya karena Karina memang tidak suka menyimpan benda-benda seperti itu, hanya ATM tanpa batas yang diberikan oleh Devano yang masih ia simpan di dalam dompetnya, ya itu saja.


"Kamu pasti tidak mempunyai dua benda itu kan cantik? sebaiknya kamu pulang saja .. sepertinya memang tempat ini tidak cocok untuk kamu, terlebih lagi aku melihat jika kamu itu masih kecil, masih sekolah.. seharusnya bukan tempat ini yang jadi pelarian kamu tetapi kamu seharusnya belajar di rumah malam ini."


Ya salah satu laki-laki yang bertubuh kekar dan bertato itu pastinya sudah menebak jika Karina tidak mempunyai dua benda itu, yang mana sadari tadi Karina hanya diam saja sembari bingung ingin menjawab apa dan mengeluarkan apa dari dalam tasnya.


Mereka memang terlihat sangar tetapi sepertinya mereka juga baik hati, terlebih mereka tidak berbuat macam-macam dengan Karina, malahan menyarankan jika Karina harus pulang saja karena ini memang tempat nya tidak cocok untuk Karina dan memang apa yang dikatakan oleh mereka itu adalah benar jika tempat ini tidak cocok untuk Karina, hanya sebagai tempat pelarian saja, tetapi setidaknya Karina bukan melarikan diri ke sini .. masih banyak tempat-tempat yang bisa membuat otak dan pikiran Karina menjadi fresh, tidak memikirkan tentang Dirga, Rama ataupun Devano.


Masih di tempat yang sama, dari kejauhan..seorang laki-laki tampan yang baru saja turun dari mobil menatap ke arah Karina, tentu saja ia sedari tadi mengamati gadis cantik yanh baru turun dari mobil dan dialah Karina.


Pertama kali bertemu dan melihat Karina, laki-laki itu tertarik, terlebih lagi Karina yang cantik dan juga seksi malam ini yang membuat matanya tidak berkedip melihatnya.


Niat hati untuk mendekati Karina, tetapi ia urungkan karena ia berpikir jika mana mungkin ada perempuan baik-baik yang masuk ke dalam klub ini dan pastinya pemikiran laki-laki itu tidak salah tetapi tidak semuanya benar, ya salah satunya adalah Karina. Karina sendiri memang perempuan baik-baik, ia hanya ingin menghilangkan rasa stressnya saja tentang permasalahan yang terjadi, tidak tahu jika di dalam sana nanti berbahaya. Akankah Karina bisa keluar dengan selamat atau tidak, Karina sendiri belum bisa memastikannya.


Namun setelah laki-laki itu melihat langsung kalau Karina hanya diam saja ketika ditanya tentang kartu tanda pengenal ataupun kartu member di club in,i spontan laki-laki itu langsung saja membulatkan matanya, ia pastinya paham jika tidak mempunyai keduanya berarti bukan pelanggan tetap di sini dan pastinya seketika penilaian laki-laki itu berubah terhadap Karina.

__ADS_1


Melihat Karina yang kebingungan, laki-laki itu langsung saja mendekat .. ia yakin sudah terjadi sesuatu dengan Karina hingga memutuskan untuk masuk ke dalam tempat ini.


Namun untuk menanyakan apa yang terjadi sepertinya itu tidak baik, terlebih lagi ia dan Karina belum mengenal, mungkin saja dengan membiarkan Karina masuk ke dalam bersama dirinya, ia akan mengerti tentang apa yang dialami oleh gadis cantik yang belum berusia tujuh belas tahun.


"Biarkan saja dia masuk, saya yang akan mengawalnya!"


Kedua laki-laki yang bertugas di depan langsung saja menoleh ke arah sumber suara yang pastinya mereka berdua sudah hafal betul dengan suara dari laki-laki ini dan tentu saja tidak lama-lama untuk berpikir, laki-laki itu langsung menganggukkan kepalanya tanda setuju untuk mengikuti perintah dari salah seorang pengusaha muda yang sukses di kota ini.


"Mari Nona silakan masuk, Saya akan menemani Nona di dalam dan tidak perlu takut .. saya bukan laki-laki yang jahat."


Alex.. laki-laki itu tersenyum penuh kemenangan, memang ia adalah bukan laki-laki yang baik-baik, dalam arti kata Alex itu playboy bahkan Casanova kelas kakap tetapi ia juga tidak akan memangsa buruannya secepat ini, perlu adanya pendekatan.. terlebih lagi Alex yakin jika perempuan yang ada di depannya ini benar-benar perempuan yang baik-baik, masih virgin.. tidak seperti perempuan-perempuan yang sudah Alex temui beberapa kali.


"Silakan duduk Nona, mau minum apa tetapi saya sarankan sebaiknya Nona meminum orange jus saja."


Karina menganggukkan kepalanya tentu saja ia menerima tawaran dari Alex, yang sepertinya memang laki-laki yang baik.

__ADS_1


"Kenapa Anda datang ke tempat ini? bukan kah tempat oni berbahaya? Anda sendirian atau bersama dengan teman,  pacar atau mungkin yang lainnya?"


Ya awal perkenalan memang seperti itu Alex nampak sopan sekali dan menganggap perempuan di depannya ini bukanlah sebagai adik kandungnya, ia bahkan jauh lebih sopan dari sehari-harinya jika bertemu dengan klien ataupun yang lain nya. Meskipun Alex tahu jika perempuan yang ada di depannya saat ini umurnya jauh lebih muda dari dirinya tetapi itulah Alex dengan pesona nya  dan juga kekayaannya, kesan pertama yang akan ditimbulkan olehnya tentu saja harus yang baik-baik, Alex tidak mau melewatkan kesempatan dengan ngobrol berdua dengan perempuan yang sangat cantik.


"Maaf tuan jangan panggil aku Nona, sepertinya Anda terlalu berlebihan."


Alex tersenyum kemudian ia mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Karina yang mana memang awal-awal perkenalan pastinya agak canggung tetapi Alex juga tidak mungkin asal menyebut nama ataupun sekedar berbasa-basi jika belum berkenalan.


"Aku Alex, panggil saja namaku Alex atau juga keberatan panggil kakak juga tidak masalah sepertinya umur kita terpaut jauh sekali."


Karina tersenyum kemudian ia juga membalas uluran tangan dari Alex dan juga berkenalan dengan laki-laki yang sudah menyelamatkan dirinya antara ini dinamakan menyelamatkan dirinya atau tidak yang jelas Karina malam ini tidak ingin berpikir tentang Dirga ataupun Devano, ia hanya ingin bersenang-senang saja.


"Karina, panggil saja aku Karina, Kak.."


Alex menganggukkan kepalanya kemudian dengan cepat melepaskan tangan Karina. Bukannya Alex tidak mau untuk berlama-lama menggenggam tangan Karina, tetapi ia tidak mungkin menggenggam erat tangan Karina dengan waktu yang lama, apalagi mencium punggung tangan Karina, nanti Karina malah berpikir yang tidak tidak dengan Alex.

__ADS_1


Ya Alex memang begitu, ia tidak mungkin awal-awal langsung menerkam mangsanya, ia harus melakukan pendekatan lebih dulu, apakah memang benar perempuan yang diincarnya itu benar-benar cocok dengannya, terlebih lagi selama ini Alex hanya mencari perempuan untuk dijadikan teman ranjang nya saja, tidak untuk serius.


__ADS_2