Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Ajaran Sesat


__ADS_3

Melihat kedua gadis itu yang turun dari mobil membuat Devano menyunggingkan senyumannya, ia setelah itu juga menghubungi anak buahnya untuk tetap berjaga-jaga melindungi dan mengawasi istrinya, kemudian  dirasa semuanya aman,.aman dari Rama dan juga yang lainnya Devano segera melajukan mobilnya lagi untuk menuju ke perusahaan di mana memang ia tadi sengaja untuk meminta rapatnya ditunda selama beberapa menit dan kini saatnya Devano kembali ke perusahaan yang memang Devano profesinya bukan hanya sekedar menjadi guru tetapi pemimpin sebuah perusahaan dan saat ini sedang membutuhkannya.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, Devano akhirnya sudah sampai di perusahaan di mana memang klien penting sudah berada di sana dan Devano segera membuka meeting siang ini supaya tidak berakhir terlalu malam karena dirinya juga ingin menjemput Karina di rumah sendiri nantinya.


Meeting berjalan begitu lancar, hingga akhirnya beberapa jam kemudian Devano dan juga klien nya itu sudah berjabat tangan dan artinya proyek kerjasama yang akan dilakukan bulan depan sukses dan akan segera dilakukan.


Berasa lelah, Devano berdiam diri sebentar di sebuah restoran di mana memang ia sengaja untuk tidak kembali ke kantor sore ini dan ingin bersantai sejenak di sini dengan melihat pemandangan kota Jakarta yang sangat padat sekali.


"Bro, tumben sekali lo nggak pulang?"


Devano menoleh ke belakang, di mana ia mendengar suara sahabatnya yang berada di belakangnya dan tepat sekali jika memang pendengaran nya tidaklah salah meskipun beberapa hari ini ia tidak bertemu dengan kedua sahabatnya itu.


Pas dan mungkin kebetulan sekali, jika Jimmya dan Rendy, kedua sahabat Devano saat ini berada di restoran ini dan juga kebetulan bertemu dengan Devano hingga akhirnya keduanya kompak untuk menghampiri Devano yang sepertinya sedang galau.


"Nanti saja, gue lagi ingin berada di sini .. oh iya kenapa lo juga ada di sini ada meeting atau janjian dengan seseorang?"

__ADS_1


"Kita sengaja berada di sini karena menurut informasi, lo sedang ngadain meeting di sini dan nggak ada salahnya jika kita temuin Lo. Kenapa galau? gimana kabarnya si cantik itu?"


Kedua sahabat Devano memang sudah tahu jika Devano sudah menikah apalagi menikah dengan muridnya sendiri yang mana jarak usia Devano dengan Karina yang terbilang cukup jauh tetapi beberapa hari ini keduanya belum mendengar cerita lebih lanjut tentang bagaimana kisah Devano selanjutnya, apakah Devano sudah mengekskusi istri mudanya itu atau belum.


"Jaga bicara lo! dia istri gue namanya Karina bukan si cantik, yang boleh memanggil seperti itu hanyalah gue."


Sudah kesal ditambah lagi dengan ucapan kedua sahabatnya yang tidak berfilter sama sekali, bukannya Devano marah atau bagaimana tetapi ia memang tidak suka jika istrinya dipanggil seperti itu, kesannya jika keduanya mengincar Karina dan tertarik dengan istrinya padahal mereka berdua hanya menggoda Devano saja ya sepertinya saat ini sedang galau.


"Sorry bro. Tapi kan memang benar , istri lo cantik banget dan gimana kabarnya? Apa lo sudah mengeksekusi, siapa itu Karina?"


Ucap Jimmy dengan penasaran yang mana ia sendiri belum tahu apakah Devano sudah menggunakan senjatanya untuk membelah duren dan menikmati malam pertama dengan istrinya yang begitu cantik atau tidak, mengingat jika Devano sama sekali belum berpacaran dan tentunya belum berpengalaman tentang hal ini.


Batin Devano yang saat ini sedang galau apakah nanti malam istrinya mau diajak pulang atau tetap tidur di rumah sahabatnya.


"Sudah gue tebak, pastinya lo belum mengeksekusi Karina, tunggu apa lagi .. tunggu sampai pernikahan lo dan Karina berakhir dan juga Karina bersama dengan pacarnya itu dan dia menikah dengan pacarnya? sementara Lo sendiri nggak dapat apa-apa, padahal Lo  sudah menjadi suaminya tetapi belum saja memasukkan senjata kalau ke milik Karina?"

__ADS_1


Sepertinya berteman dengan Jimmy dan Rendy itu ada kalanya benar dan tidak, seperti saat ini keduanya malahan memprovokasi Devano untuk segera mengeksekusi Karina, mereka berdua malahan memberikan ajaran sesat di mana memberikan gambaran-gambaran jika kalau Devano tidak cepat-cepat mengeksekusi Karina maka Karina akan meminta cerai dengannya dan kembali lagi dengan pacarnya meskipun kedua sahabat Devano itu belum tahu jika Karina saat ini sudah diputuskan oleh Rama.


"Maksudnya bagaimana? lo tau sendiri kan apa yang sudah menjadi milik gue tidak bisa dimiliki oleh orang lain meskipun taruhan nya nyawa tetap akan dipertahanin"


Sepertinya pembicaraan kedua sahabat Devano membuat Devano tertarik meskipun Devano sendiri belum paham betul apa yang diucapkan oleh Rendy barusan tetapi rasanya otak Devano sedikit demi sedikit teracuni dengan pikiran-pikiran kotor yang mungkin saja akan diucapkan oleh Rendi nantinya.


Laki-laki itu menyesap kopi yang baru saja jadi pesannya kemudian tersenyum manis ke arah Devano dan memandang Devano yang begitu bodohnya, mengapa laki laki yang sukses dalam berbisnis dan kehidupannya, tetapi tidak sukses di dalam percintaan apalagi mengenai masalah bercinta seperti ini.


"Coba bayangin, lo sudah *****-***** Karina bahkan tinggal sedikit lagi lo sudah mau masukkan si Tommy ke inti Karina tetapi sampai saat ini setelah Karina sah menjadi istri lo, lo belum ngapa-ngapain dia .. tunggu apalagi? bukankah ini kesempatan baik untuk lo supaya lo dan Karina akan terikat selamanya?"


Sepertinya memang Rendy enggan untuk menjelaskan secara gamblang apa yang ada di dalam pikirannya, ia menginginkan jika Devano bisa berpikir lebih jauh lagi mengenai hubungannya.


"Maksud nya gue harus paksa Karina untuk melakukan hubungan?"


"Tentu saja, kalian sudah sah sebagai suami istri dan dengan itu Karina nantinya akan hamil dan pastinya anak akan memperkuat hubungan kalian, coba saja bayangkan jika sampai Karina lulus tetapi lo belum ngapa-ngapain dia dan Karina juga tidak hamil anak lo, pastinya itu dengan mudah Karina akan meminta pisah dari lo dan lo juga tidak mempunyai kesempatan lagi untuk mendapatkan hati Karina. Karina sendiri merasa masih gadis, masih perawan dan juga tidak ada keterkaitannya dengan lo karena tidak ada anak di antara kalian."

__ADS_1


Devano menghela nafasnya, memang selama berdekatan dengan Karina hawa nafsunya semakin membuncah dan Devano tidak pungkiri jika si tomi langsung saja berubah bentuk dan ukurannya ketika di dekat Karina, tetapi mana mungkin Devano akan melakukan seperti itu pastinya Karina tidak mau atau mungkin harus dipaksa, tetapi jika dipaksa pastinya Karina nanti akan semakin marah padanya.


"Itu tidak mungkin!! bagaimana mungkin gue akan melakukan itu kepada Karina sementara Karina tidak cinta sama gue, meskipun tanpa disadari dan gue yakin jika Karina sebenarnya ada perasaan sama gue namun itu masih tertutup dengan rasa cintanya kepada Rama."


__ADS_2