
Pagi ini acara ijab qobul akan dilangsungkan tepat jam 08.00 nanti dan dilangsungkan di kediaman Raharja.
Tidak ada acara spesial di rumah Karina, begitupun dengan yang ada di rumah Devano, karena Karina meminta supaya pernikahannya ini dirahasiakan, baik untuk teman-teman sekolahnya maupun keluarganya, jadi yang datang hanya keluarga inti dari kedua belah pihak saja.
Maka dari itu sama sekali tidak ada pesta mewah, meskipun kedua keluarga itu termasuk dalam golongan orang terkaya dan terpandang di kota ini dan semuanya karena Karina, karena Karina yang memintanya.
Kurang dari 1 jam lagi Karina sudah menjadi istri Devano dan jika ditanya apakah Karina bahagia? tentu saja jawabannya tidak, karena Karina sama sekali tidak menginginkan pernikahan ini.
Banyak faktor yang membuat Karina menolak pernikahan ini tetapi sama saja ia tidak mempunyai andil di sini yang nyatanya Papanya dan juga Papanya Devano bersikeras untuk menyatukan dirinya dengan Devano, entah apa maksud mereka sebenarnya, sehingga kekeh untuk menikahkan dirinya.
Selain tidak cinta dengan Devano Karina juga masih ragu tentang bagaimana sifat dan sikap Devano nantinya, apakah laki-laki itu kan baik padanya seperti kedua orang tuanya atau tidak dan juga Karina juga tidak yakin jika Devano itu adalah laki-laki yang baik karena pertama kali bertemu saja Karina sudah mendapati Devano yang mabuk dan juga berada di kamar hotel yang pastinya, siapa tahu jika laki-laki itu memang menunggu wanita bayaran yang siap untuk diterkam malam itu.
Untuk masalah Rama, karina tidak memikirkannya bukan nya Karina tidak cinta dengan pacarnya, tetapi itu bisa saja dibahas nanti-nanti yang nyatanya ia juga tidak mau memutuskan Rama dan masih menjalani kisah cintanya dengan Rama di sekolah, yang entahlah biarkanlah nanti berjalan apa adanya tetapi yang jelas karinya berharap tidak ada yang tahu tentang pernikahannya dengan Devano.
"Senyum Karin, ini adalah hari terpenting dan awas saja jika kamu cemberut seperti itu, atau menggagalkan pernikahan kamu sendiri, Mama akan buang kamu dari rumah ini."
Karina mencebikkan bibirnya kesal, entah mengapa kedua orang tuanya malah tidak sayang padanya dan memihak kepada Devano, ya meskipun apa dikatakan oleh Papanya benar jika Devano sudah melihat semua bentuk tubuhnya bahkan sudah mencicipinya sedikit tetapi tidak dengan pernikahan, karena nyatanya Karina juga masih perawan namun semuanya sia-sia dan percuma saja Karina menjelaskan panjang dan lebar yang nyatanya endingnya Karina tetap menikah dengan Devano.
"Dan ingat kata-kata Mama, kamu juga harus memutuskan Rama, tidak baik menjalin hubungan dengan laki-laki lain dengan status kamu yang sudah menjadi istri orang."
__ADS_1
Sejak kemarin Mama Mila selalu mengingatkan Karina, bukan karena Mama Mila yang paling tidak menyukai Rama, bukan seperti itu tetapi karena sebentar lagi status Karina yang menjadi istri orang dan tidak baik jika masih menjalin hubungan dengan laki-laki lain meskipun Mama Mila tahu jika Rama adalah laki-laki yang baik dan sopan dan selama berpacaran dengan Karina, Rama selalu menjaga Karina dan tidak berbuat yang melibihi batas.
Lagi lagi Karina hanya diam saja, rasanya telinganya sudah panas mendengar ucapan-ucapan yang dilontarkan oleh Mamanya sejak kemarin yang nyatanya yang dibahasnya itu itu saja, kalau tidak seputaran Devano juga seputaran Rama.
Hingga akhirnya seseorang masuk ke dalam kamar Karina dan mengatakan jika mempelai pria sudah berada di bawah dan siap untuk melafalkan ijab qabulnya.
Memang Karina disembunyikan dulu di dalam kamar, nanti setelah Devano mengucapkan ijab qabul baru Karina keluar dari kamar dan menemui suaminya.
Karina harap harap cemas, bukan karena memikirkan bagaimana nanti jika Devano salah mengucapkan ijab qabulnya tetapi berharap jika pernikahan ini akan batal meskipun persentasenya itu kecil sekali.
Semoga gagal..semoga gagal..semoga gagal..
"Sah!!"
Deg
Tetapi sayang sekali doanya di dalam hati itu tidak dikabulkan yang mana saat ini Karina sudah mendengar jika saksi-saksi yang berada di bawah sudah mengucapkan kata sah berarti ia sah sebagai istri dari Devano saat ini.
"Ayo sayank, kita turun temui suami kamu. Kamu sekarang sudah sah menjadi istri dari Devano."
__ADS_1
Ingin rasanya Karina kabur saja dari rumah ini tetapi tidak bisa bahkan semua pengawal Papanya sudah berada di depan yang artinya Papahnya sudah tahu rencana busuknya jika ia akan kabur dari acara ini.
Mama Mila membawa Karina turun ke bawah, beliau hanya Mama Mila saja karena Karina memang tidak mengundang Sintia untuk ke acara ini bahkan sahabatnya itu juga tidak tahu kalau dirinya sudah menikah dengan Devano karena memang sengaja menyembunyikannya saat ini dan entahlah nanti jika ia tidak kuat untuk menahan beban sendirian maka Karina akan menceritakannya kepada Sintia.
Devano menatap kagum ke arah Karina yang mana ia melihat Karina yang sudah turun dari atas tangga dengan wajahnya yang sangat cantik, tentu saja Devano terpesona melihat kecantikan Karina dan tidak menyangka jika istrinya itu benar-benar cantik luar biasa.
Terlebih lagi Karina yang menggunakan pakaian yang pas di badan membuat Devano semakin terpesona saja bahkan pikirannya sudah melayang kemana-mana dan ingin segera menyentuh Karina karena h@sratnya tiba-tiba muncul saat ini.
Sialan mengapa aku bisa terus pesona dengan bocah ingusan itu, yang mana pastinya bocah itu tidak mau aku sentuh.
Sejenak Devano menepis perasaannya dan pikiran-pikiran mesumnya, ia lalu memalingkan wajahnya untuk tidak lagi menghadap ke arah Karina, bukan karena ia tidak mau tetapi takut saja jika ia khilaf dan nanti malam akan memaksakan kehendaknya karena plastinya Devano yakin jika Karina tidak mau melepaskan keperawanannya meskipun sudah menjadi istrinya.
Karina tidak sama sekali melihat ke arah Devano meskipun kata Mamanya jika Devano sangat tampan pagi ini tetapi yang ada di pikiran karina sama saja, jika Devano ya wajahnya seperti itu baik kemarin maupun sekarang juga sama sama-sama menyebalkan di mata Karina.
Hingga Pak penghulu meminta Karina untuk memegang tangan Devano dan salim pada Devano, lalu Devano juga mencium kening Karina dan saat bersamaan kedua pandangan mata mereka bertemu.
Aku akan membuat kamu jatuh cinta padaku dan kita lihat saja bocah ingusan, Kamu pastinya akan tunduk dan tertarik padaku.
Aku akan membuat hidup kamu menderita Pak Devano karena sudah berani-beraninya menikahi aku dan aku pastikan Aku tidak akan jatuh cinta kepada kamu..
__ADS_1
Keduanya sama-sama tersenyum namun di dalam senyuman itu mengandung makna yang berbeda karena masing-masing mempunyai rencana dan pikiran yang tersendiri yang akan membuat kehidupan mereka berdua berwarna-warni dengan pikiran-pikiran yang entahlah bagaimana nantinya.