
"Karina lagi?"
Beni menatap ke arah Devano, saat ini kedua laki-laki itu sudah duduk di sofa dengan saling berpandangan tentu saja dari tadi Beni memperhatikan ekspresi wajah Devano, bagaimana laki-laki itu tersenyum tetapi setelahnya tampak murung.
"Ckk... Siapa lagi istriku kalau tidak Karina."
Ucap Devano dengan wajah yang kesal, bisa-bisanya Beni bertanya lagi siapa perempuan yang dekat dengan nya saat ini terlebih lagi Devano sendiri tidak pernah menjalin hubungan khusus dengan seorang perempuan, jangankan menjalin suatu hubungan.. berdekatan dengan perempuan saja Devano enggan, selama ini perempuan yang Devano dekati dan bisa meluluhkan hatinya adalah Karina, yang sekarang sudah menjadi istrinya.
"Nggak usah nyolot begitu, siapa tahu lo punya cem-ceman lagi selain Karina, secara lo dan Karina belum melakukan sesuatu tetapi sudah melakukan pemanasan.."
Tampaknya siang menjelang sore ini Beni semangat untuk meledek Devano habis-habisan karena memang pekerjaannya sudah selesai tetapi Beni sendiri ingin pulang duluan tidak enak, sementara bosnya masih berada di ruangannya dan entah apa yang dilakukan oleh bosnya, padahal jam kantor sebentar lagi berakhir.
"Yang penting gue sudah melakukan pemanasan daripada Lo sama sekali yang belum pernah menyentuh seorang perempuan!!"
__ADS_1
"Eh dasar lo!! jangan salah ya, gue seperti ini sudah pernah menyentuh perempuan walaupun itu cuma sekali dan setelah itu ditinggal pergi..."
Nampaknya pembahasan diantara keduanya semakin serius saja bukan serius mengenai pembahasan masalah kantor ataupun yang lainnya tetapi malahan menyangkut masalah pribadi yang mana sepertinya Devano tidak mau jika delay tidak habis-habisan oleh teman sekaligus asistennya itu dan ia juga berbalik meledek ke arah Beni tetapi sayang sekali Devano lupa jika Beni memang sudah pernah melakukan suatu hubungan meskipun hanya singkat saja.
"Oh ya gue lupa, lo sudah pernah merasakannya.. lalu bagaimana rasanya?"
"Sialan lo malah ngingetin gue, yang jelas rasanya enak bikin candu, makanya kalau punya istri itu dimanfaatin jangan dianggurin, kalau nanti ditinggalin nangis-nangis, padahal sudah sah tetapi tidak bisa disentuh.. apa-apaan kalau gue jadi lo pastinya setiap malam gue akan peluk Karina, gue keloonin dia dan gue hamilin.. pastinya, kalau sudah hamil Karina tidak mungkin ninggalin gue..."
"Akan gue lakukan.. tapi sepertinya itu akan sulit, lo tau sendiri kan Karina bagaimana dan hubungan gue bagaimana dan parahnya Karina saat ini sedang marah sama gue, harus gimana lagi gue untuk menyatakan perasaan ini .. sementara hati gue sudah mentok sama Karin. Gue nggak ingin lepasin Karina atau mungkin menceraikannya."
"Perkosa Karina, buat dia hamil .. kalau begitu Lo sudah memiliki dia seutuhnya dan gue jamin Karina tidak akan pernah lari dari lo dan jika memang Karina masih kekeh untuk lari dari lo pasti dia akan berpikir dua kali kalau dirinya sudah pernah terjamah oleh lo dan mungkin yang ada dalam rahimnya sudah tumbuh benih dari lo."
Devano melongo, kenapa Beni juga sama seperti kedua sahabatnya yang menyarankan seperti itu .. apa laki-laki di dunia ini memang sama, hanya memikirkan tentang kebutuhan biologis saja, tetapi memang benar ide dari orang-orang terdekat Devano itu harus direalisasikan karena sepertinya memang dengan cara itulah ia bisa terikat selamanya dengan Karina dan Karina tidak akan pernah meninggalkannya meskipun Devano tahu bagaimana reaksi Karina setelah ia memperkosanya nanti tetapi kalau tidak begitu pastinya Karina tidak akan pernah dimiliki selamanya.
__ADS_1
"Nggak usah berpikir panjang kali lebar, lagi pula itu sah sah saja dan Karina halal untuk lo, jika Lo tidak melakukan itu.. lo pasti tidak akan pernah merasakan betapa nikmatnya surga dunia, percuma saja lo nikah kalau tidak bisa anu anu sama istri lo."
Ucapan Beni lagi lagi membuat Devano semakin yakin akan melakukan itu tetapi ia juga masih waras dan sadar diri, tidak ingin terlalu terburu-buru .. tetapi harus menyiapkan sesuatu yang akan berkesan untuk Karina dan pastinya tidak membuat gadis cantik itu nantinya akan berlama-lama membencinya.
"Dasar kalian semua sama saja kenapa sih sarannya nggak ada yang benar-benar lebih bagus sedikit? kenapa semua menyarankan seperti itu?"
"Karena kita normal Devano dan pastinya gue juga setuju dengan pendapat kedua sahabat lo itu yang mana memang itulah jalan satu-satunya supaya menjerat Karina, lo tahu sendiri dan Lo sudah pernah merasakan bagaimana rasanya sebuah pemanasan, apalagi Lo sudah mencicipi sesuatu yang pertama kali lo lakuin, pastinya lo juga ingin mengulang lagi dan lagi dan tentu saja lo pastinya sudah melakukan segala macam cara yang baik-baik dari memberikan perhatian kepada Karina menyayanginya dan mencintainya tetapi selama ini apa balasan dari semua yang lo lakukan? Karina masih cuek saja dan belum membuka hatinya meskipun sebenarnya tanpa sadar Karina sudah ada sedikit rasa sama lo tetapi untuk bisa membuat semua nya menjadi nyata dan Karina akan lebih mencintai lo, lo harus ngelakuin seperti itu."
"Hmm... Dan lo kira gue nggak normal? enak aja.. gue laki-laki normal, tetapi gue masih punya otak dan pikiran untuk tidak melakukan seperti itu apalagi dengan paksaan!!"
"Buktikan kalau lo memang laki-laki normal, perkoosa Karina dan buat dia hamil!"
Beni melihat ke arah jam yang melekat di tangannya, ia pun segera beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan Devano,.percuma ia menemani Devano sedangkan Devano hatinya sedang gundah gulana terlebih lagi sudah semua saran yang diberikan untuk Devano namun laki-laki itu sepertinya masih memikirkan lagi dan tidak bisa bertindak secara cepat.
__ADS_1
"Gue pulang dulu, jangan terlalu lama berpikir tentang itu karena hanya itu lah jalan satu-satunya supaya lo bisa memiliki Karina seutuhnya dan selamanya."
Tidak ada jawaban ataupun tanggapan dari Devano tetapi itu tidak masalah bagi Beni, karena Beni tahu pastinya setelah ini Devano akan berpikir lebih keras lagi dengan apa yang diucapkan.. terlebih lagi bukan hanya dari ucapan Beni saja namun dari kedua sahabat Devano juga mengatakan seperti itu yang pastinya semuanya ini mereka lakukan supaya bisa membuat Devano bahagia dengan pernikahannya, karena Devano adalah laki-laki yang baik terlebih lagi Karina adalah cinta pertamanya yang tidak akan pernah Devano lepaskan, untuk itu Beni dan kedua sahabat Devano mati-matian ingin membuat Devano dan Karina bersatu selamanya tanpa ada halangan lagi.