Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Curiga


__ADS_3

Karina mendengar ucapan dari Dirga belum lagi urusannya dengan Devano selesai tetapi kini malah hadir Dirga dengan mengucapkan seperti itu, apakah Dirga tidak tahu jika dirinya sudah menikah? padahal Papanya dengan papanya Dirga itu berteman atau mungkin memang Papanya Dirga belum tahu menahu tentang pernikahan antara dirinya dengan Devano?


"Diam berarti iya, kalau begitu aku akan meminta Papa pulang cepat supaya nanti malam bisa melamar kamu dan kita bisa menikah secepatnya, kamu tahu sendiri kan Rin, kalau kita sejak kecil sudah dijodohkan dan tentu saja bukan hanya karena perjodohan saja tetapi aku juga cinta sama kamu hanya saja setelah aku kembali ke Jakarta, aku melihat kamu sudah bersama dengan Rama, meskipun hatiku sakit tetapi aku berdoa supaya kita masih bisa bersama dan akhirnya doa ku terkabul, kamu akan menjadi milikku, tidak ada laki-laki lain yang bisa merebut kamu dariku."


"Sekarang aku masih sekolah dan tidak memikirkan tentang begituan, lagi pula atas dasar apa kamu tiba-tiba melamarku? Kamu sendiri belum mendapat persetujuan dari kedua orang tuaku apalagi aku."


Bagaimana Karina mau menerima ataupun menolaknya, ia sendiri bingung apakah ia harus menjelaskan kepada Dirga tentang dirinya yang sudah menikah dengan Devano, itu juga Karina tidak ada rasa sama sekali dengan Dirga. Iya, Karina dan Dirga memang dekat tetapi hanya sebatas teman baik, teman sewaktu kecil saja, dan tentang perjodohan itu.. Karina sendiri kaget, ia baru mendengar kemarin dari bibir Dirga padahal selama ini kedua orang tuanya hanya diam saja tidak membahas tentang perjodohan.


Ya bukan hanya Dirga yang tidak mengetahui sebab akibat Karina putus dengan Rama, tetapi Dirga juga belum tahu tentang Karina yang sudah menikah, karena Papa nya beberapa hari ini memang tidak berada di rumah dan Dirga sendiri belum bertemu dengan kedua orang tuanya hanya saja nanti malam kedua orang tuanya akan kembali ke Jakarta.


Hingga laki-laki itu tidak tahu menahu tentang kehidupan Karina sekarang, padahal Papa Dirga sudah tahu dan itu dari Papahnya Karina namun sayang sekali,  belum bertemu nya antara bapak dan anak itu membuat Dirga juga tidak mengetahui dan ingin segera memiliki Karina.


Lagi lagi tidak mendapatkan respon dari Karina tetapi Dirga tersenyum, ia tahu jika teman baiknya itu sedang berpikir yang pastinya Dirga sadar jika ucapannya ini benar-benar mendadak untuk Karina yang nyatanya memang Dirga tidak bisa menunggu lama lagi setelah mendengar Rama dan Karina berpisah, maka Dirga buru-buru ingin segera memiliki Karina supaya tidak ada orang lain lagi yang akan memiliki gadis yang ia cintai.


Hingga beberapa menit kemudian, Devano masuk ke dalam kelas tentunya dengan perasaan campur aduk antara cemburu dan kesal karena pagi-pagi ia sudah melihat jika istrinya berpegangan tangan dengan mantan pacar dan itu membuat jengkel dan mood Devano berubah.

__ADS_1


Shittt!!


Bukan hanya itu saja, setelah Devano masuk ke dalam kelas ia malah disuguhkan dengan pemandangan yang membuat lagi lagi tangan Devano terkepal kuat bukan karena mendapati Karina yang berpegangan tangan atau bercumbu mesra dengan Dirga tetapi melihat jika Dirga saat ini sedang memandang wajah cantik Karina dengan begitu intens.


Dirga menatap wajah cantik Karina, yang Karina saat ini malahan asik dengan membaca bukunya antara sadar atau tidak Karina ditatap seperti itu oleh Dirga, namun bagi Karina itu tidak masalah, toh juga Dirga tidak macam-macam dengan nya, lagipula Karina dan Dirga itu sudah kenal sejak dulu.


Iya pemandangan yang mengiris hati dan juga membuat dada Devano kembali sesak, laki-laki itu segera memberikan sapaan selamat pagi kepada murid-muridnya tapi sayang sekali Dirga tidak beranjak  dari bangku Karina dan malahan sepertinya laki-laki itu sengaja untuk berada di sana.


"Dirga.... Kembali ke tempat kamu!!"


Ujar Karina dengan suara yang lantang, tentu saja itu mengagetkan semua penghuni kelas dan tidak terkecuali Karina dengan Dirga.


"Saya lebih suka duduk di sini pak, lagipula Sintia juga tidak keberatan jika duduk di belakang."


Sepertinya Dirga mencoba untuk yang menyelami ada apa sebenarnya antara Devano dengan Karina yang nyatanya mengapa hanya dirinya yang disuruh pindah, padahal teman-teman Karina juga ada yang duduk laki-laki dengan perempuan tetapi Devano tidak menegur nya, bahkan tidak membentak ataupun meminta untuk pindah supaya duduk dengan laki-laki atau perempuan dengan perempuan.

__ADS_1


"Kamu tahu kan tata tertib masuk ke dalam kelas saya? dan pastinya itu harus dipenuhi."


"Tapi Pak, kenapa hanya saya yang diminta untuk pindah? bahkan yang lainnya juga tidak diminta pindah? mereka juga sama duduknya laki-laki dengan perempuan."


Dirga tentu saja tidak mau mengalah, ia ingin membuktikan apakah penglihatannya benar jika Devano ada sesuatu dengan Karina meskipun ia sendiri tidak yakin tetapi melihat pandangan mata Devano yang saat ini mengarah ke arah Karina membuat Dirga sedikit curiga dan bertanya-tanya.


Sialan anak itu!!


"Karena Karina duduknya bukan di situ, Karina duduk di depan meja saya dengan Sintia, bukan di sana!"


Entah itu jawaban yang tepat atau tidak yang jelas Devano kehabisan kata-kata, ia memang tidak melihat murid-murid yang lainnya dan tujuan utamanya seketika masuk ke dalam kelas adalah menatap ke arah istrinya dan pastinya melihat istrinya duduk dengan laki-laki lain dan itu adalah Dirga, yang jelas menaruh rasa kepada Karina, membuat Devano seperti kesal  dan tidak bisa menempatkan posisinya saat ini.


Mendengar namanya disebut, Karina mencebikkan bibinya, ia kemudian mengambil buku pelajaran matematika dan pindah ke depan. Sebenarnya Karina tidak ingin melakukannya tetapi daripada membuat ribut antara Devano dengan Dirga, sebaiknya ia sendiri yang meninggalkan Dirga. Dan pastinya hanya 2 jam saja pelajaran Devano, setelah itu ia bisa kembali ke tempatnya lagi.


Bukan hanya Karina saja tetapi Sintia juga mengikuti pergerakan Karina, memang Sintia dari tadi sudah meminta Karina untuk segera duduk di bangku depan tepat di depan meja guru tetapi Karina tidak mau dengan alasan ini itu dan yang lain lain.

__ADS_1


Pandangan mata Dirga masih menuju ke arah Devano, yang entah sedari tadi Dirga merasa ada sesuatu, apalagi saat ini antara Karina dan Devano masing-masing memandang, dan tentu saja itu malah membuat Dirga semakin curiga.


Hanya memandang wajah cantik Karina saja Devano seketika tersenyum, itu yang membuat Devano lagi dan lagi berpikir yang tidak tidak, apakah memang ada hubungannya spesial antara guru muda itu dengan teman baiknya? kalau tidak .. mengapa Devano  tersenyum ketika menatap wajah cantik Karina.


__ADS_2