
"Karina sudah menikah."
"Apa?"
Seketika Papa Putra melototkan matanya, beliau tidak percaya dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Papah Raharja di mana mengatakan jika Karina sudah menikah.
"Bagaimana bisa, bukankah Karina dan Dirga sudah dijodohkan?"
Tentu saja Papa Putra tidak mendengar berita jika Karina sudah menikah bahkan pernikahan itu tertutup rapat-rapat dan dirahasiakan, hanya keluarga inti saja yang mengetahui pernikahan Karina dengan Devano yang mana memang sebenarnya Papah Raharja juga tidak ingin menikahkan putrinya dalam waktu dekat ini terlebih lagi Karina yang sifatnya masih manja dan suka berbuat onar bakan mungkin saja karena belum pantas menyandang sebagai seorang istri tetapi keadaan berkata lain dimana malam itu Devano sudah menyeret Karina untuk masuk ke dalam hotel dan menyaksikan bagaimana indahnya tubuh Karina meskipun Devano sendiri belum sempat untuk memperkosa Karina tetapi sebagai seorang ayah tentu saja Papah Raharja tidak mau jika kehormatan putrinya dilecehkan begitu saja.
"Maaf sekali tetapi keadaan yang membuat Karina harus menikah."
Papa Putra menggelengkan kepalanya pelan, beliau belum paham betul apa yang dikatakan oleh Papa Raharja di mana karina sudah menikah dan tentu saja itu membuat Papa Putra sedikit kecewa dengan apa yang terjadi karena Papa Putra sudah menginginkan Karina sebagai istri dari Dirga untuk memajukan perusahaannya supaya bisa berkembang dengan pesat.
"Bagaimana ceritanya? kenapa kamu mengingkari janjimu untuk menikahkan Karina dengan Dirga?"
__ADS_1
Bukan hanya kecewa tetapi yang sepertinya Papa Putra juga sedikit emosi mendengar permintaan maaf dari Papah Raharja yang ia tidak menyangka jika teman lamanya itu benar-benar melupakan tentang apa yang sudah direncanakan dari dulu yaitu menjodohkan Karina dengan Dirga yang mana nantinya dengan perjodohan ini akan mempererat tali persaudaraan dan juga memperkuat perusahaan bisnisnya, dan bisa dikatakan jika pernikahan Karina dan Dirga adalah pernikahan bisnis di mana memang kebanyakan pengusaha-pengusaha sukses di kota ini melakukan pernikahan seperti itu supaya menambah besar perusahaan dan juga aset kekayaannya.
Tidak mau terpojok dan merasa disalahkan tetapi memang semuanya ini tidak terduga dan Papah Raharja juga tidak menginginkan keadaan seperti ini hingga akhirnya Papah Raharja pelan-pelan menceritakan masalah yang terjadi sehingga Karina akhirnya bisa menikah dengan Devano.
Meskipun Papa Putra tidak menerima pernikahan Karina dengan Devano tetapi apa boleh buat jika pernikahan itu sudah dilaksanakan, namun ada sedikit rencana licik dari Papa Putra yang akan memisahkan Devano dengan Karina, toh juga Karina tidak mencintai suaminya saat ini dan belum terjadi apa-apa antara Karina dengan Devano.
"Dan siapa suami Karina itu?"
Sepertinya Papah putra harus pura-pura baik meskipun ia sedikit kecewa dan juga emosi tetapi ia berpikir jauh ke depan di mana ia juga harus pura-pura untuk menerima kenyataan ini tetapi dalam pikirannya Papa Putra menceritakan sesuatu untuk bisa menikahkan Karina dengan Dirga supaya nanti aset-aset perusahaan milik keluarga Raharja bisa jatuh ke tangan Dirga nantinya.
"Devano Hardiansyah putra dari Tommy Hardiansyah, pemilik perusahaan HD group yang tentu saja kamu mengenalnya."
Sial!! Kenapa harus keluarga itu suaminya Karina, aku tidak bisa berkutik lagi.
Papa Putra dalam hati mengumpat kesal di mana ia mengenal betul seluk beluk keluarga Hardiansyah itu yang kekayaannya jauh lebih besar dari keluarganya dan juga dari keluarga Raharja, bisa dibilang perusahaan Hardiansyah itu menduduki peringkat pertama di seluruh Indonesia ini bahkan sudah terkenal sampai ke luar negeri.
__ADS_1
Tapi lagi dan lagi jika otaknya sudah licik dan berpikiran negatif pastinya ada banyak cara untuk membuat pernikahan Karina dan Devano nanti gagal dan di saat itulah Dirga akan masuk ke dalam kehidupan Karina dan akan menikahi Karina supaya perusahaannya bisa berkembang pesat.
"Ya aku mengenalnya... Ah sayang sekali karina tidak menjadi menantu aku pastinya Dirga sangat kecewa jika mendengar berita ini begitupun juga dengan aku, jujur saja Ja, aku sangat kecewa mendengar jika Karina sudah menikah padahal aku sangat menyayangi Karina dan juga menginginkan Karina sebagai menantu aku, kamu tahu sendiri kan bagaimana sayangnya aku terhadap putri kamu itu dan juga bagaimana tertariknya Dirga terhadap Karina... Tetapi bagaimana lagi keadaan tidak memihak kepada kita dan mungkin juga Dirga bukan jodohnya Karina.."
Ya Papa Putra mengucapkan itu dengan nada memelas meskipun sebenarnya ia ingin mengumpat kesal terhadap sosok Devano yang sudah menyeret Karina dan menikahi Karina, di mana Papa Putra kehilangan tambang emasnya nanti. Tetapi di depan Papa Raharja, Papa Putra seakan-akan merasa jika dirinya menderita dan sudah dikecewakan olehnya hingga membuat ekspresi yang dilebih-lebihkan padahal sebenarnya tidak seperti itu.
"Maafkan aku, bukan aku bermaksud untuk melupakan perjodohan ini tetapi keadaan yang membuat aku harus menikahkan Karina, mungkin jika posisi kamu seperti aku pastinya kamu akan berbuat yang sama."
Ujar Papah Raharja yang sedikit menyesal, dengan menepuk pundak Papa Putra di mana ia juga mengatakan sesuatu yang mungkin saja membuat Papa Putra akan berpikir dan mengiyakan tentang keputusannya.
"Ya mungkin jika aku mempunyai putri dan keadaan seperti itu aku juga akan melakukan hal sama dengan kamu. Ya sudahlah Ja, apa boleh dikata lagi memang mereka tidak berjodoh dan kuharap Karina bisa berbahagia dengan suaminya meskipun aku tidak yakin dengan kebahagiaan itu. Kamu tahu sendiri kan bagaimana jika pernikahan itu tidak dilandasi oleh rasa saling cinta apalagi mereka berdua tidak saling kenal dan bertemu dalam keadaan dan kondisi yang tidak biasa saja"
Papa Putra mencoba untuk menakut-nakuti Papa Raharja meskipun kenyataan di luar sana memang sebagian ada yang menderita karena pernikahan yang tidak dilandasi oleh rasa cinta tetapi tidak sedikit juga yang berhasil dengan pernikahan itu yang mana mereka akan sama-sama saling mencintai seiring berjalannya waktu ketika mereka terbiasa untuk hidup bersama dan melakukan segala sesuatunya secara bersama-sama.
"Sorry, bukannya aku menakut-nakuti kamu hanya saja aku kasihan dengan Karina dan pastinya dia sangat menderita, terlebih lagi jika keluarga dari suaminya itu tidak baik bagi Karina dan menyiksa Karina."
__ADS_1
Papa Putra tersenyum tipis, ia sudah merencanakan sesuatu yang pastinya akan membuat Papa Raharja berpikir untuk segera memisahkan Karina dengan Devano yang mana Papa Putra akan semakin menakut-nakuti Karina dengan kenyataan yang tidak sebenarnya.