
Malam mulai datang dan di sinilah Karina mulai gelisah karena sepertinya Devano tidak mau tidur di sofa yang mana laki-laki itu sedari tadi sore mengisi seluruh ranjang yang tentunya Karina tidak bisa beristirahat.
Padahal mata Karina sudah mengantuk, tetapi melihat Devano yang malahan merentangkan kedua tangannya dan tidak ingin membagi sedikitpun dengan Karina membuat Karina menggelengkan kepalanya, tidak mungkin ia tidur satu ranjang dengan Devano meskipun Karina tahu jika saat ini ia dan Devano sudah sah sebagai suami istri namun rasanya Karina tidak mungkin untuk menyerahkan semuanya kepada Devano juga, untuk apa.. Karina juga tidak mencintai Devano dan ia akan menyerahkan semuanya kepada laki-laki yang dicintainy, entah itu siapa.. Devano atau tidak.
Tidak ingin mengusik ketenangan Devano yang nyatanya laki-laki itu kini masih memejamkan matanya yang entah tidur atau tidak, Karina mengambil bantal dan juga selimut kemudian ia mengalah untuk tidur di sofa saja, entahlah besok akan jadi apa tubuhnya yang penting ia tidak bersama dengan Devano di atas ranjang.
Pelan-pelan Karina merebahkan tubuhnya di sofa meskipun ini adalah pertama kalinya ia lakukan tetapi sepertinya tidak begitu buruk karena sofa yang ada di dalam kamar Devano itu sangatlah apik, jadi begitu enak dan nyaman untuk tidur tetapi yang namanya sofa juga seperti itu tidak leluasa seperti tidur di atas ranjang.
Sedangkan Devano melirik ke arah Karina, sebenarnya ia tidak benar-benar tidur dan hanya pura-pura memejamkan matanya, ingin mengetahui bagaimana reaksi istrinya itu jika ia sudah menguasai atas ranjang, apakah Karina mau tidur bersamanya atau memilih tidur di sofa dan ternyata Karina memilih untuk tidur di sofa.
Devano pura-pura memejamkan matanya lagi ketika ia melihat Karina yang masih bergerak gelisah di atas sofa. Devano paham jika istri kecilnya itu belum terbiasa untuk tidur di sofa tetapi Karina juga enggan untuk merangkak ke atas ranjang bersama dengan dirinya.
Hingga akhirnya beberapa jam kemudian Karina sudah tertidur pulas, sedangkan Devano.. ia beranjak dari atas ranjang di mana memang sebenarnya Devano belum mengantuk, laki-laki itu sudah terbiasa untuk tidur malam dan kali ini ia mendekati ke arah sofa di mana istrinya sudah terlelap tidur
Sebenarnya kalau dilihat-lihat kamu cantik sekali Karin tetapi sayang sifatmu yang aku tidak suka..
Cup
Yang lagi lagi Devano merasakan sesuatu yang berbeda di dalam hatinya, apakah ini yang dinamakan jatuh cinta? Devano sendiri tidak tahu karena ia belum pernah merasakan yang namanya jatuh cinta.
Tangan Devano juga terulur untuk menyentuh pipi Karina di mana saat ini Karina masih tertidur dengan sangat lelah, hingga akhirnya Devano yang kasihan lihat Karina tertidur di sofa, ia menggendong pelan-pelan tubuh Karina dan membawanya untuk ke atas ranjang.
__ADS_1
Lama memandangi wajah Karina yang sudah berada di atas ranjang, akhirnya Devano memeluk tubuh seksii Karina dan ia memejamkan matanya, entahlah setelah beberapa menit ia merasakan aroma tubuh Karina akhirnya Devano tertidur pulas malam ini.
"Ahhh...."
"Berisik!!"
Suara teriakan Karina membuat Devano kaget, dan laki-laki itu langsung saja membuka matanya lalu duduk di atas ranjang menatap ke arah istrinya yang saat ini sedang membenarkan selimutnya.
Ya Karina terbangun karena suara alarm di mana memang ia terbiasa untuk menyetel alarm di pagi hari supaya tidak terlambat ke sekolah dan tiba-tiba ia bangun sudah berada di samping Devano dengan tangan Devano yang melingkar di perutnya, itu yang membuat Karina berteriak seketika.
"Om mesum!! sudah tahu kan aku tidak ingin tidur satu ranjang dengan Om, tetapi mengapa Om mengajak aku di sini .. jangan-jangan Om juga sudah..."
Karina tidak melanjutkan ucapannya ia melihat kembali ke arah dirinya apakah masih memakai pakaian yang utuh dan di dalam hati Karina tersenyum karena pakaian yang ia pakai sama persis dengan pakaian yang semalam ia pakai dan tidak ada tanda-tanda jika Devano membukanya.
Devano membuang selimutnya ia malah dengan sengaja mendekati Karina yang membuat gadis cantik itu bingung harus berbuat apa dan juga ketakutan karena tiba-tiba wajah Devano menjadi menyeramkan.
"Iya.. Om Devano mesum sekali kenapa tiba-tiba membawa aku naik ke atas ranjang?"
Masih dengan ekspresi wajah yang ketakutan, Karina menjauhkan tangan Devano yang ingin memegang tubuhnya tentu saja ia tidak mau disentuh-sentuh oleh laki-laki lain meskipun itu adalah suaminya sendiri.
"Aku yang membawa kamu ke sini ? jangan mimpi!! coba kamu ingat-ingat semalam, Kamu sendiri yang merangkak menuju ke atas ranjang dan katanya kamu kedinginan lalu meminta aku untuk memeluk kamu?"
__ADS_1
Biar aku kerjain sekalian anak ini bagaimana ekspresinya jika ia tahu kalau semalam dialah yang meminta aku untuk memeluknya...
Ya Devano sengaja mengatakan seperti itu, ia ingin melihat ekspresi Karina yang sangat lucu dan menggemaskan jika sedang marah.
"Tidak mungkin, tidak mungkin aku berjalan sendiri menuju ke atas ranjang dan memeluk Om Devano."
Karina seperti orang bodoh, ia mengingat kejadian semalam yang mana seingat Karina ia tidur di atas sofa dan setelah itu tidak merasakan atau mengingat apa-apa lagi dan rasanya malu sekali jika ia meminta Devano untuk memeluknya.
"Ya sudah kalau kamu tidak percaya yang jelas mana mau aku menggendong kamu."
Devano tersenyum tipis kemudian laki-laki itu menjauhkan wajahnya dari Karina lalu beranjak dari atas ranjang karena jam sudah menunjukkan pukul 05.00 pagi dan Devano yang merupakan guru di sekolahan Karina, tidak mungkin nanti akan masuk ke sekolah terlambat.
Sedangkan Karina menggelengkan kepalanya, ia masih berpikir apakah mungkin semalam ia yang jalan-jalan lalu naik ke atas ranjang dan meminta Devano untuk memeluknya?
Sepertinya tidak mungkin, tidak mungkin aku melakukan itu?
Berkali-kali Karina mencoba mengingat tentang kejadian semalam tetapi nyatanya ia tidak mengingat apapun juga, berbeda dengan kejadian pas beberapa malam yang lalu di mana ia bersama dengan Devano berada di dalam kamar hotel yang nyatanya memang sampai saat ini Karina belum bisa atau lebih tepatnya tidak bisa melupakan kejadian itu.
Ceklek.
Karina masih bengong di atas ranjang hingga suara Devano mengagetkan nya yang membuat Karina menatap ke arah Devano dan langsung saja menutup matanya ketika melihat Devano yang sudah keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melingkar di atas pinggangnya.
__ADS_1
"Om bisa nggak sih ganti pakainnya di dalam kamar mandi, nggak ingat apa kalau aku ada di sini."
Karina masih menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya tentu saja ia tidak ingin melihat bentuk polos Devano, padahal Karina sendiri sudah melihat semuanya bahkan termasuk dengan ular piton Devano yang sudah berubah bentuk menjadi besar dan juga panjang.