Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Terserah


__ADS_3

"Ya, sepertinya memang aku harus lakukan itu tetapi aku harus mencari waktu yang tepat dan pasti Karina tidak akan marah-marah sama aku."


Setelah banyak berpikir dan juga banyak pertimbangan, Devano akhirnya memutuskan untuk mengikuti saran dari Beni dan kedua sahabatnya di mana ia akan melakukan itu dan akan menghamili Karina, Devano bahkan tidak peduli bagaimana setelah ia melakukan itu yang pastinya jika Karina sudah menjadi miliknya seutuhnya dan ada benih yang tertinggal di rahim Karina, tentu saja istrinya akan mempertahankan pernikahan ini dan Karina tidak akan pernah meninggalkannya.


Tidak mau berlalut larut dengan pemikiran yang konyol ini, Devano segera beranjak dari sofa kemudian ia menuju meja kerjanya dan segera menyelesaikan pekerjaan yang hanya tinggal sedikit itu,terlebih lagi jika ia terus memikirkan Karina dan membayangkan wajah cantik Karina maka sesuatu yang dibawa sana akan terus merontak ingin segera dikeluarkan dan merasakan sesuatu yang belum pernah dirasakan.


Devano segera menyelesaikan pekerjaannya, ia tidak akan berpikir kedua kalinya lagi tentang apa yang akan dilakukan, ia sudah mantap akan membuat Karina menjadi miliknya seutuhnya meskipun dengan resiko yang terlalu tinggi.


Ting


Sedang seriusnya mengerjakan pekerjaan, Devano tiba-tiba menghentikan nya sebentar, karena ada pesan masuk dari ponselnya dan tentu saja ia berpikir jika itu adalah pesan yang dikirimkan oleh Karina jadi Devano semangat sekali untuk segera membukanya.


Devano tersenyum meskipun itu tidak pesan balasan yang dikirimkan oleh istrinya tetapi adalah pesan dari m-banking di mana baru saja istrinya membeli sesuatu yang nominalnya cukup fantastis tetapi Devano tidak mempermasalahkannya, malah laki-laki itu tersenyum karena baru kali ini Karina menggunakan kartunya untuk membeli barang-barang yang dibutuhkan meskipun Devano tahu jika ada dalang dibalik semuanya ini bukan karena murni dari istrinya saja tetapi dari Sintia juga.

__ADS_1


Laki-laki itu merasa lega, karena dengan adanya transaksi uang yang dikeluarkan oleh Karina berarti istrinya masih berada di mall dan sedang menghibur diri dengan membeli sesuatu yang mungkin saja Karina butuhkan. Dan akhirnya Devano bisa kembali melanjutkan pekerjaannya dan sedikit tidak berpikir ke arah Karina yang nyatanya istrinya itu saat ini baik-baik saja.


Sementara di mall, kedua gadis cantik itu masih saja keluar masuk dari satu toko ke toko lain tentu saja memilih dan memilah barang-barang apa yang akan mereka beli, bukan yang dibutuhkan tetapi asal saja karena itu semua adalah permintaan dari Karina yang hanya ingin menghabiskan uang dari suaminya karena rasa marah dan jengkelnya terhadap Devano, bahkan Karina tidak peduli seberapa uang yang akan dikeluarkan nantinya yang jelas jika Devano sudah memberikan kartu itu rasanya Karina tidak mungkin akan membiarkannya saja dan ia akan menggunakan dengan sesuka hatinya.


"Pulang yuk belanjaan kita sudah banyak."


Yang nyatanya sahabatnya itu masih ingin kembali keluar masuk ke sebuah toko dan membeli sesuatu yang tidak begitu penting tetapi Karina sendiri sudah pegel kakinya dan ingin segera rebahan di atas ranjang.


"Baru segini Karin, toh juga nominal yang dikeluarkan suami lo itu baru sedikit, ayolah belanja lagi ... kapan lagi kita punya waktu berdua dan menghabiskan uang sebanyak-banyaknya dan pastinya lo tidak perlu khawatir, suami lo itu kaya raya dan tentunya uang sebesar ini tidak masalah baginya."


Hingga akhirnya dua gadis yang sudah keluar masuk toko itu akhirnya beristirahat sebentar, mereka berdua berada di cafe dengan menyantap makanan dan juga minuman, jelas saja mereka lapar setelah lelah keluar masuk toko akhirnya memasukkan makanan ke dalam mulutnya padahal tadi siang di sekolah, kedua gadis itu juga sudah memakan makanan yang begitu banyak tetapi kali ini lapar lagi.


"Habis ini kita pulang ya, gue capek."

__ADS_1


Pinta Karina yang saat ini sedang memasukkan mie ayam bakso ke dalam mulutnya tentu saja dengan banyak saus dan juga sambal yang membuat kuah mie ayam itu menjadi merah.


"Pulang? baru segini Rin .. nggak sayang uang suami lo? kalau gue jadi lo, gue akan habiskan semuanya mumpungkan. Kapanlagi Pak Devano akan membebaskan lo untuk jalan-jalan terlebih lagi membeli barang-barang ini."


Karina tidak menyahut dan tentunya ia juga bingung mau apalagi setelah ini dan dirinya juga selain lelah fisik, Karina juga capek hati dan juga pikiran ingin rasanya ingin berteriak tetapi waktu dan tempat tidak memungkinkan dirinya untuk sekedar berteriak untuk menuntaskan segala rasa yang ada di dalam hati, cukup dua jam berada di mall berkeliling-keliling membeli barang-barang yang entah itu dibutuhkan atau tidak dan makan makanan kesukaannya dengan porsi yang begitu banyak sudah sedikit membuat Karina lega walaupun masih ada sesuatu rasa yang mengganjal di dalam pikirannya saat ini.


"Kalau lo mau, lo aja yang habisin duitnya .. gue mah ogah gue capek mau istirahat.."


"Kalau gue sih pengennya gitu tapi nggak mungkin lah bagaimana nanti pak Devano, dia pasti akan marah sama gue bukan marah karena duitnya dihabisin tapi karena lo yang gak bersama gue, lo tau sendiri dan bagaimana susahnya meminta izin sama suami lo, tadi sebenarnya yang gue tangkap Pak Devano itu benar-benar cinta sama lo dan dia sebenarnya juga nggak rela ngelepasin lo jalan-jalan sama gue, bukan masalah lo perginya sama gue atau kita shopping namun Pak Devano pastinya khawatir dengan lo terlebih lagi lo yang sedari tadi diam tanpa mengucapkan kata apapun juga."


Ya meskipun sebenarnya Sintia masih ingin berada di mall dan memanfaatkan kesempatan ini tetapi ia teringat dengan ucapan Devano tadi di mana ia harus menjaga Karina dan membawa pulang Karina ke rumahnya.


Sintia tidak ingin nantinya guru tampan dan killernya itu marah-marah padanya apa bila meninggalkan Karina sendiri toh juga ia tidak tahu jika Karina dari sini nanti akan pulang ke rumahnya atau pun malahan pergi entah ke mana.

__ADS_1


"Terserah .. mau dia peduli apa nggak nggak perduli yang jelas gue marah sama dia bisa-bisanya tanpa rembukan dulu dia bilang Rama seperti itu."


Sintia yang mendengar ucapan dari Karina hanya menggelengkan kepalanya saja tentunya ia belum paham betul bagaimana hati dan pikiran Karina saat ini, sudah bagus Devano tidak marah dengan Karina, karena hubungannya dengan Rama yang belum selesai malah Karina yang tidak terima hingga mendiamkan suaminya.


__ADS_2