Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Kesal...


__ADS_3

"Shittt!!"


Devano mengumpat kesal manakalanya sudah sampai di Pantai, tempat di mana Karina dan Rama berada di sana tadi, tetapi sayang sekali kedua orang yang dicarinya itu tidak ada di sana, bahkan Devano juga tidak melihat mobil Rama yang berada di parkiran seperti apa yang diinformasikan oleh anak buahnya tadi.


Kesal dan juga marah, tentu saja bercampur jadi satu. Devano cemburu ketika tidak ada Karina di sini, terlebih lagi ketika Devano mengingat jika Karina pergi bersama dengan Rama, apa yang sedang mereka lakukan di pantai lalu keduanya tidak ada lagi disini, kemudian kemana Rama membawa istrinya?


Ini adalah hal gila yang sudah Devano lalui selama perjalanan hidupnya, ia bahkan belum pernah merasakan jatuh cinta tetapi ia bisa luluh dan tunduk dengan seorang gadis yang memang wajahnya sangat cantik dan mempunyai tubuh yang seksi tetapi kelakuannya sangat minim sekali bahkan sudah membuat Devano geleng-geleng kepala,.apalagi saat ini Karina yang sudah berstatus sebagai istrinya malahan pergi dengan laki-laki lain meskipun Devano tahu dirinya lah yang bersalah, yang sudah menyeret Karina ke dalam pernikahan ini yang seharusnya tidak akan terjadi, tetapi mau dikata apa lagi pernikahan Devano dan Karina adalah pernikahan yang sah di mata hukum dan agama, bukan hanya sebuah permainan yang bisa berakhir kapan saja.


"Awas aja sampai aku bertemu kalian, pasti aku akan memisahkan kalian, tidak peduli bagaimana nanti marah nya Karina padaku!"


Tidak adanya Rama dan juga Karina di pantai itu, membuat Devano segera pergi dari sana dan melajukan mobilnya untuk menuju ke rumah nya. Ia berpikir jika mungkin saja Karina sudah pulang ke rumah walaupun itu kemungkinannya sangat kecil sekali tetapi juga tidak mungkin jika Karina ke sekolah, karena Devano tahu bagaimana sifat istrinya itu.


Sepanjang perjalanan, Devano sembari menghubungi ponsel istrinya dengan satu tangannya masih fokus untuk mengemudikan mobilnya dan melihat ke arah jalanan, ia tidak mau mati konyol sementara cintanya belum terbalaskan oleh Karina.


Tetapi sayang sekali, ponsel Karina masih mati ... laki-laki itu mengumpat kesal kepada istrinya kenapa malah membiarkan ponselnya mati dan malahan asik berduaan dengan Rama.


Hingga akhirnya, Devano sudah sampai di rumahnya ia segera turun dan tidak memasukkan mobilnya dulu, jaga-jaga jika Karina tidak ada di rumah maka ia bergegas untuk mencari Karina.


"Istri saya sudah pulang Pak?"


Tanya Devano kepada Pak Satpam yang berjaga di luar rumah, tentu pastinya satpam itu tahu jika Karina sudah pulang atau belum.

__ADS_1


"Belum pulang Mas, Mbak Karin sama sekali belum pulang, tadi pagi pergi tapi sampai sekarang belum pulang".


Devano tanpa menanggapi apa yang diucapkan oleh Pak satpam itu segera masuk ke mobilnya, pikiran nya ke mana mana saat ini, ia berpikir jika Karina bersama dengan Rama yang pastinya itu akan semakin membuat hubungan dirinya dengan Karina berakhir secepatnya, yang pasti Devano tidak mau itu.


Devano sudah masuk ke dalam mobilnya, ia tidak bisa menghubungi Karina dan ingin menghubungi Rama tentu saja kali ini Devano harus bertindak jika memang istrinya masih berduaan dengan Rama, ia tentu tidak mau pernikahan yang sudah sah di mata hukum dan agama itu akan berakhir dengan sia-sia.


5 panggilan tak terjawab, baru panggilan keenam akhirnya Rama mengangkat telepon dari Devano, tentu saja Devano segera meminggirkan mobilnya, ia ingin fokus mendengarkan di mana Rama dan Karina saat ini berada.


"Istri saya sama kamu?"


Tidak ingin berbahasa-basi lagi Devano segera menanyakan keberadaan Karina, tentu saja dengan nada yang tidak seperti biasanya, nada tinggi dan semakin emosi saja.


Mendengar jawaban dari Rama seketika Devano tersenyum, laki-laki itu sedikit lega jika ternyata Karina tidak berduaan dengan Rama, tetapi sudah pulang ke rumahnya walaupun sebenarnya ada tanda tanya besar kenapa Karina bisa pulang ke rumahnya sendiri, bukan berdua dengan Rama.


"Terima kasih, oh ya satu lagi ... saya harap kamu tidak mendekati istri saya, karena sampai kapanpun saya tidak akan melepaskan Karina, Karina sudah menjadi istri sah saya."


Di balik sambungan telepon, Rama..laki-laki itu menyembunyikan senyum tipisnya meskipun tidak terlihat oleh Devano, toh di balik itu semuanya Rama tidak akan pernah meninggalkan Karina apalagi tidak terjadi apa-apa antara Karina dengan Devano tentunya.


"Saya bisa meninggalkan Karina kalau Karina tidak cinta sama saya, dan juga pernikahan bapak dengan Karina itu hanya karena keterpaksaan saja, karena bapak yang sudah tega menarik paksa Karina  hingga terjadi kesalah pahaman di antara kedua orang Karina dan berakhir bapak menikahi Karina, tetapi sayang sekali Karina sendiri tidak cinta sama bapak, jadi bapak jangan berpikir supaya saya akan memutuskan hubungan dengan Karina, tentu saja di sini bapak yang harus meninggalkan Karina, bapak yang harus menceraikan Karina, karena bapak lah yang menjadi orang ketiga diantara hubungan kami dan saya tegaskan di sini, Karina tidak mencintai bapak dan jangan berharap jika saya akan meninggalkan Karina."


Klik

__ADS_1


"Kurang ajar!!"


Devano mengumpat kesal lagi ketika Rama dengan tanpa berdosanya mengakhiri panggilan teleponnya dan juga Devano yang mendengar kata-kata yang sama sekali tidak inginkan dari mulut Rama.


Laki-laki itu kembali lagi emosi, terlebih lagi ia mendengar sendiri jika Rama tidak akan memutuskan Karina dan itu berarti Rama adalah penghalang hubungannya dengan Karina dan Devano tidak akan membiarkan itu terjadi.


Ting


Sebuah pesan masuk di ponsel Devano, tentunya laki-laki itu segera membuka pesan yang dikirimkan oleh Rama karena Devano sudah menyimpan nomer Rama itu di ponsel nya.


[Pak Devano tidak perlu susah payah untuk memisahkan saya dengan Karina, toh nyatanya kami tidak bisa terpisahkan, Karina sudah cerita banyak tentang kejadian malam itu di mana Pak Devano menarik tangan Karina untuk masuk ke dalam kamar hotel dan setelah itu kedua orang tua Karina dan orang tua Pak Devano lalu mempergokinya, tentu saja ini merupakan beban buat Karina karena Karina dan Pak Devano tidak melakukan apa-apa, tetapi justru Pak Devano harus sadar diri untuk melepaskan Karina, dan membiarkan Karina hidup bahagia dengan saya, karena Karina hanya mencintai saya dan Karina tidak mencintai Pak Devano.]


Devano memukul setir kemudinya laki-laki itu begitu emosi ketika membaca pesan yang dikirimkan oleh Rama yang mana memang istrinya sudah menceritakan semua tentang kejadian malam itu tetapi sepertinya Devano belum puas rasanya ada yang mengganggu di pikirannya, apa memang benar jika Karina menceritakan semua yang terjadi bukan hanya ketika dirinya menarik paksa Karina untuk masuk ke dalam kamar hotel tetapi kejadian di mana ia hampir menyentuh Karina dan tentu saja malam itu Devano dan Karina sudah melakukan ciuman panas dan juga Devano sudah merasakan bagian bawah Karina.


"Sepertinya kamu memang tidak tahu apa-apa, oke kalau begitu aku akan memberitahu semuanya!"


Devano tersenyum licik, ia memang sebenarnya bukan laki-laki yang jahat tetapi jika memang lawan mainnya seperti itu maka Devano tidak mau juga harus bisa mengimbangi.


Devano tidak menuju ke rumah Karina tetapi saat ini yang lebih utama adalah ke rumah Rama, di mana ia harus menjelaskan tentang semua yang terjadi malam itu bukan hanya sekedar Karina yang sudah diseretnya masuk ke dalam kamar hotel tetapi semuanya,.semuanya yang sudah Devano lakukan kepada Karina , Rama harus tahu itu supaya Rama bisa meninggalkan Karina dan tidak mengganggu hubungan pernikahannya.


Iya pertama yang dilakukan adalah menuju ke rumah Rama dan menjelaskan semuanya, bukan berarti Devano tidak sayang atau tidak peduli terhadap Karina, namun mendengar Karina yang sudah berada di dalam rumah pastinya istrinya itu sudah aman dan Devano tidak perlu mengkhawatirkan lagi, untuk saat ini tetapi yang terpenting adalah Devano harus menceritakan secara detail supaya Rama bisa tahu semuanya.

__ADS_1


__ADS_2