
"Karin..."
Ucap Rama ketika melintas di jalan yang tidak terlalu jauh dari rumah Dirga, ia melihat mobil Karina yang saat ini berada di depannya.
Rama memang sengaja berada di sekitar rumah Dirga, meskipun ia tahu jika Karina baru saja di sana ataupun mungkin masih berada di sana tetapi Rama juga tidak mungkin untuk datang ke rumah Dirga apalagi dengan kondisi dan situasi seperti ini.
Bukannya akan membuat hubungannya dengan Karina semakin membaik tetapi Rama takut jika ia tidak bisa mengontrol emosinya yang akan berakibat nanti ia malah memukul kembali Dirga karena rasa cemburunya terhadap Dirga dan melihat kemesraan antara Dirga dengan Karina, itu mengapa alasannya Rama hanya memutar mobilnya di sekitar rumah Dirga saja tanpa harus berkunjung ke rumah Dirga.
Tetapi siapa sangka Rama melihat mobil Karina yang berada di depannya. Ya ia hafal betul dengan mobil Karina itu, hingga akhirnya Rama mempercepat laju mobilnya supaya bisa mendahului Karina, ia harus berbicara empat mata dengan Karina dan meminta maaf dengan apa yang terjadi meskipun sebenarnya kesalahannya bukan terletak pada Rama saja namun sebagai laki-laki Rama harus mempertanggungjawabkan semuanya.
Dengan cepat mobil Rama saat ini sudah berada di depan mobil Karina dan Rama langsung saja menghentikan mobilnya itu dengan pelan-pelan supaya yang di belakangnya tidak mengerem mendadak
Citttt
"Astaghfirullahaladzim, Rama.."
Karina dengan cepat mengerem mobilnya yang tiba-tiba di depannya sudah ada sebuah mobil hitam yang Karina yakin jika mobil itu adalah milik Rama.
Ingin sekali Karina mengumpat ke arah Rama di mana pacarnya itu mendadak malah berdiri di depannya yang membuat Karina jadi bingung. Untung saja kemampuan Karina untuk mengemudi lumayan tinggi hingga membuat perempuan cantik itu dengan cepat menghentikan mobilnya.
Dengan cepat keduanya keluar dari mobil masing-masing, begitu juga dengan Karina saat ini yang emosi dengan Rama, sudah kesalahannya tadi membuat Karina emosi sekarang malah menghentikan mobilnya dengan mendadak.
__ADS_1
"Sayank kamu tidak apa-apa?"
Rama memperhatikan Karina dari atas ke bawah, ia harus memastikan pacarnya itu tidak kenapa-napa karena takut jika sesuatu terjadi dengan Karina.
"Kamu kenapa? kenapa berhenti mendadak?"
Tidak menjawab, Karina malah menanyakan kenapa Rama tiba-tiba menghentikan mobilnya secara mendadak yang membuat Karina semakin emosi saja.
"Aku khawatir sama kamu, aku tadi mencari kamu ke rumah tetapi kamu tidak ada."
Jawab Rama jujur dan apa adanya, ia juga menghampiri Karina dan mencoba untuk memegang tangan Karina tetapi sayang sekali, Karina dengan cepat menghempaskan tangan itu.
Laki-laki itu mengeryitkan alisnya ketika mendapatkan penolakan dengan Karina, ia paham kalau Karina saat ini sedang marah padanya tentu saja dengan perlakuan yang sudah ia perbuat terhadap Dirga dan pastinya Rama tahu jika Karina sudah mengetahui semuanya dan Rama yakin jika Karina saat ini marah padanya.
"Bukan begitu sayank, aku emosi .. maafkan aku jika sudah melakukan kesalahan besar. Tetapi semuanya itu harus aku lakukan karena aku benar-benar emosi dengan ucapan Dirga, kamu tahu sendiri aku sangat mencintaimu dan tidak ingin ada laki-laki lain yang ingin mengambil kamu diriku dan tentu saja aku terpancing dengan ucapan Dirga yang juga mencintaimu dan ingin memilikimu, apa aku salah?"
Karina terdiam, tetapi pandangan matanya menuju ke arah Rama yang saat ini masih berada di depannya, laki-laki itu mencoba menyelami apa yang ada di dalam pikiran Karina saat ini, dimana Karina hanya diam saja tetapi menatapnya dengan tatapan mata yang sangat tajam.
"Sudahlah, singkirkan mobilmu !! Aku tidak ingin berdebat lagi sama kamu."
Karina memalingkan wajahnya, ia tidak ingin berdebat panjang lagi dengan Rama, yang pastinya nanti tidak selesai selesai, lagi pula ia masih jengkel terhadap pacarnya itu di mana memang tidak mengindahkan ucapannya sama sekali dan berbuat yang tidak tidak, yang merugikan orang lain.
__ADS_1
Bukan karena Karina membela Dirga tetapi memang semua ini adalah salah Rama, ia sudah mengatakan kepada Rama untuk tidak melakukan apa-apa terhadap Dirga apalagi meminta Rama untuk menahan emosinya, tetapi apa yang dilakukan Rama.
Tidak ada jawaban dari Rama, karena langsung saja meninggalkan Rama dan kembali ke mobilnya tetapi baru saja dua langkah namun Rama menghentikan karina.
"Kamu membela dia, yang jelas-jelas aku ini adalah pacar kamu dan dia hanya teman kamu saja dan apa yang kamu lakukan tadi, kamu pergi ke rumah Dirga dan mengobati lukanya, apa aku tidak boleh cemburu? mengingat Dirga yang mencintai kamu saja aku sudah cemburu apalagi melihat kemesraan kamu dengan Dirga barusan, apa semua itu salahku? salah aku jika memberikan pukulan itu di wajah Dirga?"
Deg
Karina menghentikan langkah kakinya, ia memejamkan matanya sejenak ternyata Rama tau jika ia baru saja dari rumah Dirga dan mungkin itu yang membuat pacarnya cemburu.
"Kamu malah tidak menghargai aku sama sekali sebagai pacar kamu dan lebih memilih Dirga dibandingkan aku, oke aku tahu Dirga itu adalah teman kecil kamu, dia datang lebih dulu dibandingkan dengan aku tetapi apa kamu tidak bisa membedakan kasih sayang yang kamu berikan .. aku ini adalah pacar kamu, bukan orang lain dan kita sudah bersama hampir 2 tahun ini, aku tidak mau hanya karena kedatangan Dirga hubungan kita menjadi renggang. Aku sangat mencintai kamu dan tidak akan membiarkan lagi laki-laki lain untuk merusak hubungan kita termasuk Dirga.."
Karina menoleh ke anak Rama, ia melihat ekspresi wajah Rama yang sepertinya memang mengundang sesuatu, memang tidak salah dengan apa yang diucapkan oleh Rama kalau Rama cemburu.
Sudah hampir dua tahun mereka menjalani hubungan sebagai pasangan kekasih tetapi tidak ada acara seperti ini, di mana Rama benar-benar emosi dengan apa yang terjadi meskipun ia paham betul bagaimana suasana Rama saat ini.
Apakah memang benar jika cinta Karina kepada Rama sudah terbagi oleh laki-laki lain? bukan Dirga laki-lakinya tetapi Devano?
Karina sendiri merasa ada sesuatu yang aneh di dalam hatinya, ia sendiri juga tidak ingin memperbaiki hubungan dengan Rama yang entahlah semakin kesini rasanya Karina semakin bingung dengan perasaan yang tidak menentu.
Mungkin dulu sebelum ia menikah dengan Devano, ia dan Rama tidak pernah marah seperti ini dan juga perasaan Karina yang memang selalu mengalah, begitu juga dengan Rama, laki-laki itu tidak dengan cepat berubah emosinya tetapi saat ini semuanya berbeda.
__ADS_1
Karina memalingkan lagi wajahnya, gadis cantik itu langsung saja masuk ke mobil dan meninggalkan Rama, ia tidak mau berdebat lebih panjang dengan Rama, terlebih lagi ini di jalan.