
"Karina tunggu!! kita harus bicara dan menyelesaikan semuanya ini, aku tidak mau terjadi salah paham diantara kita, aku tidak mau hubungan yang kita jalin selama 2 tahun ini sia sia. Aku benar-benar sangat mencintai kamu dan tidak mau kehilangan kamu."
Teriak Rama yang saat ini melihat kalau Karina ingin membuka pintu mobilnya, ia tahu jika Karina masih kecewa padanya dan meninggalkannya dan Rama juga ingin menyelesaikan semuanya ini dengan baik-baik, tidak ingin meninggalkan luka yang begitu besar untuk Karina, karena Rama paham karena pastinya masih marah padanya dan belum memaafkannya.
Tetapi karina tidak memperdulikan teriakan Rama, bahkan gadis cantik itu dengan cepat memundurkan mobilnya dan terus meninggalkan Rama.
"Karina!!"
Teriak Rama lagi mana kala mobil Karina sudah melaju sangat kencang dan Rama tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
"Arghhh!!"
Laki-laki itu hanya bisa mengacak rambutnya sendiri, ia juga tidak mau terus-menerus larut dalam pikiran bersama Karina tetapi untuk membujuk Karina saat ini tentu saja Rama tidak akan lakukan karena butuh waktu untuk menyendiri, sementara dirinya juga butuh waktu untuk sekedar membuat hatinya benar-benar bisa menerima semua ini meskipun Rama tau jika kedatangan Dirga sudah merusak hubungannya dengan Karina, tetapi ia juga percaya karinya tidak akan menghianati nya sama sekali.
Seperti dengan Karina, Rama juga masuk ke dalam mobilnya, laki-laki itu memang harus membiarkan Karina sendirian dan tidak mau memaksa Karina.
Ting
Sebuah pesan masuk kembali ke ponsel Rama dan kali ini Rama membiarkan pesan itu begitu saja karena ia yakin kalau pesan itu bukan dari Karina.
Sementara di tempat lain, Devano kebingungan dengan kemana perginya istrinya saat ini yang mana Devano sendiri tidak menemukan Karina di sekolahan padahal ia tadi sudah mengirimkan pesan kepada istrinya itu untuk menunggunya sebentar.
__ADS_1
Tetapi tidak ada balasan dari Karina, Devano juga mencari Karina ke kelasnya dan ke tempat sekitar sekolahan itu di mana Karina biasanya nongkrong tetapi tidak ada sama sekali bahkan Sintia sahabat Karina juga sudah pulang.
Devano berpikir jika Karina pulang bersama dengan Rama hingga ia mengenalkan kedua tangannya dan langsung saja menghubungi asisten pribadinya untuk menjemput.
Setelah beberapa menit, Devano akhirnya tiba di rumahnya, ia mencari keberadaan Karina yang mana memang tidak nampak mobil Karina berada di parkiran.
"Nona Karin tadi itu sudah pulang Tuan Muda, tetapi pergi lagi."
Jawab bibik asisten rumah tangga kepada Devano setelah Devano sampai rumah ia mencari keberadaan Karina dan tidak ada, Devano segera turun lagi ke bawah untuk menemui asisten rumah tangga yang sedang menyiapkan makan siang, tentu saja bibik itu menjawab dengan apa adanya kalau memang benar Karina tadi sudah pulang dan pergi lagi tanpa mengatakan apapun juga.
"Karina tidak mengatakan pergi kemana Bik?"
"Tidak Tuan, Nona muda sepertinya pergi begitu saja dengan cepat dan sepertinya juga ada yang serius hingga membuat Nona buru-buru untuk keluar dari rumah ini."
"Karina... di mana kamu!!"
Tidak mau mencari Karina, karena Devano tahu pasti istrinya itu sedang pergi bersama Rama, hanya menunggu Karina di kamarnya saja sembari mengirimkan pesan kepada Rama kalau nanti malam Devano ingin bertemu sekaligus Devano juga ingin mengenalkan kepada Rama siapa sebenarnya istrinya yang mungkin juga nanti malam ada momen spesial bagi Devano karena akan membuat kedua anak manusia itu putus.
Setelah mengirimkan pesan kepada Rama, Devano merebahkan tubuhnya di atas ranjang, ia berpikir bagaimana caranya membuat Karina jatuh cinta padanya, karena semakin lama, semakin tumbuh perasaan yang ada di dalam hatinya itu yang memang sudah benar-benar mencintai Karina meskipun persentasenya belum seberapa banyak, namun Devano yakin Karina ada di dalam hatinya dan nama Karina sudah tersimpan rapat apa di dalam hati Devano.
Hingga akhirnya Devano tanpa sadar memejamkan matanya, karena ia begitu lelah.. perjalanan Bandung ke Jakarta dan belum istirahat sama sekali.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, Karina sudah sampai di kediaman Hardiansyah, gadis cantik itu mengeryitkan alisnya ketika ia masuk ke dalam rumah dan menyapa bibik yang saat ini masih berada di ruang makan, tentu saja bibik menyampaikan kepada Karina tentang Devano yang sadari tadi mencarinya.
Astaga aku harus bilang apa, tentu saja om-om itu pasti nanti marah sama aku...
Tidak mungkin juga Karina pergi lagi sementara Devano masih berada di rumah ini tentunya Karina mau tidak mau harus menghadapi kemarahan Devano belum lagi jika Devano tau tentang kemana perginya dirinya tadi.
Karina dengan segenap hati dan jiwa langsung menuju ke atas tempat di mana kamar nya berada, ia juga sedikit gerah dan ingin mandi.
Ceklek
Karina pelan-pelan membuka pintu kamar ia takut jika suaminya itu berada di dalam dan saat ini menunggunya pulang tentunya membayangkan ekspresi wajah Devano yang marah,. Karina sudah merinding apalagi beneran.
Karina memegangi dadanya, ia lega ketika melihat Devano yang sudah memejamkan matanya meskipun Devano tidur terlentang di atas ranjang yang membuat ia jadi tidak bisa beristirahat tetapi setidaknya ia terbebas dari amukan sementara.
Tidak mengindahkan apa yang diperbuat Devano saat ini, Karina bergegas menaruh kunci mobil dan ponselnya, ia langsung saja menuju ke kamar mandi untuk mandi dan sayang sekali Karina lupa membawa baju gantinya karena ia sudah gerah dan buru-buru ingin berendam di kamar mandi.
Sedangkan Devano laki-laki itu membuka matanya dia memang tadi sempat tertidur tetapi mendengar bunyi pintu yang dibuka, Devano seketika bangun dan ia hanya melihat ke arah Karina namun setelahnya Devano pura-pura memejamkan matanya lagi karena ia ingin melihat apa yang akan Karina lakukan.
Tentu saja ini adalah kesempatan emas untuknya, Devano masuk ke dalam kamar mandi dan ia akan melakukan sesuatu di dalam kamar mandi bersama dengan istrinya yang tentunya akan dilakukan itu adalah sah karena ia dengan Karina sudah sah sebagai suami istri dan sebagai pembuktian jika memang Karina benar-benar menjadi miliknya.
Tidak mau basa-basi lagi dan berlama-lama,.Devano yang sudah menyunggingkan senyuman manisnya segera beranjak dari atas ranjang, ia juga pelan-pelan untuk melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi.
__ADS_1
Ceklek
Yang benar saja Devano sudah masuk ke dalam kamar mandi, laki-laki itu pelan-pelan membuka pintu dan setelah sampai di dalam ia melihat Karina yang berendam di sebuah bathup dan tentu saja dengan Karina yang tidak menggunakan pakaian apapun juga, tentunya dengan model pemandangan indah seperti itu jiwa kelakian Devano meningkat, ingin sekali ia bergabung dengan Karina di dalam, sekalian juga merengkuh kenikmatan yang luar biasa bersama dengan istrinya.