
"Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan kamu Karin, rasanya kangen banget.. sudah lama kita tidak bertemu."
Seorang laki-laki tampan seraya melihat foto yang berada di ponselnya di mana foto itu adalah foto karyina yang tersenyum manis padanya.
Dirga teman masa kecil Karina yang sudah beberapa tahun tinggal di London dan baru beberapa hari ini kembali ke Jakarta karena kedua orang tuanya ingin menetap di Jakarta lagi dan mengembangkan perusahaan yang ada di Jakarta.
Tentu saja selama tidak berjumpa dengan Karina, Dirga tidak pernah sama sekali menghubungi Karina, bukannya Dirga yang tidak mau tetapi ia memang sengaja namun Dirga juga tidak pernah luput untuk mengetahui informasi tentang Karina termasuk Karina yang sudah mempunyai pacar.
Dirga sendiri tidak masalah meskipun informasi yang
didapatkan itu membuat rasa sakit di dalam dadanya namun ia bertekad untuk menghancurkan hubungan Karina dengan pacarnya itu yang mana memang Dirga sendiri sudah menaruh rasa kepada Karina sejak dulu dan sudah tahu jika dirinya dengan Karina sudah dijodohkan oleh kedua orang tuanya, maka dari itu Dirga bertekad jika ia kembali ke Jakarta ia akan meminta untuk bertunangan dengan Karina, kalau perlu menikah dengan Karina.
"Aku kembali lagi Karin dan kali ini aku tidak akan pergi meninggalkan kamu."
Bukan karena dulu Dirga mencintai Karina dan meninggalkan Karina tetapi memang karena pekerjaan kedua orang tuanya yang mengharuskan untuk Dirga dan seluruh keluarganya tinggal di London dan pastinya saat itu Dirga hanya bisa memandang wajah cantik Karina tanpa harus mengungkapkan apa yang ada di dalam isi hatinya meskipun sejak dulu Dirga sudah mencintai Karina.
Dan setelah kembali ke Indonesia Dirga bertekad untuk menyatakan cintanya sekaligus melamar pujaan hatinya itu karena ia tidak mau terlambat untuk menikahi Karina meskipun saat ini Karina sudah mempunyai kekasih bahkan Dirga sendiri tahu siapa pacar dari Karina itu.
Dirga keluar dari mobilnya, ia memang sudah mendapatkan informasi tentang dimana Karina sekolah dan disitulah Dirga juga akan sekolah dan Dirga juga meminta untuk satu kelas dengan Karina dan beruntung sekali memang masih ada satu bangku kosong untuk dan ditempati oleh Dirga.
Bel pelajaran berbunyi tentu saja semua murid masuk ke dalam kelasnya termasuk Karina yang saat ini duduk di sebelah dengan Sintia.
__ADS_1
"Selamat pagi anak-anak, pagi ini Bapak akan memperkenalkan teman baru kalian dan bapak harap kalian bisa akrab dengan dia."
Tidak ada jawaban dari teman-teman, karena mereka sudah biasa jika ada teman baru yang datang, bukan untuk membuli tetapi nanti saja kenalannya karena mereka tidak ingin heboh dan ingin melihat dulu siapa yang datang di kelas ini apakah itu seorang gadis yang sangat cantik atau seorang laki-laki yang sangat tampan.
Hingga akhirnya Dirga masuk ke dalam kelas Karina, laki-laki itu mengedarkan pandangan matanya ke seluruh tubuh manusia tersenyum ketika sudah menemukan Karina yang saat ini juga sedang menatapnya.
Itu? Bukankah dia?
Karina masih memandang ke arah Dirga di mana ia samar-samar mengingat tentang laki-laki yang kini sudah berdiri tapi depan kelas namun sayang sekali Karina masih tidak mengingatnya siapa laki-laki itu yang sepertinya memang Karina sudah mengenalnya lama.
"Perkenalkan nama gue Dirgantara Mandala kalian cukup panggil gue Dirga saja."
Dirga? Dia Dirga....Oh My God...
"Dirga, silakan duduk di tempat yang kosong."
Ia sudah melihat tempat yang kosong itu dan kebetulan sekali tempatnya itu di belakang tempat duduk Karina yang membuat Dirga tersenyum senang karena bisa leluasa lebih dekat dengan karina nanti.
"Hai aku kembali..."
Ucap Dirga kepada Karina yang saat ini Dirga menepuk pundak Karina yang membuat Karina seketika langsung saja menoleh ke belakang tentu saja Karina tersenyum karena ia juga merindukan sosok teman masa kecilnya itu di mana memang sudah bertahun-tahun tidak bertemu.
__ADS_1
"Kenapa hanya memandangiku saja? apa kamu lupa siapa aku atau jangan-jangan kamu memang sengaja melupakan aku atau kamu sudah terpesona dengan aku?"
"Dirga!! Gila Lo sekarang sudah berubah, tidak seperti dulu lagi..."
Shuttt..
Dirga menempelkan jari telunjuknya di bibir Karina dan menggelengkan kepalanya , yang membuat Karina seketika langsung saja menyingkirkan tangan Dirga, bukan apa-apa tetapi ini di dalam kelas yang pastinya interaksi antara dirinya dengan Dirga pasti dilihat oleh teman-teman yang lainnya. Untung saja pelajaran pertama gurunya tidak hadir hanya tadi pagi bapak kepala sekolah yang masuk ke dalam kelasnya dan memperkenalkan Dirga sebagai murid baru setelah itu semuanya mengerjakan tugas dari guru yang tidak hadir pagi ini.
"Jangan panggil Lo dan gue, kita sudah berteman lama, kesannya bagaimana gitu jika masih panggil lo dan gue, cukup aku dan kamu saja... Dan sepertinya kamu berubah banyak Rin, tidak seperti Karina yang dulu yang sukanya menangis dan merengek memintaku gendong, tetapi tidak masalah
.. dan jika kamu masih menginginkan aku hidup pastinya aku akan menggendong kamu."
"Enak saja, aku sudah tidak cengeng lagi dan aku juga tidak mau digendong sama kamu, oh ya gimana kabarnya om dan tante? dan sejak kapan kamu tinggal di Jakarta? Lalu kenapa kamu jahat sekali, kenapa setelah kepergian kamu dulu, kamu tidak pernah mengabari aku sama sekali."
"Hahaha aku mah sengaja tidak memberikan kabar pada kamu supaya kamu kangen sama aku dan buktinya benar kan kamu kangen sama aku?"
Karina mengagukan kepalanya, jujur saja memang kangen dengan teman masa kecilnya itu dimana rasa sayangnya kepada Dirga memang tidak seperti rasa sayangnya kepada Rama yang mana ia sudah menganggap Dirga sebagai saudaranya sendiri karena sejak kecil memang kedua anak itu suka ke mana-mana berdua.
"Kamu tambah cantik Rin, bagaimana nanti setelah kita pulang sekolah kita jalan-jalan? Aku sudah kangen dengan pergi jalan berdua sama kamu."
Jelas saja Karina langsung terdiam ia belum memperkenalkan Dirga kepada Rama dan tentunya ia sendiri sudah ada agenda untuk pergi nanti siang bersama Rama dan tidak mungkin membatalkannya, karena 3 hari tanpa adanya Devano membuat Karina bisa hidup bebas tanpa bayang-bayang dari suaminya itu yang mana mungkin karina menganggap jika Devano adalah mengganggu hubungannya dengan Rama.
__ADS_1
"Kamu tidak mau ya, sayang sekali padahal aku sudah lama ingin main ke rumah kamu dan ingin mengajak kamu jalan-jalan."
Ujar Dirga dengan nada sendunya, ia tahu jika Karina tidak mau diajak jalan-jalan bersama dengan dirinya pastinya Karina memikirkan tentang kekasihnya itu yang Dirga tau siapa kekasihnya Karina.