
"Ke kantin yuk?"
Ajak Karina yang mana kebetulan sekali kelasnya pelajaran bahasa Inggris tiba-tiba kosong meskipun ada tugas tetapi Karina lagi males mengerjakan, nanti saja mencontek teman-temannya.
"Bolehlah ke kantin atau ke lapangan saja sepertinya Dirga dan yang lainnya lagi asik main basket dan juga gue denger-dengar kelas Rama juga kosong, siapa tahu Rama juga ikut-ikutan main terus Lo mau ke sana."
"Ogah ah, lagi males ke lapangan panas mendingan kita ngadem saja ke kantin makan sepuasnya nanti gue yang bayar.."
Sintia menganggukkan kepalanya, ia memang sudah lapar, alau menunggu 1 jam lagi rasanya perutnya sudah tidak tahan lagi mumpung ini jam kosong dan juga banyak teman-temannya yang keluar untuk melihat pertandingan basket antara Dirga dengan kelas 11 nya yang pastinya benar apa yang dikatakan oleh Karina lebih baik ke kantin, adem dan bisa makan sepuasnya daripada kelapangan, panas-panas walaupun sebenarnya Sintia ingin melihat anak-anak kelasnya Rama itu bertanding basket di sana.
Kedua perempuan cantik itu langsung saja menuju ke kantin dan mengabaikan tugas bahasa inggris-nya, lagi pula tugasnya bisa dikumpulkan nanti setelah pulang sekolah yang penting hari ini semua mengumpulkan tugas tidak ada pengecualian sama sekali.
Setelah tiba di kantin, Karina memesan makanan kesukaannya begitu juga dengan Sintia, ia pokoknya akan makan habis-habisan ini karena ditraktir oleh Karina, lumayanlah uang jajan sintia anti dia bisa digunakan untuk yang lainnya yang jelas traktiran dari Karina akan dimanfaatkan oleh Sintia sebanyak mungkin.
Begitu juga dengan kelas Rama, kebetulan juga kelas Rama tidak ada gurunya, juga jam kosong hingga laki-laki itu bukan menuju ke lapangan dan ikut bertanding dengan teman temannya tetapi Rama lebih memilih ke kelas, karena ia juga mendapatkan informasi jika kelas Karina juga kosong, tidak ada guru yang mengajar.
"Nyari Karina? Karina tadi ke kantin."
__ADS_1
Baru saja Rama masuk ke dalam kelas Karina dan melihat tidak ada Karina maupun Sintia di dalam tetapi Rama sudah mendengar salah satu teman Karina yang mengatakan jika Karina pergi ke kantin tentu saja teman-teman Karina juga tidak heran mengapa Rama masih sering menemuinya di kelas pada hal setau mereka Rama dan Karina itu sudah putus tetapi pendekatan mereka sama sekali tidak berkurang walaupun sudah tidak ada hubungannya lagi.
"Oh makasih ya.."
Tanpa pergi ke mana-mana Rama juga tidak menuju ke lapangan untuk mencari Karina karena ia sudah yakin jika Karina pastinya berada di kantin, ia tahu jika mantan pacarnya itu tidak suka dengan panas-panasan walaupun sepertinya Karina bukanlah tipe perempuan yang menyamainya tipe perempuan yang suka menjajikan berada di panasan tetapi Rama tahu juga Karina lebih memilih ngadem dikantin dan menghabiskan makanan dan minumannya daripada harus di lapangan berteriak seperti orang gila yang tidak ada manfaatnya sama sekali walaupun ramai juga tumbuh di lapangan itu Dirga dan ikut pertandingan basket dengan teman-temannya.
Rama tersenyum ketika ia sudah melihat Karina dan Sintia juga berada di kantin dan laki-laki itu segera mengambil posisi duduk di depan Karina pastinya.
"Hai kenapa nggak lihat pertandingan Dirga?"
Karina mendongakkan wajahnya, ia sudah tidak asing dengan suara Rama, laki-laki yang masih ada di dalam hatinya karena memang ia terpaksa harus memutuskan hubungannya dengan Rama, terlebih lagi saat ini tidak mungkin juga jika Karina akan kembali bersama dengan Rama.
Rama mengacak rambut Karina gemas, laki-laki itu tetap saja perhatian dan masih menunjukkan rasa sayangnya kepada Karina meski pun presentasi untuk berbalikkan lagi dengan Karina rasanya itu tidak mungkin tetapi Rama masih berharap jika ada keajaiban yang membuat hubungan Karina dengan Devano itu akan berakhir.
Jahat memang tetap Rama bisa apa, laki-laki itu yang masih sangat mencintai Karina dan putusnya hubungannya dengan Karina itu membuat pukulan berat bagi Rama maupun Karina, dan Rama mau tidak mau mengikhlaskan semuanya yang penting Karina bahagia tetapi jika Karina tidak bahagia, Rama lah yang akan maju dan menjadi yang di depan untuk melindungi serta merebut Karina kembali.
"Aku tahu Karin, makanya aku nyusul kamu ke sini..."
__ADS_1
Yang pastinya Rama segera ikut memesan makanan juga ia ikut menemani Karina makan pagi ini dan juga Rama sudah mengerjakan tugasnya sebelum ke kantin tidak seperti Karina yang suka asal-asalan, karena Rama memang laki-laki yang sangat pintar.
Ketiga anak manusia itu tiba-tiba terdiam tidak ada ucapan yang keluar dari diterima masing-masing entah Karena antara kalimat dengan Rama yang jauh atau memang keduanya sama-sama saling menikmati makan di depannya begitu juga dengan Sintia sepertinya Sintia yang hanya melihat satu per satu dari Karina maupun dengan Rama dan juga tidak berani berkomentar sama sekali.
"Sepertinya kamu sedang tidak baik-baik saja . Ada apa? dan oh iya tadi aku dengar-dengar kata temen-temen ada laki-laki yang ngefans sama kamu yang memberi kamu coklat dan juga bunga?"
Yang pastinya setelah keduanya terdiam ramah mencari karimah adalah selain kangen, Rama juga ingin menanyakan perihal pemberian dari Alex tadi pagi yang mana sudah membuat seluruh sekolah ini menjadi heboh.
"Kamu juga dengar berita itu?"
Rama menganggukkan kepalanya meskipun ia tidak asing lagi jika memang ada seseorang yang mengirimkan hadiah untuk Karina padahal dulu sewaktu Rama masih berhubungan dengan penerima ia juga sering melihat jika ada laki-laki yang memberikan hadiah-hadiah itu kepada Karina dan tentu saja meskipun ramah cemburu tetapi ia tidak akan meluapkan sesuatunya dengan marah-marah cukup mencoba untuk bersabar karena Rama yakin dan sadar diri jika Karina itu memang sangat cantik hingga laki-laki jadi terpesona dengan Karina.
"Kenapa wajah kamu bete seperti itu? ,dulunya setiap kamu menerima mendapatkan hadiah-hadiah itu kamu nggak seperti itu apa jangan-jangan pak Devano tau kalau dan dia cemburu terus marah-marah sama kamu?"
Ya melihat ekspresi wajah Karina yang tidak menyenangkan dan juga sepertinya Karina sedangkan sama membuat Rama jadi bertanya-tanya apakah memang benar jika diubah mengetahui semuanya hingga laki-laki itu cemburu bahkan meluapkan segala sesuatunya kepada Karina, bukannya apa-apa Rama juga tidak ingin mencampuri rumah tangga Karina dengan Devano tetapi jika Karina tidak bahagia berapa lah orang pertama yang akan membuat Karina bahagia meskipun ia tahu jika posisinya saat ini salah.
"Nggak usah dibahas lagi, aku males jika mengingat itu..."
__ADS_1
Ya Rama semakin yakin jika memang ada sesuatu antara Karina dengan Devano terlihat dari ucapan karena yang sepertinya memang lagi memendam sesuatu kepada Devano