Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Kamu Jahat!!


__ADS_3

"Tidak usah menangis, berbahagialah dengan Pak Devano, mungkin memang benar kalau jodoh kamu itu bukan aku tetapi Pak Devano, meskipun sebenarnya aku berat melepaskan kamu tetapi kenyataannya memang seperti itu kamu dan Pak Devano sudah menikah dan di sinilah aku yang mengalah."


Sebisa mungkin Rama menahan air matanya meskipun sebenarnya ia tidak rela melepaskan Karina, rasa cinta yang dimiliki untuk gadis itu sangat besar tetapi mengingat dengan apa yang diucapkan oleh Devano kemarin, kalau bukan hanya sekedar tentang perlakuan Karina dengan Devano di malam itu tetapi Devano sudah memberitahukan sesuatu tentang pernikahan, jika memang pernikahan itu tidak bisa dibuat untuk mainan hingga akhirnya Rama berpikir ulang dan ia sadar jika memang dirinya dan juga Karina hanya sebatas berpacaran saja dan belum melangkah lebih jauh lagi karena kenyataannya Karina sudah menikah dengan Devano.


Rama sendiri juga melihat jika guru matematika itu sangat mencintai Karina dan juga bukan laki-laki yang sembarangan meskipun sebenarnya masih tidak bisa merelakan, tetapi ia percaya jika Pak Devano tentunya akan menyayangi Karina seperti dirinya menyayangi Karina.


Karina menggelengkan kepalanya bahkan ia memeluk tubuh Rama dengan sangat erat, sepertinya memang gadis cantik itu tidak ingin melepaskan diri dari tubuh Rama dan juga tidak ingin memutuskan hubungan yang sudah berjalan hampir 2 tahun itu.


Tetapi kalau Karina tidak mau melepaskan pelukannya, bisa-bisa Karina berpikir jika Rama masih memberikan perhatian dan juga harapan dengannya meskipun sebenarnya Rama sendiri ingin berharap yang lebih tentang hubungannya dengan Karina tetapi kenyataannya tidak mungkin.


Tega tidak tega, Rama pelan-pelan melepaskan pelukan dari tubuh Karina, laki-laki itu tersenyum sembari mengusap air mata yang sedari tadi menetes di pipi Karina, tentunya ia paham betul bagaimana sedihnya hati Karina saat ini yang sama seperti yang ia rasakan.


"Jangan menangis Lagi, Pak Devano itu baik.. mungkin kalian saja yang belum saling mengenal dan aku percaya dia pastinya akan menyayangi kamu seperti Aku menyayangi kamu."


Cup


Rama melabuhkan ciumannya di kening Karina setelah itu ia mengusap lembut rambut Karina dan perlahan-lahan berdiri dari tempat duduknya.


Sepertinya memang Rama harus meninggalkan Karina, kalau tidak ia sendiri tidak kuat melihat isak tangis Karina yang memang selama berhubungan dengan Karina, Rama tidak pernah membuat Karina bersedih. Ini adalah pertama kalinya dan mungkin juga terakhir kalinya melihat gadis cantik itu menangis dalam pelukannya.

__ADS_1


"Tapi aku nggak mau putus sama kamu Ram, Aku mencintai kamu!!"


Teriak Karina yang saat ini tahu jika Rama sudah berdiri dan meninggalkannya, tetapi sayang sekali Rama hanya menghentikan langkah kakinya namun laki-laki itu tidak ada niatan sedikitpun untuk kembali ke arah Karina dan kembali merajut hubungan yang memang baru beberapa menit yang lalu ia putuskan.


"Maafkan aku, Karin..."


Lagi dan lagi, tega tidak tega laki-laki itu langsung saja meninggalkan Karina di taman meskipun sebenarnya ia ingin sekali membawa Karina kembali ke kelasnya namun melihat air mata yang masih membasahi pipi Karina, Rama sendiri tidak kuat jika harus berhadapan dengan wajah cantik Karina yang saat ini sudah tertutup oleh hujan air mata.


Hingga akhirnya Rama keluar dari taman itu tetapi ia lagi lagi harus menghentikan langkah kakinya ketika melihat adanya Devano yang Rama pikir memang Devano sudah melihat kejadian tadi.


"Saya sudah melakukan apa yang Pak Devano inginkan, kami sudah putus dan saya minta Pak Devano menjaga Karina dan jangan menyakitinya, kalau tidak.. saya akan mengejar kembali cinta Karina, karena saya tahu jika Karina masih sangat mencintai saya."


Devano mengembangkan senyumannya, ia sedikit lega karena Apa yang dipikirkan sedari tadi tidak benar, mungkin saja kalau dia tidak mempunyai sedikit rasa itu pastinya Devano akan menghampiri Rama dan melakukan sesuatu yang tidak tidak karena Rama sudah berhasil memeluk istrinya.


Hingga akhirnya Devano mendengar sendiri mulut Rama jika hubungan Rama dengan Karina itu sudah berakhir dan kini saatnya Devano yang memperjuangkan cintanya, mempertahankan pernikahannya dengan Karina, satu orang saingannya sudah mundur.


Perlahan Devano mendekati Karina, ia masih melihat jika Karina masih menangis sesenggukan, entahlah apakah ia bisa menyembuhkan hati Karina dan membuat jatuh cinta kepadanya, namun Devano sendiri akan memperjuangkan semuanya, supaya Karina benar-benar bisa menerima dan mencintainya.


Greep

__ADS_1


Tanpa aba aba, Devano segera menarik tubuh Karina yang saat ini masih duduk di kursi taman. Laki-laki itu dengan cepat membawa Karina ke dalam pelukannya sebagai obat supaya Karina bisa tenang dan tidak memikirkan apa yang barusan terjadi.


"Aku tahu ini berat untuk kamu, tetapi kamu harus berpikir bagaimana perasaanku, kita sudah sah sebagai suami istri dan pernikahan itu bukan untuk mainan, setidaknya kamu bisa bersikap dewasa untuk bisa mempertahankan pernikahan ini."


Karina kaget tiba-tiba ia ditarik ke dalam pelukan Devano yang mana ia tidak mengira jika suaminya itu sudah berada di sini apalagi dengan mengatakan sesuatu yang membuat hatinya sedikit tersentil.


"Kamu sekarang puas Pak? kamu sekarang puas Pak? sudah menghanjurkan hubungan aku dengan Rama? puas!!"


Teriak Karina dengan memukul dada bidang Devano, ia sebenarnya ingin melepaskan diri dari pelukan Devano tetapi tidak bisa karena pelukan Devano benar-benar sangat erat.


"Kamu jahat Pak Devano, Kamu jahat kamu!! Kamu yang sudah membuat semuanya ini, kamu sudah menghancurkan semuanya, kamu yang sudah memaksa aku dan menjerat aku ke dalam pernikahan ini, aku benci sama kamu, aku benci sama kamu!"


Teriak Karina lagi dengan tangannya yang masih memukul-mukul dada bidang Devano tetapi sepertinya laki-laki itu hanya diam saja, ia ingin melihat bagaimana Karina menyikapi semuanya ini dan tentunya dengan beginilah Karina bisa meluapkan segala sesuatu yang ada di dalam pikirannya.


Devano hanya terdiam, ia menerima pukulan yang diberikan oleh Karina sementara dirinya masih memeluk erat tubuh istrinya itu berharap jika dengan memeluk Karina, sedikit demi sedikit bisa lebih tenang.


"Kamu jahat Pak, Kamu jahat!! aku benci sama kamu!!"


Tidak merasa tenang tetapi Karina malah semakin meronta-ronta, ia terus mengucapkan kata-kata itu kepada Devano yang mana membuat Devano semakin mengeratkan pelukannya, tetapi ia sadar jika sebentar lagi bel istirahat berbunyi dan tentunya Devano juga tahu diri jika Apa yang dilakukan ini masih di sekolah dan memang tidak sepantasnya ia lakukan, dan Devano juga hanya ingin menjaga nama baik istrinya saja bukan karena Devano tidak ingin statusnya yang sudah menikah dengan Karina itu diketahui oleh banyak orang.

__ADS_1


Devano pelan-pelan melepaskan pelukannya hingga ia bisa menatap wajah cantik Karina yang saat ini juga sedang menatapnya tetapi tatapan Karina berbeda dengan tatapannya, yang mana Karina menatapnya dengan sangat tajam dan seakan-akan gadis cantik itu membencinya.


__ADS_2