
Rupanya ada Pak Devano yang sedari tadi mengawasi Karina dan pastinya itu pesan juga dikirimkan dari dia makanya Karina langsung berubah ekspresi seperti itu pastinya dia sudah mengancam Karina, untuk tidak dekat-dekat dengan aku, awas saja kamu Pak, akan aku balas, akan aku buat kamu cemburu, salah siapa kamu sudah merebut Karina dari tangan aku dan tentu saja kali ini aku akan membuat kamu kepanasan.
Rama tersenyum kecut ketika ia melihat ke sekeliling kantin di mana ia sudah melihat Devano di sana yang pastinya ia baru tahu jika Karina sedari tadi menjaga jarak darinya pastinya karena ancaman dari Devano meskipun Karina tidak mengatakan sesuatu padanya namun Rama sudah bisa menebak semuanya jika semua ini adalah ulah dari Devano.
Ya seperti apa yang diucapkan oleh Rama di dalam hatinya tadi, laki-laki itu memang sengaja berdiri dari tempat duduknya yang di depan Karina kini berada di samping Karina, dan alamat apa saja ingin membuat Devano jomblo bisa-bisanya devanokarena mengancam Karina supaya Karina menjauhinya.
"Makanya pelan yank, jangan buru-buru.. tidak ada yang memintanya."
Dengan segera Rama mengambil tisu dan mengusap lembut bibir Karina, tentu saja semua yang dilakukan oleh Rama itu tak luput dari perhatian Sintia dan juga Karina sendiri karena memang Rama benar-benar memperhatikan Karina, dari hal-hal yang sangat kecil namun selalu memperhatikannya dari dulu hingga saat ini ketika mereka berdua sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi.
Please deh Ram, jangan gini... jangan membuat aku semakin bersalah sama kamu, aku akui aku yang bersalah, aku yang teledor hingga malam itu menyebabkan Pak Devano yang akhirnya menikahiku tetapi Jujur saja di dalam hatiku masih mencintaimu namun sepertinya aku juga tidak mengerti sama dengan kamu dengan kondisi aku yang saat ini yang mana Aku sudah tidak perawan lagi yang pastinya kamu pantas mendapatkan seorang perempuan yang benar-benar bayi yang benar-benar mencintai kamu dengan seterusnya dan benar-benar perempuan itu bisa membuatmu bahagia meskipun sebenarnya akulah perempuan itu tetapi untuk saat ini aku tidak bisa menjadi seperti itu.
Karina memejamkan matanya ketika tangan lembut Rama sudah menyentuh bibirnya dan mengusap lembut bibir nya yang belepotan karena makan, yang pastinya Karina tidak mau Rama secara terus-menerus memperhatikannya dan itu akan membuat dirinya semakin bersalah kepada Rama saja.
__ADS_1
"Kenapa? salting ya?"
Rama tertawa melihat ekspresi wajah Karina seperti ini, memang tidak ada yang berubah dari Karina, bahkan setelah Karina menikah dengan Devano perempuan cantik itu masih sama saja masih malu ketika ditatap Rama seperti itu.
"Bisa nggak jauhan jangan seperti ini..."
Iya, Lagi Dan Lagi melihat perhatian Rama padanya membuat Karina mengedarkan pandangan matanya terutama ke sisi pojok dimana saat ini Devano masih berdiri di sana dan tentu saja perhatian Rama itu membuat Karina takut jika suaminya nanti akan berbuat yang enggak-enggak di sekolahan ini. Tentu saja Karina masih ingin hidup bebas tanpa Bulian dari teman-temannya meskipun sebenarnya tidak ada yang berani membelinya di sekolah ini tetapi tetap sama saja nanti akan membuat semuanya jadi heboh jika semua orang di sekolahan ini tahu jika dirinya adalah istri dari Devano.
Karina bisa tahu jika memang ada Devano di sini dan tentu saja Rama malah tidak takut sama sekali dengan Devano yang pastinya saat ini Rama malah semakin mendekatkan dirinya dengan Karina, bahkan saat ini Rama sedang menggenggam erat tangan Karina yang memang laki-laki itu sengaja membuat Devano terbakar cemburunya.
"Dari mana kamu tahu jika Pak Devano ada di sini?"
"Dari mana aku tahu? aku mengenal kamu bukan satu atau dua hari atau bukan baru sekarang tetapi aku mengenal kamu sudah bertahun-tahun dan belajar kamu yang aku ketika membaca pesan yang pastinya aku tahu juga pesan itu berasal dari Pak Devano dan tentu saja dia sudah mengancam kamu dengan ancaman entahlah mungkin saja kamu ketakutan dan ketika membaca pesannya dan pastinya aku tahu itu jika sekarang Pak Devano sedang berdiri di pojokan dan melihat kamu dengan aku. Ya memang aku sengaja supaya membuat pakde barat cemburu tetapi aku juga tidak akan memanfaatkan kamu Karena sejujurnya aku masih sangat mencintai kamu dan berharap jika suatu saat nanti ada keajaiban dengan kita supaya aku bisa menjalin hubungan kembali dengan kamu."
__ADS_1
Deg
Tentu saja ucapan dari Rama membuat Karina memandang tajam ke arah Rama perempuan cantik itu bahkan tidak mengira jika Rama bisa mengatakan semuanya, meskipun yang dikatakan oleh Rama benar jika dirinya dan Rama itu bukan baru kenal kemarin tetapi sudah bertahun-tahun antara dirinya dan Rama itu menjalin hubungan yang pastinya mereka berdua sudah kenal satu sama lain dan sudah hafal dengan gelagat pasangan masing-masing dan apa yang dikatakan oleh Rama yaitu sudah berhasil memporak-porak endakan hati Karina di mana ia tidak tahu bagaimana nanti kedepannya akankah ia berpisah dengan Devano dan menjalin hubungan kembali dengan Rama toh sampai saat ini Karina yang mencintai rama yang pastinya untuk saat ini Karina bingung di satu sisi yang sudah menikah dengan Rama dan sudah melakukan sesuatu yang sah-sah saja sebagai pasangan suami istri tetapi di sisi lain hatinya masih sepenuhnya menjadi milik Rama.
"Jangan dipikirkan, biarkan nanti waktu yang akan mengaturnya jika memang kamu ditakdirkan untuk kembali lagi padaku maka apapun yang terjadi dengan kamu apapun kondisi kamu aku akan menerimanya."
Masih di tempat yang sama tetapi dengan jarak yang berbeda Devano mengepalkan tangannya rupanya memang benar-benar mantan pacar istrinya itu sudah berani dengannya bahkan saat ini malahan terlihat memanasi memanas-manasinya dan membuat dia cemburu.
Meskipun Devano sendiri tidak tahu apa yang Rama dan karena katakan tetapi melihat kedekatan Rama dengan Karina membuat Devano yakin jika mereka berdua memang masih saling mencintai dan entahlah apa memang istrinya dan juga mantan pacarnya itu balikan lagi Devano sendiri tidak tahu yang jelas dengan kedekatan dalam masa saat ini sudah membuat Devano mengepalkan tangannya dan ingin rasanya menghampiri mereka berdua namun sayang sekali Devano akhirnya mengurungkan niatnya.
"Awas aja kamu sayang akan aku berikan hukuman yang setimpal dengan apa yang sudah kamu lakukan padaku, yang jelas saat ini aku benar-benar marah dan cemburu dengan kamu dan tidak akan melepaskanmu nanti malam."
Akhirnya tidak tahan melihat kemesraan antara Rama dengan Karina, Devano memilih untuk pergi saja dan ia langsung masuk ke dalam ruangannya untuk mengambil buku pelajaran karena sebentar lagi bel akan segera berbunyi.
__ADS_1