
"Kita mau ke mana Om?"
Tentu saja Karina penasaran, maau dibawa kemana dirinya nanti malam, di mana Devano sudah menyiapkan pakaiannya dan mengajak makan malam.
Karina memang ingat jika suaminya akan mengajaknya makan malam, malam ini tapi tidak menyebutkan di mana mereka akan makan malam, hingga Karina penasaran Devano ingin membawanya ke restoran mana yang jelas untuk makanan, Karina sedikit pemilih karena memang ia benar-benar memperhatikan kesehatan dan juga perawatan kulitnya.
"Kamu ikut aja lagi pulang perginya juga sama aku."
Karina tidak percaya lagi, setelah ia siap-siap lalu segera keluar mengikuti suaminya di mana sudah menunggunya di depan pintu Devano juga sudah memberitahu kepada kedua orang tuanya kalau malam ini tidak makan di rumah dan mengajak Karina untuk makan malam di luar sekali mengajak Karina jalan-jalan.
Sepanjang perjalanan keduanya hanya terdiam tidak ada obrolan tentang sesuatu hal yang akan diobrolkan, padahal Devano ingin menanyakan sesuatu kepada Karina.
Hingga akhirnya setelah keduanya lama terdiam Devano yang memang penasaran dengan jawaban apa yang akan diberikan Karina nantinya, memberanikan diri untuk menanyakan sesuatu kepada Karina dan jawaban dari Karina ini menentukan apakah Devano nanti jadi membawa Karina untuk bertemu dengan Rama atau tidak.
"Kalau aku meminta kamu memutuskan hubunganmu dengan Rama, apa kamu mau?"
Seketika Karina langsung menoleh ke arah Devano dengan ekspresi wajah yang tidak bisa ditentukan lagi bagaimana ekspresinya yang jelas Karina saat ini kaget karena tiba-tiba Devano memintanya untuk memutuskan hubungannya dengan Rama, padahal sama sekali tidak ada di benak Karina untuk melakukan itu meskipun ia saat ini sudah menjadi istri dari Devano tetapi ia juga mempunyai harapan jika beberapa tahun lagi ia dan Devano resmi berpisah dan dirinya akan benar-benar bersama dengan Rama.
"Untuk apa Om mengatakan seperti itu bukankah sudah aku jawab kemarin, aku tidak akan memutuskan hubunganku dengan Rama bahkan aku akan memutuskan hubungan pernikahan kita, tentunya Om tidak lupa kan dengan surat perjanjian yang sudah aku buat, ya meskipun aku tahu perjanjian itu tidak Om tanda tangani sama sekali tetapi aku juga yakin jika Om pastinya mengingat kata-kata yang tertulis di dalamnya."
Devano hanya terdiam dan memendam rasa yang sakit di dalam dadany, apakah ini memang definisi cinta yang bertepuk sebelah tangan? dan Devano sudah bisa menebak bagaimana kelanjutan kisahnya dengan Karina nanti, jika masih ada Rama di dalam hubungan pernikahan itu, maka pernikahan mereka akan terancam bubar, jadi Devano dengan mantab dan yakin memutuskan untuk membawa Karina bertemu dengan Rama dan akan mengatakan tentang status Karina yang sesungguhnya.
__ADS_1
Tidak ada jawaban atau tanggapan lagi dari Devano, laki-laki itu segera melajukan mobilnya ke sebuah restoran di mana memang restoran itu sudah dipesan khusus untuk Karina dan juga Rama dan sebagai saksi bagaimana ia akan mengatakan berita yang pastinya membuat Rama terkejut bahkan mungkin Karina akan membencinya.
Ya Devano sudah memikirkan tentang resiko yang akan dihadapinya itu jika Karina membencinya, karena Devano dengan terang-terangan mengatakan kepada Rama tetapi Devano tidak mempunyai cara lain lagi kalau tidak seperti ini ia dan Karina tidak akan maju dan pernikahannya terancam bubar.
"Bukankah itu mobil Rama?"
Ucap Karina dengan nada lirik ketika Devano sudah sampai di restoran di mana memang ia melirik sekilas ke arah mobil hitam yang terparkir tidak jauh dari mobilnya dan ia tahu siapa pemilik mobil itu.
Tetapi rasanya tidak mungkin di kota ini banyak yang mempunyai mobil yang sama seperti Rama...
Antara khawatir dan juga cemas Karina memilih untuk tidak percaya dengan apa yang dilihatnya bahkan Karina sendiri tidak mengamati betul plat nomor yang ada di belakang mobil itu di mana hanya melihat bentuk dan juga jenis mobilnya yang kemungkinan sama dengan mobil milik Rama.
"Sudah sampai setelah makan malam kita jalan-jalan sepertinya masih ada waktu sebelum pulang ke rumah."
Devano yang melihat Karina melamun langsung saja mendekati Karina kemudian membuka sabuk pengaman Karina, ia tahu jika saat ini Karina sedang melihat ke arah depan di mana melihat mobil Rama yang terparkir di sana. Devano juga tidak akan menanyakan atau mengatakan apapun juga tentang ini cukup nanti Devano sedikit berbicara di dalam dan mengatakan jika Karina adalah istri sahnya juga meminta untuk Rama memutuskan hubungan dengan Karina.
Devano keluar lebih dulu, ia kemudian membukakan pintu untuk Karina. Sementara Karina, hanya melihat wajah tampan Devano dan tidak berkutik sama sekali dengan apa yang dilakukan oleh suami nya.
Dengan perlakuan manis seperti itu hati perempuan mana yang tidak akan luluh terlebih lagi, ia dan devano beberapa kali sudah bersentuhan meskipun hanya melalui bibir saja namun ada getaran rasa yang sudah menyeruak di dalam dada walaupun rasa itu masih secuil dan belum bisa sepenuhnya nama Devano menempati hati Karina.
Dengan cepat Devano meraih pinggang Karina, merangkul pinggang itu dengan sangat erat hingga tidak ada lagi yang memisahkan dirinya.
__ADS_1
Sementara Karina, ia hanya melihat sekilas apa yang dilakukan oleh Devano meskipun sebenarnya ia sedikit risi tetapi kenapa nyatanya terasa nyaman sekali.
"Om bisa sikirkan tanganmu, aku malu dilihatin banyak orang."
"Tidak bisa, nanti kamu juga akan terbiasa seperti ini."
Ya inilah sifat Devano sebenarnya, ia tidak mau diprotes atau pun ucapannya diganggu gugat oleh orang lain yang mana memang Devano sudah memiliki prinsip yang sangat mutlak bahwa apa yang dilakukannya tidak akan mendapatkan penolakan dari orang lain.
Hingga keduanya kini sudah berada di depan pintu restoran dan dengan cepat pelayan itu membukakan pintu restoran untuk Devano dan juga Karina.
Devano yang tahu jika Rama sudah berada di sini langsung saja menuju ke privat room tepat di mana Devano sudah memesan ruangan khusus supaya mereka nanti bisa berbicara enam mata di sana.
Hingga akhirnya keduanya sudah sampai di depan ruang privatron dengan cepat Devano membuka pintu ruangan itu dan memang benar jika saat ini Rama sudah berada di dalam selnya sepertinya laki-laki itu memang sudah menunggu kedatangan Devano.
Deg
Sungguh, lelucon macam apa ini...Karina dan Rama sama sama kaget dan keduanya kini saling menatap, bahkan mereka tidak menyangka jika akan bertemu di sini.
"Rama"
"Karina"
__ADS_1
Keduanya sama sama saling memanggil, sepertinya memang keduanya masih bingung dengan keadaan ini.