Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Curiga


__ADS_3

Devano buru-buru keluar dari perusahaan karena lima belas menit lagi ia sudah harus sampai ke sekolahan, di mana jam 07.00 tepat Devano harus mengajar di kelas dan tentunya jam pelajaran pertama Devano mengajar di kelas Karina.


Devano melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sebelum ia mengemudikan mobilnya Devano berkali-kali menghubungi istrinya di mana ia takut jika Karina belum bangun meskipun sudah menyetel alarm tadi.


Tetapi sayang sekali sudah hampir 10 panggilan yang Devano lakukan, namun hanya sebuah jawaban dari operator saja dan itu tandanya ponsel Karina mati. Devano juga mengirimkan pesan kepada Karina yang hanya centang satu saja.


Tidak ingin berpikiran yang macam-macam ataupun nanti terlambat datang ke sekolahan, Devano akhirnya mengalihkan pikirannya untuk sementara waktu dan fokus ke jalanan di mana jalanan pagi ini benar-benar padat.


Hingga akhirnya laki-laki itu sudah sampai ke sekolahan lima menit sebelum bel berbunyi dan langsung saja bergegas menuju ke ruangannya untuk mengambil beberapa buku untuk mengajar.


Devano dengan perasaan yang senang karena bertemu dengan istrinya segera melangkahkan kakinya keluar dari ruangan guru dengan muka yang datar, di mana memang Devano tidak pernah senyum di depan orang lain bahkan ia terkenal sebagai guru killer dan juga galak meskipun wajahnya sangat tampan.


Kenapa aku deg deg an seperti ini, padahal biasanya enggak.. ayolah Devano jangan seperti ini jangan bikin malu, memang kamu sekarang lagi jatuh cinta dan pastinya ada sesuatu di dalam dada kamu ketika bertemu dengan Karina tetapi jangan sampai membuat murid-muridmu di kelas tahu tentang hubungan kamu dengan Karina, tentang perasaanmu dengan Karina sementara Karina sendiri masih cuek pada kamu.


Devano menetralisir perasaannya dulu ia mengatur nafasnya sedalam-dalamnya supaya ia tidak begitu kentara telah memikirkan dan memberikan perhatian kepada Karina nantinya.


Hingga akhirnya laki-laki itu masuk ke dalam kelas, tentu saja pertama kalinya memberikan ucapan selamat pagi kepada murid-muridnya.


"Selamat pagi.."


Kenapa Karina tidak ada atau jangan-jangan dia berada di toilet atau malahan ke kantin? kebiasaan... Awas saja nanti kalau terlambat masuk ke kelas, aku pasti akan memberikan hukuman.


Ya setelah Devano masuk ke dalam kelasnya laki-laki itu mengedarkan pandangan matanya, tentu saja menuju ke bangku di depannya yang mana bangku itu khusus untuk Karina dan juga Sintia.


Tetapi tidak adanya Karina di sana, yang ada di dalam pikiran Devano saat ini Karina sedang berada di kantin atau pun sedang ke kamar mandi tetapi setelah Devano pikir-pikir kenapa Karina saja yang tidak ada, sementara Sintia sahabat baik Karina itu masih ada di tempatnya, bahkan saat ini Sintia senyum-senyum sendiri sedang memandang ke arahnya.

__ADS_1


Sepertinya ada yang tidak beres mengapa hanya Karina saja yang tidak ada, kalau misal dia ke kantin atau ke toilet pastinya Karina mengajak Sintia dan kenapa perasaanku menjadi tidak enak...


"Sintia? di mana teman kamu?"


Sepertinya daripada Devano penasaran dengan keberadaan Karina saat ini Devano dengan cepat menanyakan itu kepada Sintia, toh juga tidak masalah karena memang yang tidak hadir di kelas ini hanya Karina saja, sepertinya teman-teman Karina juga tidak akan curiga tentang pertanyaannya.


"Kenapa bapak tanya saya? kenapa bapak juga nggak tanya kabar saya saja? padahal jelas-jelas saya ada di sini tetapi bapak malah menanyakan yang tidak ada?"


Bukan karena apa-apa jelas saja Sintia menggoda Devano karena memang Sintia itu ngefans banget dengan Devano, selain wajahnya yang tampan juga kaya raya, Devano juga dewasa. Memang usia Devano tidak semuda dirinya tetapi jelas-jelas penampilan dan juga perawakan Devano yang membuat semua perempuan-perempuan di sekolah Karina itu tergila-gila dengan nya.


"Iya nih, bapak curang.. kenapa Karina yang tidak ada malah ditanyakan sementara kita-kita di sini yang ada malah dibiarin saja."


Protes Vina salah satu teman Karina, dia juga ngefans dengan Devano dan tidak berpikir macam-macam tentang Devano dan juga Karina, mereka memang semuanya seperti itu jika ada guru baru yang ganteng dan juga jomblo pastinya akan digoda habis-habisan.


Sepertinya Devano harus meninggikan suaranya karena anak didiknya di sana heboh dan menggoda dirinya Devano memang bukan tipe laki-laki yang suka digoda terlebih lagi ia juga tidak suka berdekatan dengan perempuan,.hanya Mamahnya lah dan juga Karina, perempuan yang dekat dengan dirinya saat ini.


"Saya tidak tahu pak, Karina juga tidak menghubungi saya bahkan tadi saya mencoba untuk mengirimkan pesan padanya hanya centang satu,.ditelepon pun juga tidak bisa."


Deg


Devano menggelengkan kepalanya pelan, ternyata memang benar jika Karina tidak berada di kelas ini dan juga tidak bisa dihubungi, namun Devano sejenak untuk tidak memikirkan di mana Karina berada toh juga ia masih mempunyai kewajiban untuk mengajar murid-muridnya.


Awas kamu Karina kalau kedapatan kamu bolos, aku akan memberikan hukuman yang kamu sendiri tidak akan melupakannya.


Ancam Devano yang gemes sendiri terhadap Karina di mana istrinya bisa-bisanya bolos dan menghindari pelajarannya, ya menurut pikiran Devano.. Karina sengaja untuk tidak masuk dalam pelajaran pertama ini di mana memang jadwal pelajaran pertama itu adalah matematika.

__ADS_1


Mungkin saja Karina masih marah dengan Devano tentang kejadian semalam hingga akhirnya Karina sengaja tidak masuk ke sekolah ini.


Devano kembali membuka buku pelajarannya, ia tidak mau terus menerus memikirkan Karina meskipun sebenarnya ada beberapa ganjalan yang ada di dalam benaknya tetapi tugas dan kewajiban harus dibahas selesaikan hari ini.


Devano mulai menjelaskan pelajaran matematika kepada murid-muridnya tetapi sayang sekali baru lima belas menit Devano menjelaskan, pikirannya sudah tidak tenang hingga ia tidak konsentrasi. Devano takut jika ia meneruskannya maka semuanya akan salah dan itu nanti akan merugikan murid-muridnya, hingga akhirnya Devano menyerah.. laki-laki itu memberikan soal kepada murid-muridnya dan ia mencoba untuk keluar dari kelasnya mencoba untuk mencari tahu di mana Karina saat ini berada.


Di mana kamu Karin?


Sebelum Devano mencari Karina ke mana-mana, Devano menelepon ke rumahnya, di mana yang jadi tujuan utamanya adalah Pak Satpam yang berjaga di depan.


"Halo Tuan Muda, Nona Karina pergi empat puluh lima menit setelah Tuan Muda berangkat tadi pagi, tetapi Nona Karina tidak menggunakan mobil dan juga tidak mau diantar oleh sopir. Nona Karina memilih untuk naik taksi saja."


Suara dari Pak satpam yang ada di rumah Devano membuat Devano semakin ketar-ketir, di mana istri nya saat ini berada, terlebih Karina pergi pagi-pagi sekali dan menggunakan taksi, sepertinya Karina sudah merencanakan sesuatu.


"Apa Karina memakai seragam atau pakaian biasa pak?"


"Nona Karina memakai seragam tetapi ditutup dengan jaket yang biasa dipakai oleh Nona Karina."


Semakin terbukti jelas saja jika Karina benar-benar menghindarinya dan pergi begitu saja yang Devano tidak tahu ke mana istrinya itu pergi.


Atau mungkin Karina pergi dengan Rama?


Sekilas pikiran Devano melayang ke sana, di mana ia berpikir jika istrinya itu janjian untuk ketemu dengan Rama dan hanya berdua saja.


Hingga akhirnya, Devano mematikan sambungan teleponnya dengan Pak satpam.. laki-laki itu kemudian beranjak dari tempatnya saat ini, lalu menuju ke kelas Rama. Ia ingin memastikan apakah Karina pergi dengan Rama pagi ini atau tidak.

__ADS_1


__ADS_2