Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Begitu...


__ADS_3

Bagaimana ini bagaimana mungkin aku bisa menatap mata Devano? yang jelas nanti Devano tahu kalau aku ini berbohong, kalau aku tidak ada perasaan sama sekali sama dia. Memang belum ada tanda-tanda cinta yang muncul untuk Om Devano tetapi rasanya jika dekat dengan om Devano aku merasa nyaman dan sepertinya...


Akhirnya Karina menggelengkan kepalanya pelan ia memungkiri jika dirinya sudah jatuh cinta dan terlena dengan pesona Devano tetapi ia sendiri juga tidak bisa menolak pesona Devano yang mana semakin dekat dengan Devano rasanya semakin nyaman, terlebih lagi dengan jarak yang begitu dekat seperti saat ini di mana Karina bisa menghirup aroma maskulin dari tubuh Devano yang membuatnya tidak ingin jauh-jauh dari suaminya itu.


Bahkan semalam ketika Karina tidur sendirian, ia pun merasa gelisah, rasanya ada yang kurang di atas ranjang ketika tidak ada Devano meskipun biasanya jika mereka berdua bersama pasti ada huru-hara di dalam kamar namun itu yang membuat kangen Karina dengan sosok Devano.


"Ayo Karin tatap muka aku dan katakan jika kamu memang tidak punya perasaan sama sekali sama aku."


Devano tersenyum, ia tahu jika Karina saat ini sudah merasakan gejolak-gejolak cinta dengan dirinya tetapi karena sendiri enggan mengakuinya bahkan Karina tidak mau mengakuinya dan Devano bisa melihat itu bagaimana dengan istrinya yang ketika dipeluk tidak memberontak sama sekali dan juga mendengar detak jantung Karina yang berbunyi seakan-akan mengisyaratkan jika Karina memang benar-benar ada perasaan sama dirinya meskipun itu rasanya hanya sedikit saja.


Mendapat tekanan dari Devano, Karina mau tidak mau menatap mata Devano dan ia menatap tajam mata Devano dan entahlah apa yang dipikirkan oleh Devano saat ini sehingga laki-laki itu malah tersenyum sembari menatap wajah cantik Karina.


Hingga kedua pasang mata itu saling memandang saling mengisyaratkan tentang sesuatu dari diri mereka masing-masing


"Katakan jika kamu memang tidak ada rasa sama aku?"

__ADS_1


"Aku tidak ada rasa sama sekali sama Om Devano dan sebaiknya Om menyingkir dari sini, biarkan aku pergi!!"


Ucapan Karina tidak membuat Devano patah hati ataupun tersinggung bahkan laki-laki itu malahan kembali tersenyum karena ia tahu bagaimana hati dan bibir Karina saat ini yang tentu saja Karina sudah membohongi dirinya sendiri dengan mengatakan tidak ada rasa sama Devano tetapi sebenarnya mempunyai perasaan yang sama.


"Apakah itu tulus dari hatimu atau kamu mau membohongi perasaan kamu sendiri?"


Devano memberanikan diri untuk lebih mendekati Karina bahkan tangan Devano sekarang sudah mengusap lembu bibir Karina yang mana Karina malah memejamkan matanya dengan menikmati sentuhan-sentuhan yang diberikan oleh Devano meskipun itu hanya sebatas sentuhan tangan Devano di bibir Karina.


"Dengan ekspresi wajahmu seperti ini aku yakin jika sebenarnya kamu mempunyai rasa sama aku tetapi karena egomu yang tinggi membuat kamu enggan untuk mengakuinya bahkan dari tatapan mata kamu, aku tahu jika kamu juga sudah mau sedikit mencintai aku, iya meskipun sedikit tetapi rasa itu sudah tumbuh semenjak kita bersama..."


Karina yang mendengar ucapan dari Devano seketika langsung membuka matanya, ia menggeleng pelan dan merasa tidak mungkin jika dirinya sudah jatuh cinta dengan laki-laki yang di depannya itu dan jika memang benar lalu bagaimana dengan Rama? bagaimana perasaan kekasihnya itu yang tahu jika perasaannya saat ini sudah terbagi dengan laki-laki lain apalagi jika Rama tahu kalau dirinya sudah menikah dengan Devano pastinya Rama akan membencinya dan Karina tidak mau itu terjadi.


"Itu tidak mungkin, Om hanya berbohong saja demi untuk meledekku, mana mungkin aku mencintai om-om tahu sendiri kalau aku sudah mempunyai pacar dan aku sangat mencintai pacar aku dan tidak mungkin untuk meninggalkannya dan Om juga pastinya masih ingat tentang perjanjian kita di mana setelah aku lulus kita akan ber---."


Cup

__ADS_1


Tidak ingin Karina melanjutkan ucapannya lagi, dengan cepat Devano membungkam bibir Karina dengan bibirnya, mencium karina dengan sangat lembut dan juga bern@fsu.


Karina seketika hanya diam saja ia juga kaget mendapat serangan tiba-tiba dari semuanya suaminya itu yang mana ia tidak tahu jika Devano tiba-tiba menyerangnya dengan memberikan ciuman manis namun sedikit menuntunnya.


Devano melepaskan ciumannya karena ia tahu jika istrinya itu mendadak kaget dengan serangan yang baru saja diberikan.


"Aku tidak suka dengan ucapan kamu itu dan perlu kamu ingat, aku tidak setuju dengan perjanjian yang kamu buat dan sampai kapanpun aku tidak akan menceraikan kamu, apapun alasannya."


Devano juga melihat ekspresi wajah dari Karina di mana istrinya itu begitu menikmati apa yang baru saja dilakukan dan Devano yakin jika Karina mempunyai perasaan yang sama dengan dirinya.


Cup


Karina kembali melototkan matanya, ia tidak menyangka jika Devano mencium bibir nya kembali, yang Karina pikir setelah Devano memberikan sedikit ciuman di bibirnya, laki-laki itu akan melepaskannya dan membukakan pintu ruangannya tetapi Karina salah, malahan Devano kali ini lebih memperdalam ciumannya yang membuat Karina seketika mencengkeram baju Devano di mana Karina merasakan sesuatu yang hangat yang menjalar di bibirnya itu.


Karina yang sudah terbuai dengan apa yang dilakukan oleh Devano, seketika memejamkan matanya manakala ia sudah merasakan begitu nyaman dan begitu nikmatnya Devano mencium bibirnya hingga laki-laki itu yang sudah membuat Karina tidak berdaya langsung menggigit bibir bawah Karina yang membuat Karina segera membuka mulutnya dan Devano bisa leluasa untuk mengekspor bagian dalam mulut Karina.

__ADS_1


Awalnya Karina hanya diam saja, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan meskipun ini bukanlah cuman pertama yang dilakukannya dengan Devano tetapi mungkin ini adalah cuman pertama yang dilakukan atas dasar sama-sama sadar yang mana dulunya ketika ia berciuman dengan Devano baik dirinya maupun Devano sama sama dalam pengaruh alkohol dan mungkin saja Karina saat ini sedang menikmati sentuhan-sentuhan lembut yang diberikan oleh Devano.


Dengan sedikit menuntut, Devano segera mengekspor bibir Karina .. ia juga memberikan sentuhan-sentuhan lembut di punggung Karina yang mana tangan Devano sekarang sudah mengusap lembut bagian belakang tubuh Karina itu dan dengan bibirnya yang terus mencium dan *****@* bibir Karina hingga akhirnya Karina yang terbuai ikut membalas ciuman yang diberikan oleh Devano, yang membuat keduanya saat ini sedang beradu bibir dengan sangat panas dan begitu menuntun.


__ADS_2