Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Tidak Perlu Dipikirkan


__ADS_3

"Tapi jangan jangan khawatir sayank, aku janji akan melakukannya bahkan aku akan membuat kamu melayang layang ke angkasa dan candu dengan si Joni dan akan meminta lagi. Dan pastinya kamu tahu sendiri kan Aku begitu sangat tampan dan juga gagah, pastinya si Joni juga perkasa untuk bisa diajak bersenang-senang dengan kamu."


Merasa risih dengan ucapan suaminya karena menatap tajam ke arah Devano sembari melototkan matanya.


"Ngomong lagi aku keluar!!"


Ancam Karina yang seketika membuat Devano terdiam tetapi sembari tersenyum kecil, ia tahu kalau Karina malu-malu mendengar ucapannya dan juga Karina hanya sekedar mengancam saja supaya mulutnya diam dan tidak berbicara yang tidak tidak.


Tidak memakan waktu yang lama karena jalanan belum macet, mobil Devano sudah sampai di parkiran khusus untuk guru dan juga Devano bisa melihat jika sekolah ini masih sepi padahal sudah pukul 06.30 namun belum begitu banyak siswa-siswa yang datang apalagi guru-gurunya.


Tanpa berpamitan dan juga tanpa basa basi lagi Karina segera membuka sabuk pengamannya, ia ingin segera turun dari mobil tanpa perlu melihat ke arah suaminya.


Tetapi kenyataannya, tangan Devano sudah lebih dulu mencegah pergerakan tangan Karina yang membuat gadis cantik itu tidak berhasil keluar dari mobil Devano.


"Tunggu sebentar sayank."


Bukan ingin mengajarkan Karina sopan santun jika berpamitan dengan suaminya meskipun itu perlu diberlakukan tetapi untuk saat ini Devano mencoba mengalah, biarkan saja nanti Karina mengalir dengan sendirinya bagaimana cara perpamitan yang baik dengan dirinya tetapi Devano ingin memberikan beberapa lembar uang merah untuk jajan, karena di sekolah Devano yakin jika istrinya itu hanya memegang kartu unlimited yang baru saja semalam diberikannya dan tidak ada selembar pun uang yang ada di dompet Karina.


"Buat jajan kamu, aku yakin pasti kamu tidak ada uang cash dalam dompet dan tentunya jangan kamu anggap ini sebagai bayaran tadi pagi kamu melayani aku tetapi ini sudah menjadi kewajiban aku untuk memberikan nafkah untuk kamu."

__ADS_1


Mau tidak mau Karina mengambil beberapa lembar uang merah yang diberikan oleh suaminya, ia pun tidak munafik karena memang untuk jajan di sekolah perlu uang dan Karina memang sama sekali tidak membawa uang cash, semua yang ada di dompetnya adalah kartu kartu sakti dan itu diberikan oleh Devano, karena kartu pemberian dari Papanya sudah Karina kembalikan dan itu juga atas permintaan dari Devano. Karena setelah menikah, Devano lah yang membiayai semua kebutuhan Karina meskipun Karina belum menjadi istri seutuhnya untuk Devano.


"Dan juga terima kasih untuk tadi pagi, aku benar-benar candu dengan tubuh kamu sayank dan jangan kuatir nanti malam kita akan melakukannya lebih dari itu, aku sudah tidak sabar untuk menjadikan kamu milikku seutuhnya."


Ucap Devano tepat di depan wajah Karina yang membuat Karina langsung saja memalingkan wajahnya, selain memalukan, ia juga tidak ingin membahas hal-hal begini, terlebih lagi Karina juga sadar jika posisinya saat ini sebagai istri dari Devano dan sudah seharusnya ia memberikan apa yang menjadi hak suaminya.


Cup


Tentunya Devano semakin gemes dengan ekspresi wajah Karina yang sudah memalingkan wajah dan Devano melihat bibir Karina juga manyun, seakan akan meminta ingin dicium lagi bibir manyun yang menggoda itu.


Dan tanpa aba-aba sekali lagi Devano mencium bibir Karina, bukan hanya sekedar mencium saja tetapi Devano juga sedikit *****@* bibir ranum Karina.


"Love you Karina dan aku berharap kalau kamu segera membalas cintaku karena aku benar-benar serius jatuh cinta pada mu."


Devano melepaskan tangan Karina kemudian membiarkan istri kecilnya itu keluar dari mobil karena ia tahu pastinya Karina selain jengkel dengan dirinya Karena juga was was jika nanti ada orang orang melihat Karina turun dari mobilnya dan pastinya itu akan membuat Karina akan semakin marah padanya karena memang belum waktunya hubungan mereka yang sebagai suami istri diketahui oleh khalayak umum meskipun Devano selalu ingin cepat cepat mengadakan pengumuman tentang pernikahannya dengan Karina.


"Dasar mesumm!! b@jing@n!! bisa-bisanya dia mencium bibirku lagi!!"


Gerutu Karina kesal setelah ia keluar dari mobil Devano tentu saja Karina melihat ke segala arah memastikan jika tidak ada yang melihatnya keluar dari mobil guru tampan dan killer, tetapi juga idola di sekolah ini.

__ADS_1


Ya untung saja sekolah masih sepi jadi tidak ada yang tahu karena keluar dari mobil dibalik meskipun sudah dari tadi yang awas was dan bagaimana caranya menjawab pertanyaan dari teman temannya ketika melihat dirinya keluar dari mobil Devano, tetapi setelah Karina keluar dari mobil dan tidak ada siapapun yang melihatnya membuat gadis cantik itu tersenyum dengan lega, lalu Karina dengan cepat melangkahkan kakinya untuk menuju ke kelas.


"Hai...apa kabar?"


Tetapi belum saja Karina sampai di kelas, ia sudah dikagetkan dengan sapaan dari seseorang yang suaranya benar-benar ia kenal tentu saja Karina langsung menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke samping di mana Rama sedang menyapanya pagi ini.


"Rama...aku ..kabar kamu bagaimana?"


Ya tidak salah lagi suara yang didengar itu adalah suara milik mantan kekasihnya yang Karina sendiri masih mencintainya, Karina saat ini sedang menatap wajah Rama begitu juga dengan Rama yang menatap wajah cantik Karina, entah mengapa pagi ini Karina semakin terlihat cantik dan mempesona.


"Kabar Aku? bisa Kamu lihat sendiri, jika kamu bahagia aku pun juga bahagia dan pastinya Aku ingin kita terus bersama tidak ada rasa canggung ataupun menjaga jarak."


Ya Rama adalah laki-laki yang dewasa meskipun ia sendiri sudah memutuskan hubungan dengan Karina karena status Karina yang merupakan istri dari gurunya sendiri dan tidak mungkin jika Rama merusak pernikahan yang memang sudah sah secara hukum dan agama, laki-laki itu juga ingin menjalin hubungan yang baik dengan Karina, tidak ingin rasanya menjadi canggung jika bertemu Karina ataupun malah hanya semakin menjauh dan juga tidak ingin jika Karina ataupun dirinya sama-sama saling benci.


Mungkin memang benar jika Karina bukan jodohnya tetapi bukan berarti tidak boleh menjalin hubungan baik dengan Karina yang mana memang awalnya mereka berhubungan baik dan juga kini setelah tidak mempunyai hubungan apa-apa keduanya juga harus berhubungan dengan baik pula.


"Tidak perlu dipikirkan yang jelas aku tidak mau kita bermusuhan meskipun kita sudah tidak menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih tetapi setidaknya kita bisa berdoa dan aku percaya jika memang takdir kita bersama suatu saat nanti pasti kita akan bersatu."


Rama menarik tangan Karina kemudian mencium punggung dengan Karina yang sangat lembut meskipun ia tahu jika perbuatannya salah namun rasanya ingin memiliki lagi Karina itu mustahil, karena saat ini tidak mungkin memiliki Karina mungkin hanya perhatian kecil dan juga perlakuan seperti ini yang bisa Rama berikan itupun jika karena tidak menolaknya.

__ADS_1


__ADS_2