Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Urung Uringan


__ADS_3

Karin cemberut, perasaannya semakin tidak menentu saja manakala Devano hanya mencuekin dirinya dan tidak peduli lagi padanya, padahal Karin jelas-jelas tahu jika Devano melihat keberadaan nya di sini tetapi sayang sekali, Devano pun tidak berkutik.. Devano pun tidak berusaha untuk menghindar dari Bu guru cantik itu yang mana semakin Karin melihatnya Devano semakin tertawa lepas padanya sepertinya memang sengaja untuk membuat api amarah dan cemburu dalam diri Karina.


Hingga akhirnya Karina yang tidak tahan melihat pemandangan yang sungguh sangat menyesakkan dada itu pergi meninggalkan tempatnya saat ini,  membuatnya sesak sekaligus marah dengan menghendak-hentakkan kakinya, Karina berjalan untuk menuju ke kelasnya.


Sepanjang hari ini selama di kelas, Karina sama sekali tidak berbicara bahkan ketika Sintia menawarkan berbagai macam makanan kesukaan Karina, Karina hanya diam saja seakan-akan ia enggan untuk menyantap makanan itu padahal makanan itu adalah makanan kesukaannya yang di bawa Sintia langsung dari Jepang dan itu adalah oleh-oleh dari kakeknya kemarin.


"Lo kenapa? ini makanan kesukaan lo,.khusus dari Jepang kemarin Kakek datang berkunjung dan membawakan ini, sontak saja gue langsung ingat sama lo!!"


"Gue nggak kenapa-napa hanya males aja, ya sudah nanti gue bawa pulang, gue makan di rumah!"


Tidak ingin membuat sahabatnya kepikiran tentang apa yang dialaminya, Karina juga tidak mungkin bercerita tentang kehidupan saat ini kepada Sintia apalagi bercerita tentang dirinya sudah menikah dengan Devano, akhirnya Karina membawa makanan itu dan memasukannya ke dalam tas, lagi pula itu memang benar-benar makanan kesukaan Karina hanya saja Karina saat ini tidak mood untuk memasukkan apapun ke dalam mulutnya.


"Kalau ada apa-apa cerita sama gue, kita sudah seperti saudara kandung sendiri."


Karina hanya menganggukkan kepalanya, memang untuk saat ini ia belum bisa menceritakan tentang apa yang terjadi, apalagi tentang Devano yang saat ini sudah sah menjadi suaminya dan kejadian beberapa hari yang lalu di mana ia diseret Devano untuk masuk ke dalam kamar hotel.


Bukan karena tidak percaya dengan Sintia tetapi entahlah rasanya ia malu sendiri jika sudah menikah dengan guru matematika yang galak dan killer itu.


Hingga akhirnya beberapa jam sudah berlalu, bel pelajaran pun berbunyi dan itu pertanda bahwa hari ini pelajaran telah selesai.

__ADS_1


Karina bergegas untuk merapikan buku-bukunya dan langsung saja memasukkan ke dalam tas, ia bahkan sama sekali tidak mengingat tentang permintaan Devano yang akan mengajaknya pulang bersama hari ini bahkan Karina pun sengaja keluar dari kelas lebih dulu dan meninggalkan Sintia, itu dilakukan karena ia ingin menghindari Rama dan juga Dirga sekaligus.


Entahlah ia merasa jengkel dengan Devano, di mana dirinya masih cemburu dengan kedekatan Devano tadi pagi yang mana bayangan-bayangan Devano masih tertawa penuh kegembiraan bersama ibu guru cantik itu masih melintasi dalam benak Karina, hingga akhirnya Karina memutuskan untuk segera ke parkiran dan melajukan mobilnya untuk pulang ke rumah, ia tentunya ke rumah keluarga Hardiansyah bukan pulang ke rumahnya sendiri karena tidak mungkin juga jika Karina pulang ke rumahnya dengan kondisi seperti ini pastinya kedua orang tuanya akan mengejek Karina habis-habisan di mana Karina merasa cemburu dengan apa yang sudah Devano lakukan.


Tentu saja Karina yang pulang cepat membuat Dirga bingung ada apa dengan teman kecilnya itu di mana sedari tadi Karina juga mendiamkannya, bahkan biasanya karina yang suka tertawa bersamanya tetapi hari ini tidak.


Ingin rasanya Dirga mengikuti karona saat ini tetapi ia dicegah oleh Sintia di mana Sintia tahu jika suasana sahabatnya itu sedang tidak baik-baik saja meskipun Karina sendiri tidak bercerita padanya.


"Nggak usah ganggu, Karina sepertinya lagi ada masalah."


"Gue nggak gangguin Karina, hanya gue ingin peduli saja dengan dia, lo tahu kan gue adalah teman Karina sejak kecil."


Dirga akhirnya mengangguk kemudian keluar dari kelas, ia memang penasaran kenapa Karina bisa berubah seperti itu tetapi ia berpikir dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Sintia di mana memang benar kalau Karin butuh menyendiri dulu, siapa tau mungkin memang moodnya Karina hari ini benar-benar tidak stabil.


Sementara Rama, yang merasa jika Karina masih mendiamkannya, laki-laki itu bergegas menuju ke kelas Karina dan meminta maaf.


Tetapi kenyataannya tidak ada Karina di dalam kelas yang ada hanya Sintia saja dan mengapa Rama menjadi sedikit aneh dengan Karina yang sudah pulang duluan sementara ia sendiri masih berada di dalam kelas dan tanpa kabar sama sekali ataupun mengirim pesan kepadanya.


"Karin mana?"

__ADS_1


Sintia mendongakkan wajahnya, ia memang sudah hafal dengan suara Rama, tetapi ia ingin sekali melihat ekspresi wajahnya saat ini yang sepertinya juga sama dengan Karina, mendadak jadi galau dan entahlah.


"Ternyata bukan hanya Dirga saja yang nyari Karin tetapi lo juga... Karina sudah pulang, emang ada masalah apa sih hingga Karin murung seperti itu?"


Kini giliran Sintia yang penasaran, ia bertanya dengan Rama, siapa tahu kekasih dari sahabatnya itu mau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Gue dan Karin sempat bersitegang..."


Hingga akhirnya Rama menceritakan kejadian tadi siang yang mungkin saja itu membuat Karin jadi uring-uringan dan bergegas untuk keluar dari sekolah ini tanpa memberitahukan kepadanya.


"Pantes, setelah istirahat Karina murung seperti itu, gue tanya apa dia jawabnya apa dan sebaiknya lo memang harus sedikit peka dengan Karin."


"Kurang pekanya apa gue sama Karin atau memang jangan-jangan gara-gara Dirga, Karina berubah seperti itu?"


"Aneh lo yang biasanya sabar menghadapi Karin dan tidak berpikiran macam-macam terhadap orang lain kini mengapa pikiran lo berubah, pantas saja Karin marah sama lo karena melihat sikap Lo yang berubah seperti itu."


"Lalu gue harus bagaimana? gue sendiri nggak mau kehilangan Karin. Lo tau sendiri kalau gue dan Karina sudah menjalin hubungan hampir 2 tahun ini dan selama itu kita baik-baik saja meskipun banyak godaannya, banyak yang suka sama Karin banyak yang ngejar Karin tetapi gue tidak masalah, begitu juga dengan Karin selama ini dia juga baik, biasa saja sama gue tetapi sejak kedatangan Dirga sifat Karin berubah!"


"Pantes saja Karin marah sama lo, Lo pikirannya memang seperti itu dan wajar saja jika Karin dekat sama gue karena dia adalah teman kecil gue dan kita sudah terbiasa bersama."

__ADS_1


__ADS_2