
Dirga mengatakan itu dengan tersenyum penuh kemenangan, mungkin saja Dirga berpikir jika Devano nantinya akan lemas dengan ucapannya hingga akhirnya akan meninggalkan Karina, karena Dirga berpikir jika Devano pastinya akan menyerah karena tahu jika dirinya dan juga Karina sudah dijodohkan.
Tetapi sayang sekali rupana ekspresi wajah Devano tidak sama sekali terkejut, laki-laki itu malahan tersenyum manis dan menatap ke arah Dirga seperti tidak ada apa-apa bahkan dengan kata perjodohan pun Devano rasanya tidak takut ataupun lemas sama sekali.
Iya memang benar, apalah arti sebuah perjodohan dengan sebuah ikatan pernikahan yang sudah sah di mata hukum dan agama, karena saat ini Devano mempunyai hak penuh atas istrinya dan tentang perjodohan itu, semuanya akan batal jika memang yang dikatakan Dirga itu memang benar.
Terlebih lagi Devano menikahi Karina langsung dengan menjabat tangan Papahnya Karina, bukan Devano kawin lari dengan wali nikah yang bukan dari Papa kandung Karina sendiri dan pastinya dengan itu semua Papahnya Karina juga sadar jika sudah menikahkan Karina dan tidak akan pernah memaksa Karina untuk berpisah dari Devano, karena beliau pasti nya tau tentang agama.
"Terserah kamu mau mengatakan jika kamu dan Karina sudah dijodohkan, saya tidak peduli .. yang jelas saat ini Karina adalah istri saya, sekuat apapun kamu mengatakan jika kalian sudah dijodohkan, tetapi kenyataannya pernikahan kita sudah sah dan kamu tahu kan artinya sebuah pernikahan itu? pastinya akan kuat tidak bisa pisah begitu saja apalagi melawan kata perjodohan."
Kurang ajar!! rupanya dia benar-benar melawan aku, kalau tidak mengingat kalau kamu adalah guruku pastinya sudah aku hancurkan mukanya saat ini juga...
Dirga mengumpat kesal dan juga mengepalkan tangannya, ingin rasanya ia memukul Devano yang di depannya saat ini, sepertinya kata-katanya tidak mempan bagi Devano, bahkan saat ini yang kena mental adalah Dirga, yang mana dengan jelas dan lantang Devano mengatakan itu, seolah-olah memang Devano tidak takut dengan perjodohan dirinya dan juga Karina yang sudah direncanakan sejak kecil.
Dirga juga masih mempunyai sikap rasa menghargai dengan Devano sebagai gurunya, jika tidak pasti malam ini ia akan menghajar Devano dengan membabi buta.
__ADS_1
"Saya akan menghancurkan rumah tangga bapak dengan Karina, yang pastinya saya akan memiliki kembali apa yang seharusnya menjadi milik saya."
Devano tidak takut akan ancaman dari Dirga barusan , ia malahan kembali tersenyum manis ke arah Dirga yang sepertinya memang ucapan dari Dirga itu malah menantangnya untuk semakin menjerat Karina ke dalam pernikahan ini dan tidak akan berniat sedikitpun untuk melepaskan Karina, apapun itu. Terlebih lagi Devano tahu jika itu hanyalah ancaman dari Dirga saja, mungkin Dirga berpikir jika Devano adalah anak kecil yang bisa diancam begitu saja.
"Jadi sebenarnya mau kamu apa? kamu hanya ingin memberitahukan tentang perjodohan kamu dengan Karina?"
Devano melihat jam yang melingkar di tangannya sepertinya pembicaraan dirinya dengan Dirga sudah selesai, terlebih lagi ini hampir malam dan pastinya Karina akan mencarinya. Sementara Devano belum bisa meluluhkan Karina dan pastinya takut jika Karina nanti keluar dari rumah karena tidak melihat keberadaannya di rumah.
"Ya memang niatan saya untuk mengatakan itu kepada bapak. Jujur saja saya tidak ingin kehilangan Karina, cukup Karina ya sudah menjalin hubungan dengan Rama dan bapak pasti tahu sendiri jika Rama dan Karina sudah putus, untuk itu saya juga menginginkan bapak meninggalkan Karina supaya saya bisa mengambil apa yang seharusnya saya miliki."
Dirga bukan hanya semata-mata terobsesi dengan Karina, ia memang sudah dekat dengan Karina sejak kecil dan mempunyai rasa lalu jatuh cinta kepada Karina, tetapi sayang sekali .. sejak kecil pula Karina tidak ada rasa sama sekali dengan Dirga dan menganggap Dirga seperti teman baiknya saja, bahkan Karina juga tidak tahu jika antara Dirga dan juga dirinya sudah dijodohkan.
Karina sendiri baru tahu dari mulut Dirga beberapa hari setelah pertemuan pertama dengan Dirga dan tentu saja Karina juga belum sempat untuk menanyakan semuanya ini kepada kedua orang tuanya, apakah yang dikatakan oleh Dirga itu memang benar jika dirinya dan Dirga sudah dijodohkan? atau hanya akal-akalan Dirga saja karena Karina juga melihat jika Dirga tertarik padanya.
Kembali lagi kedua pasang mata itu saling bertatapan dengan sangat tajam, keduanya saling mengisyaratkan kebencian bahkan mungkin saja permusuhan diantara keduanya mulai malam ini sudah ditegakkan.
__ADS_1
Sepertinya memang diantara Devano dengan Dirga tidak ada yang mau mengalah, kedua laki-laki itu tetap kekeh mempertahankan apa yang sudah menjadi miliknya begitu juga dengan Dirga, meskipun Karina belum menjadi miliknya sepenuhnya, tetapi dengan berbekal perjodohan yang sudah dilakukan oleh orang tuanya dan orang tua Karina, Dirga yakin jika pasti akan merebut Karina dari laki-laki siapapun juga termasuk Devano.
"Dan perlu kamu ingat!! saya katakan sekali lagi.. saya tidak akan melepaskan Karina meskipun kamu berpikir jika Karina tidak mencintai saya ... oh tetapi salah, kamu tidak tahu saja jika Karina sudah belajar mencintai saya, sayank dengan saya...bukti nya apa yang sudah dilakukan Karina kepada saya, dan tentu nya kamu juga tidak perlu tau... pastinya selama beberapa hari kami menikah tentu saja ada perubahan dari Karina terhadap saya dan tentunya saya adalah laki-laki pertama kali yang memberikan ciuman manis di bibir Karina dan saya adalah laki-laki yang pertama kali sudah melihat bahkan mencicipi lekukan tubuh Karina, oleh karena itu.. kamu sebaiknya mundur, lupakan saja tentang perjodohan konyol yang sudah ditetapkan sejak kecil karena Karina saat ini menjadi istri saya dan saya tidak akan pernah melepaskan Karina apapun masalahnya!!"
Sialan!!
Mendengar ucapan itu, Dirga kembali mengepalkan tangannya ... rasanya ia sudah tidak sabar untuk memberikan bogeman mentah di bibir Devano, karena dengan lancang membicarakan tentang Karina.. sementara ia yang berniat ke sini untuk memanas-manasi Devano dan memaksa Devano untuk menceraikan Karina, tetapi sayang sekali ... dirinya yang malah terbakar api cemburu dan juga amarah.
Sedangkan karina menggelengkan kepalanya, ia sama sekali tidak tahu jika yang dibicarakan Devano dan Dirga itu tidak lain dan tidak bukan adalah tentang diri nya. Karina sejati sudah yakin pasti ada sangkut pautnya kedatangan dan pertemuan Dirga malam dengan dirinya, tetapi tidak sampai seperti ini dan juga dengan beraninya Dirga mengatakan jika ia dan juga Dirga sudah dijodohkan saja kecil.
Karina juga jengkel dengan suaminya, yang mana Devano juga mengumbar sesuatu yang seharusnya tidak perlu diceritakan kepada siapapun juga.
Apa-apaan ini?
Karina semakin pusing saja melihat kelakuan kedua laki-laki itu, antara Dirga dan Devano..keduanya pasti terlihat adu mulut meskipun tidak sampai terjadi baku hantam, tetapi Karina yakin jika mereka berdua dibiarkan akan terjadi kerusuhan di cafe ini, namun Karina sendiri juga enggan untuk menghampiri kedua laki-laki itu yang mana ia masih asik melihat dan juga mendengar apa yang dibicarakan oleh Dirga dan juga Devano.
__ADS_1