
"Aku kesiangan!!"
Devano yang mulai membuka matanya karena mendengar suara ponselnya yang berbunyi tentu saja ia langsung kaget ketika meraih ponselnya dan melihat siapa yang menelponnya, bukan hanya melihat panggilan telepon saja tetapi Devano juga melihat ke arah jam dan dipastikan jika pagi ini sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi dan tentunya Devano akan telat berangkat ke sekolah jika ia tidak buru-buru untuk segera bangun dan ke kamar mandi.
Laki-laki itu dengan cepat menyadarkan dirinya, membuka matanya lebar-lebar kemudian mengangkat telepon dari asisten pribadinya itu dengan sesekali matanya melihat ke segala arah dipastikan Devano mencari sosok istrinya di mana Karina yang tidak ada di kamarnya itu.
Untung saja ia ditelepon oleh asisten pribadinya kalau tidak Devano pastinya tidak akan bisa ke sekolah dan mengajar di jam pelajaran pertama hingga akhirnya Devano yang sudah selesai menelpon langsung saja bergegas ke kamar mandi meskipun ia sedikit penasaran dengan keberadaan Karina tetapi niat itu diurungkan sebentar karena tidak keburu hanya untuk memikirkan ke mana Karina.
Beberapa menit berlalu, Devano sudah rapi dengan setelan pakaian formal yang digunakan khusus untuk mengajar hari ini, laki-laki itu menggelengkan kepalanya mengingat tidak ada Karina di sini dan juga tas sekolah Karina, Devano jadi yakin jika Karina memang sengaja meninggalkannya dan buru-buru pergi ke sekolah.
"Di mana Karina sekarang?"
Dengan cepat Devano menelpon anak buahnya yang ditugaskan untuk berjaga-jaga di sekitar sini dan juga di sekitar rumahnya, memang Devano sengaja mencari orang khusus untuk mengawal Karina bukan hanya mengawal Karina saja tetapi Untuk menginformasikan keberadaan istrinya mengingat kemarin Devano sudah kecolongan karena Karina yang tidak berangkat ke sekolah malam bertemu dengan Rama dan menghabiskan waktu dengan laki-laki itu, Devano tentu nya tidak mau jika itu terulang lagi bukan hanya karena status Karina yang sudah menjadi istrinya tetapi kalau dibiarkan karena bisa-bisa tidak naik kelas dan nilainya semakin hancur jika terus-terusan membolos.
"Nona Karina pagi tadi pergi ke rumah Tuan besar setelah itu buru-buru untuk ke sekolah, dan saat ini Nona Karina sudah dalam perjalanan menuju ke sekolahan tuan muda."
__ADS_1
Devano bisa bernafas lega meskipun ia kesal dengan istrinya yang mana tidak membangunkannya setelah semalaman di barat dibuat jengkel juga dengan Karina yang sudah membiarkannya tidur di sofa tanpa memindahkan ke kasur eh pagi ini ditambah lagi karena sepertinya memang sengaja untuk tidak membangunkan Devano supaya Devano tidak jadi mengajar.
Laki-laki itu buru-buru keluar dari kamar kemudian menyapa sebentar asisten rumah tangga yang sedang menyiapkan sarapannya entah sarapan untuk siapa yang jelas Devano sendiri tidak bisa sarapan di sini selain tidak adanya Karina waktunya juga tidak tepat sudah dapat untuk menuju ke sekolahan.
"Awas kamu Karina, akan ku buat kamu menyesal dengan melakukan semuanya ini!"
Sepertinya memang istri kecilnya itu perlu dibeli pelajaran karena jika dibiarkan seperti ini Karina akan semakin melonjak dan tidak menghargai dirinya sebagai seorang suami padahal Apa yang dilakukan oleh Devano itu memang harus dilakukan yang nyatanya karena sudah menjadi istrinya berarti hubungan terlarangnya dengan laki-laki lain harus segera diakhiri meskipun Devano tahu dirinyalah yang menjadi orang ketiga di antara hubungan karena dengan Rama tetapi status pernikahan yang bukan permainan membuat Devano sedikit-sedikit lebih unggul dari kedudukan ramai yang hanya sebatas pacar saja.
Sedangkan di tempat lain, Karina sudah sampai di sekolahan, perempuan cantik itu mengedarkan pandangan matanya ke segala arah tentu saja mencari keberadaan mobil Rama yang ada di parkiran.
Gadis cantik itu keluar dari mobil dan langsung bergegas menuju ke kelas Rama tentu saja ia ingin menemui Rama pagi ini dan meminta penjelasannya ia juga ingin tahu bagaimana sikap Rama setelah Devano mengatakan semuanya
Tetapi sayang sekali ketika Karina sudah sampai di depan kelas Rama, ternyata guru di kelas Rama sudah mengajar namun ia bisa melihat wajah Rama yang saat ini melihat ke arahnya meskipun Karina sadar jika pandangan matanya sudah tidak seperti yang kemarin namun ia sedikit lega Rama masih bisa tersenyum dan menatap manis ke arahnya.
Sial !! mengapa guru killer itu sudah masuk ke kelas... Aku jadi tidak bisa ngobrol dengan Rama.
__ADS_1
Iya kelas Rama ada jam tambahan pelajaran tentu saja kelas Rama itu adalah kelas unggulan di mana memang semua murid di dalam kelas itu memiliki kemampuan di atas rata-rata hingga kelas Rama ada jam tambahan pelajaran tentu saja kelas Rama itu adalah kelas unggulan di mana memang semua murid di dalam kelas itu memiliki kemampuan di atas rata-rata hingga dari pihak guru memberikan satu jam tambahan sebelum bel masuk berbunyi.
Hingga akhirnya Karina pergi dari depan kelas Rama dan kembali ke kelasnya ia pun mengurungkan niat nya itu untuk beebicara dengan Rama nanti dan harus menunggu nanti saat istirahat
Ting
Karina baru saja duduk di bangkunya tetapi sebuah pesan masuk membuat Karina langsung saja mengambil ponselnya.
[Nanti istirahat saja ketemu di tempat biasa ya. Maaf ada kelas tambahan dan aku lupa ngabarin kamu]
Karina membaca pesan yang dikirimkan oleh Rama tetapi di dalam hati kecilnya ia sedih membaca kalimat dikirimkan oleh Rama itu dan sepertinya itu tidak biasa karena biasanya Rama selalu memanggilnya yang dan menulis kata-kata yang mesra dengan dirinya tetapi pagi ini berbeda, apakah memang benar jika Rama sudah berubah hanya gara-gara ucapan dari Pak Devano dan pertemuan nanti siang adalah pertemuan terakhir mereka menjalani status hubungan sebagai kekasih.
Tidak mau basa-basi Karina langsung saja membalas pesan yang dikirimkan oleh Rama itu dengan jelas, singkat dan padat. Ia juga tidak mungkin memaksa Rama untuk keluar dari kelasnya dan juga tidak mungkin memaksakan hubungan ini di mana memang Rama tidak terima dengan apa yang sudah dilakukan dirinya bersama dengan Devano beberapa hari yang lalu.
Padahal jauh di dalam lubuk hati Karina masih ingin bersama dengan ramay tetapi securil hatinya ada rasa nyaman jika di dekat dengan Devano, sungguh membuat Karina menjadi bingung dengan keadaan seperti ini. Dan memang tidak lah mudah jika melepaskan Rama, laki-laki yang sudah bersamanya hampir 2 tahun ini dan menjalin hubungan baru lagi dengan laki-laki yang sama sekali tidak Karina kenal dan menikah hanya karena sebuah kesalah pahaman saja.
__ADS_1