Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Menagih Janji


__ADS_3

"Tuan, Ada yang ingin bertemu dengan Tuan."


Ucap sekretaris Papa Raharja, di mana saat ini Papa Raharja masih berkutat dengan pekerjaan nya di kantor.


"Siapa? bukankah aku sudah bilang aku tidak mau diganggu, dan aku harus menyelesaikan pekerjaanku."


Akhir akhir ini memang Papah Raharja sedikit sibuk, yang mana memang mengharuskan untuk pulanh agak malam supaya pekerjaannya cepat selesai.


"Mau menolak kunjunganku atau kamu tidak kangen denganku?"


Seketika Papa Raharja mendongakkan wajahnya, beliau langsung saja meletakkan pulpennya di atas meja kemudian melihat siapa yang ada di ruangan ini yang mana memang tidak ada hujan dan tidak ada angin tidak pula mengetuk pintu tiba tiba teman lamanya itu datang ke kantornya.


"Putra.. bagaimana kamu bisa datang ke sini?"


Tentu saja Papa Raharja kaget dengan kedatangan Putra Mandala yang merupakan teman lamanya yang beberapa tahun ini tinggal di luar negeri di mana memang mereka jarang sekali berkomunikasi, tetapi ini merupakan kejutan bagi Papah Raharja karena ia yang sudah merindukan teman lamanya itu tiba-tiba hadir di sini.


"Bisa saja, kamu sudah lihat sendiri aku datang ke sini bagaimana kabarmu?"


Mereka berdua langsung berpelukan ala laki-laki kemudian meminta Papa Putra untuk duduk di sofa di mana memang paypa Raharja ingin ngobrol-ngobrol banyak dengan temannya itu.


"Aku baik, kamu bisa lihat sendiri kan aku baik-baik saja lalu bagaimana kabarmu dan keluarga kamu?"


"Semua baik-baik saja dan tentu saja Dirga sudah merindukan putri cantikmu, oh ya bagaimana kabarnya Karina, pasti dia sudah semakin cantik saja?"


"Ya seperti itulah meskipun Karina tumbuh sangat cantik tapi aku khawatir dengan dia, karena anak itu masih tetap seperti yang dulu, tidak pernah berubah.. suka bolos dan suka keluyuran kemana-mana dan pastinya aku sendiri tidak tahu bagaimana caranya untuk melarang Karina dan menasehati Karina supaya tidak terjerumus dengan pergaulan bebas saat ini."

__ADS_1


Sepertinya Papa Raharja lupa jika Karina saat ini sudah bersuami dan pastinya suami Karina itu bisa menjaga Karina dari pergaulan bebas dan teman-temannya, yang entahlah itu memang membuat Karina menjadi anak bandel atau tidak.


"Bagaimana kalau kita nikahkan Karina dengan Dirga? di mana kamu masih mengingat tentang perjodohan yang akan kita lakukan terhadap anak-anak kita?"


Deg


Tentu saja Papah Raharja menatap ke arah Papa Putra, di mana Papah Raharja kaget dengan apa yang baru saja diucapkan oleh temannya itu....


"Kenapa? apa kamu lupa jika kita dulu sudah berencana akan menjodohkan anak-anak kita?"


Astaga bagaimana aku bisa melupakan tentang perjodohan itu, di mana memang Karina sejak kecil sudah aku jodohkan dengan putranya Putra, yang pastinya kedatangan Putra ke sini untuk meminta perjodohan itu segera dilakukan, apakah yang harus aku lakukan saat ini? Entah mengapa aku juga lupa jika Karina sudah menikah .. karena banyaknya pekerjaan di kantor membuat aku menjadi pikun mendadak...


"Bukannya aku lupa tetapi ada sesuatu yang memang harus aku ceritakan kepada kamu dan pastinya aku minta maaf sebelumnya."


"Kenapa? apa Karina sudah mempunyai pacar?"


Tanya Papa Putra tiba-tiba karena Papa Raharja sudah meminta maaf kepada nya terlebih dahulu, beliau pikir jika Karina sudah mempunyai pacar dan tidak akan meneruskan perjodohan ini.


"Jika memang Karina sudah mempunyai pacar tidak masalah, kamu bisa meminta Karina memutuskan pacarnya itu dan mengatakan kepada Karina jika Karina sudah dijodohkan dengan Dirga pastinya aku yakin jika Karina mau mengerti."


Belum ada jawaban dari Papa Raharja, tetapi tiba-tiba Papa Putra memberikan saran seperti itu, tidak tahu saja jika Karina bukan hanya sudah mempunyai pacar tetapi juga sudah mempunyai suami.


Namun apa yang diucapkan oleh Papa Putra itu memang benar jika Karina saat ini masih mempunyai pacar dan belum memutuskan Rama meskipun Karina sudah menikah dengan Devano.


"Minumlah dulu, nanti kita bicarakan lagi atau sebaiknya kita pergi ke cafe saja sekalian makan siang."

__ADS_1


Sepertinya tidak enak jika membicarakan hal pribadi dan penting ini di kantor dan Papah Raharja meminta untuk Papa putrya pergi ke cafe sekalian makan siang dan membicarakan tentang apa yang sudah terjadi antara Karina dengan Devano.


"Baiklah sepertinya pembicaraan nya sangat serius."


Tentu saja sangat serius di mana memang Papa Raharja baru mengingat jika ia sudah menjodohkan Karina dengan Dirga yang mana perjodohan itu tidak akan pernah berhasil karena Karina sudah menikah dengan Devano dan tentu saja pernikahan itu tidak semata-mata karena Karina mencintai Devano tetapi karena sebuah insiden yang mengharuskan Karina menikah dengan Devano.


Tiga puluh menit kemudian kedua laki-laki paruh baya itu sudah sampai di sebuah cafe di mana memang tidak jauh dari kantor Papa Raharja.


"Makan siang dulu ya nanti aku ceritakan semuanya."


Meskipun sebenarnya Papa Putra penasaran dengan apa yang akan diceritakan oleh Papa Raharja tetapi laki-laki itu mengangguk karena memang ini waktunya makan siang dan tentunya perutnya harus diisi supaya ia bisa berpikir bagaimana caranya menikahkan Karina dengan Dirga secepatnya.


Makan siang pun sudah terhidang di atas meja dengan mereka yang sudah membeli menu makan siang masing-masing hingga keduanya sama-sama terdiam untuk menyantap makan siangnya itu.


"Untuk perjodohan Karina dengan Dirga, Maaf aku tidak bisa meneruskannya."


Ujar Papa Raharja setelah selesai makan siangnya dan sepertinya melihat Papa Putra juga sudah selesai menyantap makan siangnya.


Tidak enak untuk mengatakan ini tetapi mau dikata apalagi jika Karina memang sudah menikah dan pastinya pernikahan itu tidak main-main karena pernikahan Karina dan Devano sudah sah dimata hukum dan agama.


"Maksud kamu bagaimana, bukankah kita sepakat untuk menikahkan anak-anak kita?"


Papah Putra belum paham betul dengan apa yang diucapkan oleh Papah Raharja, di mana memang ia tidak mengira sama sekali jika Papah Raharja akan menolak perjodohan ini yang mana perjodohan itu sudah direncanakan dari dulu.


"Karina sudah menikah."

__ADS_1


__ADS_2