Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Menyesal


__ADS_3

Grepp


"Ah...setannnnn.."


Teriak Karina yang mana ia kaget ketika tiba-tiba membuka pintu kamar dan ada yang memeluknya dari belakang dan tentunya Karina belum sadar jika yang memeluk nya itu adalah suami nya sendiri.


"Berani ya ngatain suami kamu dengan setan, apa mau dihukum?"


"Eh...."


Mendengar suara Devano karena mendadak menjadi nyeri sendiri terus lagi di mana berbisik di telinganya yang membuat bulu kuduk Karina menjadi meremang seketika.


Pasalnya Karina yang baru membuka pintu dan melihat di sekeliling kamar di sana tidak menemukan adonan di palu karena pikir laki-laki itu sedang di kamar mandi atau telepon tetapi mau tiba-tiba ada seseorang yang kelompoknya dari belakang dan pastinya Karina kaget sekali dan mengira itu adalah setan.


"Bagaimana sayank, mau dihukum pakai apa? berapa ronde? Sekarang atau nanti malam saja? lagi pula kenapa kamu tidak pulang lebih dulu daripada aku padahal aku sudah sejak lama berada di sini loh Kamu ke mana aja jangan-jangan kamu pergi dengan laki-laki lain?"

__ADS_1


Tentunya saat ini posisi Devano membalikkan tubuh Karina menghadapnya yang posisinya tangan Devano masih melingkar di pinggang Karina tanpa dilepaskan sama sekali.


Devano juga menatap wajah cantik Karina, yang saat ini Karina malah memalingkan wajahnya, entah apa aja Devano itu yang tidak tamah hingga karena tidak mau menatapnya atau Karina takut jika terpesona dengan dirinya,atau jangan jangan saling terpesona nya Karina pad Devano, tidak mau mengakui jika Karina sebenarnya mencintainya.


"Tidak usah aku jelaskan yang pastinya kamu sudah tahu aku perginya ke mana?"


Percuma saja Karina menjelaskan secara detail ke mana dirinya hingga pulang jam segini yang pastinya tanpa karena beritahu juga mau sekedarnya karena itu ke mana karena yakin anak buah Devano pastinya masih berada di sekitar Karina, dan memata-matai Karina hingga akhirnya memberikan informasi tentang dirinya kepada Devano.


Devano tersenyum, kemudian ia menatap kembali menatap wajah cantik Karina, lalu mencium harum tubuh Karina yang berbeda, yang benar-benar membuat Devano memecahkan matanya menghirup sedalam-dalamnya aroma wangi yang menyerah di hidungnya itu sungguh Karina sore ini tampak tidak seperti biasanya bahkan mungkin saja setiap hari Devano sudah memandang lebih ke arah Karina yang cantik tetapi ini jauh dari biasanya.


Mampus aku tatapan tajam Pak Devano begituĀ  menusuk dan pastinya aku takut jika sore-sore begini dia akan menerkamku, lagi pula kenapa aku juga ke salon tadi dan melakukan terapi terapi yang dianjurkan oleh mbak-mbak tadi....


"Mas ingin..."


Bisik Devano di telinga Karina, ia memang sudah sejak tadi menginginkan lebih dari istrinya itu di mana semakin lama memandang wajah cantik Karina dan mencium aroma tubuh Karin yang membuat Devano menjadikan merasa sesuatu membuat sesuatu dibawa sana mulai berubah bentuk dan ukuran dan Devano tahu itu pastinya ular pitonnya sudah bereaksi dan ingin menangkap kembali karena.

__ADS_1


Percuma saja, Karina menggelengkan kepalanya dan berontak manakala posisi tangan Devano saat ini masih melingkar di pinggang Karina dan tentu saja setelah Devano membisikkan kata-kata keramat, laki-laki itu langsung saja mencium bibir Karina dan membawa Karina ke atas ranjang yang pastinya karena saat ini sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi apa setelah diperlakukan Devano seperti itu yang nyatanya memang dari kemarin Devano sudah memiliki tubuhnya.


Cup


"I love you sayank, aku benar-benar sangat mencintai kamu dan berharap cintaku itu akan terbalaskan.. dan aku senang sekali besok ke salon lagi ya Aku bener-bener candu dengan tubuh kamu."


Aruna melototkan matanya berubah memang benar ia salah telah melakukan berbagai macam rutinitas di salon yang pastinya ia kapok dan tidak mau lagi ke salon dengan seperti itu yang ada bukannya rileks dan bisa mengistirahatkan tubuhnya sebentar tetapi suaminya malahan terus menggempur nah alhasil tubuhnya yang tadi sempat baik-baik saja dan merasa enakan setelah keluar dari salon, tetapi saat ini kembali remuk redam lagi.


Ya setelah 1 jam Devano memangsa istrinya laki-laki itu memberikan kecupan di kening Karina dan menyelimuti Karina membiarkan istrinya yaitu istirahat sementara Devano sendiri langsung saja beranjak dari atas ranjang ia harus menyelesaikan beberapa pekerjaan yang baru saja dikirimkan oleh asisten pribadinya.


Sebenarnya Devano masih ingin memeluk tubuh Karina dan menemani Karina tidur tetapi rupanya pekerjaan yang membuat dirinya terdesak untuk segera menuntaskan semua pekerjaan itu Devano memang sebenarnya tidak mau mencampuradukkan antara pekerjaan dan kehidupannya di rumah tetapi mau gimana lagi daripada Devano harus lembur di kantor dan tidak melihat istrinya di rumah, lebih baik Devano membawa pekerjaan itu di rumah, lagi pola pekerjaan itu hanya sedikit dan sebentar saja dan ia bisa memandang wajah cantik Karina dan juga dengan memandang wajah cantik Karina semua pekerjaan yang sulit itu terasa ringan karena Karina adalah obat dari segala masalah yang dialami oleh Devano.


Karina hanya memandang punggung suaminya yang saat ini sudah masuk ke dalam kamar mandi dan seperti ini perempuan cantik itu juga enggan untuk mandi lebih memilih untuk menajamkan matamu selalu dalam karimah muda dan memang tidak benar untuk mandi sore ini.


Di dalam kamar mandi, Devano tersenyum penampakan menangan rasanya tidak sia-sia ia memperbolehkan istrinya itu keluar tadi setelah pulang sekolah yang nyatanya memang Karina benar benar jalan-jalan bersama dengan Sintia tidak dengan Rama ataupun yang lainnya.

__ADS_1


Dan Karina malahan masuk ke dalam salon memberikan kenyaman dalam tubuhnya dengan treatment yang begitu menghadirkan candu hingga saat ini Devano yang sudah seharian berkeluh dengan pekerjaan nyatanya tubuhnya kembali stabil tubuhnya benar-benar rileks dan juga segar kembali karena sudah memangsa istri.


Devano yang sudah menyelesaikan mandinya keluar dari kamar mandi laki-laki itu menatap ke arah ranjang yang ternyata istrinya masih berada di atas ranjang sedangkan ini sudah menunjukkan pukul lima sore dan sebentar lagi akan maghrib, Devano tidak akan membiarkan istrinya untuk tidur terlebih lagi. Karina juga belum membersihkan dirinya ya setidaknya membersihkan dirinya di kamar mandi walaupun Karina tidak mau mandi tetapi tidak mungkin juga pastinya perempuan cantik itu akan memanjakan tubuhnya di dalam kamar mandi dengan berendam.


__ADS_2