
"Pak, saya mau bertemu dengan Rama.."
Ucap Devano kepada Pak satpam yang ada di depan rumah Rama, yang saat ini Devano sudah berada di depan rumah mewah itu, tentu saja ia tidak ingin membuang waktunya untuk berlama-lama bertemu dengan Rama, karena Devano sebenarnya ingin mengetahui apa saja yang dikatakan oleh Karina kepada Rama sehingga nanti Devano bisa menyimpulkan semuanya.
"Silahkan masuk Pak, Mas Rama nya ada di dalam, saya panggilkan sebentar."
Pak satpam itu dengan cepat membuka pintu gerbangnya kemudian meminta Devano untuk masuk ke dalam dan tentunya Pak satpam itu juga masuk untuk memberitahukan kepada asisten rumah tangga yang berada di dalam rumah Rama, jika ada yang mencari Rama.
Devano kini sudah duduk di ruang tamu, tentu saja sebenarnya ia tidak ingin berbicara dengan Rama di sini karena ini bersifat pribadi, rasanya tidak etis jika seorang guru membicarakan masalah pribadi di rumah dan tentu saja lebih baik jika nanti meminta Rama untuk keluar dari rumah ini dan bisa ngobrol-ngobrol di tempat lain.
Di dalam kamar, Rama yang mendengar ketukan pintu langsung saja menyaut, laki-laki itu juga segera membuka pintu manakala asisten rumah tangganya yang berada di luar, pastinya ada sesuatu hingga bibik itu menemuinya.
"Ada apa Bik? aku masih kenyang, makan siangnya nanti saja."
Ucap Rama kepada bibik asisten rumah tangga itu, bukan sekedar bertanya tetapi Rama juga menyatakan jika dirinya masih kenyang, tidak ingin makan siang dulu.
Bukan karena terlalu pede, tetapi memang kebiasaan bibik itu jika melihat Rama sudah pulang, pastinya meminta Rama untuk makan terlebih dahulu, itulah yang diperintahkan oleh Mamanya Rama demi menjaga kesehatan Rama tentunya.
"Ada yang ingin bertemu dengan Mas Rama di bawah?"
"Ada yang bertemu dengan aku, siapa?"
__ADS_1
Ujar Rama bingung, kenapa siang-siang begini ada yang ingin bertemu, kalau teman-temannya sepertinya tidak mungkin karena ini belum waktunya pulang sekolah dan Rama juga tidak membuat janji dengan orang-orang yang mengurusi bisnisnya itu dan pastinya Rama penasaran siapa yang ingin menemuinya apalagi bertemu di rumah.
"Pak Devano, Mas."
Jawab bibik itu yang memang sebelum bibik naik ke atas untuk memanggil Rama, Devano sudah memberitahukan jika dirinya menyebutkan namanya tentu saja Devano tahu adab sopan santun dan tata cara untuk berkunjung ke rumah orang, sebelum ditanya lebih dulu Devano memperkenalkan dirinya.
"Pak Devano, ada apa?" gumam Rama yang masih tidak menyangka jika guru sekaligus saingannya itu berada di rumah ini, untuk apa sebenarnya?
Sepertinya Rama benar-benar dasar penasaran, padahal beberapa menit yang lalu Devano meneleponnya dan juga dirinya memberikan pesan kepada Devano tetapi mengapa malah Devano sekarang sudah berada di rumahnya.
Rama menganggukkan kepalanya, ia meminta bibik untuk menyiapkan minuman dan juga cemilan sembari menunggu dirinya yang berganti pakaian terlebih dahulu.
"Pak Devano?"
Seru Rama ketika ia sudah dibawah dan berada di depan laki-laki itu, Rama juga segera menyapa Devano yang tentu saja masih penasaran Ada apa gerangan mengapa tiba-tiba datang ke sini.
Devano mendongakkan wajahnya, kemudian ia menganggukkan kepalanya seraya tersenyum memberikan isyarat jika ingin mengatakan sesuatu kepada Rama hingga akhirnya Rama pun langsung duduk di depan Devano.
"Saya ingin ngobrol-ngobrol sama kamu, bisa kita bicara di luar saja?"
Devano pun tahu jika sepertinya di rumah ini tidak etis untuk ngobrol masalah pribadi ia dengan segera mengajak Rama untuk keluar rumah, pastinya menuju ke sebuah tempat di mana nyaman untuk melakukan sebuah obrolan karena ini penting bagi Devano.
__ADS_1
"Bicara di cafe dekat sini saja."
Rama segera meninggalkan Devano, laki-laki itu mengambil kunci mobilnya tentu saja tidak mungkin jaga dirinya pergi bersama dengan Devano satu mobil.
Setelah mengambil kunci mobil, laki-laki itu bergegas untuk turun kembali, kemudian mengatakan kepada Devano untuk mengikutinya dari belakang karena kafe yang ditunjuk oleh Rama itu tidak jauh dari rumahnya dan pastinya Rama tau jika Devano tidak tau tentang cafe yang disebut kan nya tadi.
Devano mengangguk saja meskipun cafe itu tidak jauh dari rumah Rama tetapi Devano tidak tahu jika ada cafe di dekat sini pastinya Devano sibuk sehingga ia tidak tahu menau tentang cafe itu.
Hingga akhirnya mereka berdua sudah sampai di cafe di mana memang tidak jauh dari rumah Rama dan ramay segera menuju ke tempat yang memang enak untuk ngobrol, dan tentu nya Rama tau jika Devano ingin ngobrol masalah pribadi yang pastinya tidak ada orang yang mendengar apa yang akan mereka berdua obrolkan.
"Langsung saja, kamu tadi pergi dengan istriku? kamu sudah tahu kan kalau Karina itu tidak sendiri lagi?"
Sepertinya Devano tidak mau berlama-lama untuk bertanya kepada Rama yang pastinya ia sedikit geram dan juga cemburu ketika berhadapan dengan Rama.
"Iya, saya pergi dengan Karina, dan Karina senang bersama dengan saya, memang ada masalah? yang pastinya apapun yang bapak katakan, Saya tidak akan pernah memutuskan Karina, saya tahu jika Karina tidak mencintai bapak dan dan Karina hanya mencintai saya."
Kurang ajar!! Rupanya anak ini mau main-main dengan aku, oke aku yakin jika dia belum tahu apa yang sebenarnya terjadi, makanya bisa berkata seperti itu. Oke kalau itu memang mau kamu, aku akan memberitahukan segala sesuatunya pastinya setelah ini kamu juga berpikir apakah akan mempertahankan Karina atau tidak.
"Apa saja yang sudah Karina ceritakan pada kamu, pastinya Karina hanya menceritakan setengahnya saja, tidak semuanya?"
Rama mendongakkan wajahnya, tentu saja ia tidak tahu apa yang dimaksud oleh Devano itu yang mana mengapa mengatakan seperti itu padahal ia yakin sekali jika karena sudah berkata jujur padanya.
__ADS_1