Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Maksudnya Apa Apaan?


__ADS_3

"Ahhhh.....sialan!!"


Karina menjerit dan juga berteriak, tentu saja setelah ia melihat keadaan tubuhnya di depan cermin banyaknya tanda cinta yang melekat di leher jenjang Karina dan juga dadanya.


Karina sendiri sejak tadi tidak sadar jika apa yang dilakukan oleh Devano itu membekas, seingat Karina.. Devano memang mencium dan menghisap di bagian leher dan juga dadanya tetapi ia tidak tahu jika itu akan menimbulkan bekas yang pastinya sulit dihilangi.


Tentu saja jam sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi, jika ia terus berkutat dengan dirinya dan juga penampilannya tanpa berpikir bagaimana caranya supaya menghilangkan bekas itu maka Karina akan terlambat, ia yang masih berdiri di cermin dengan handuk yang melingkar di atas dadanya membuat Karina menjadi pusing sendiri, bagaimana caranya untuk menghilangkan bekas itu.


Sementara Karina sendiri belum berpengalaman tentang ini semua karena ini pertama kali ia lakukan.


Karina dengan cepat mengambil kotak make up nya, ia mencari sesuatu supaya bisa menutupi bekas bekas his@pan dari Devano dan tentu saja ia menemukan foundation dan berharap ini semua bisa ditutupi dengan apa yang sudah dilakukan oleh Devano.


"Awas nanti kamu akan aku balas!!"


Jelas Karina yang marah dan dendam dengan Devano, meskipun ia tadi hanya diam saja, dan Devano berhak  atas tubuhnya tetapi tidak di sini, terlebih lagi ini terlihat sekali jika tidak ditutupi yang membuat Karina nanti akan menjadi bahan omongan teman-temannya di sekolah yang pastinya Karina yang notabene adalah siswi baik-baik tidak mungkin melakukan seperti itu terlebih lagi ia yang sudah putus dengan Rama pastinya semua orang yang curiga Karina melakukan itu semua dengan laki-laki lain bukan dengan Rama ataupun Devano.


Ceklek 


Karina menoleh ke arah pintu di mana pintu saat ini dibuka dan ia yakin jika Devano yang masuk ke dalam kamarnya, beruntung sekali karena Karina sudah selesai berpakaian dan saat ini sudah rapi siap untuk berangkat ke sekolah.

__ADS_1


Sedangkan Devano yang juga sudah selesai mandi dan berganti pakaiannya, laki-laki itu tersenyum ke arah istrinya .. moodnya menjadi baik pagi-pagi ini sudah mendapatkan semangat 45 dari sentuhan-sentuhan yang diberikan Karina tadi, meskipun belum seberapa tetapi segitu saja sudah membuat Devano melayang-layang bahkan candu dengan tubuh Karina dan ingin segera menikmati tubuh indah itu.


"Berangkatnya bareng aku saja."


Tentunya Devano tersenyum, ia mendekati istrinya saat ini yang masih di depan cermin. Devano pasti tahu apa yang membuat Karina menjadi seperti itu yang nyata-nyatanya adalah ia sendiri yang pagi-pagi bermain dengan leher jenjang dan juga dada Karina tetapi Devano tidak melihat bekas tanda cinta yang ia sematkan tadi pagi namun Devano juga berpikir pastinya Karina sudah menutupinya, padahal jika Karina tidak menyadari dan tidak menutupinya, Devano juga senang berarti ia bisa memamerkan Maha karyanya itu kepada semua orang, tidak perlu malu atau takut juga nanti semuanya akan tahu jika Karina adalah istrinya.


"Tidak bisa, nanti kalau yang lain lihat gimana? kita pakai mobil sendiri saja.."


"Bawa mobil sendiri-sendiri saja? kamu lupa mobil kamu berada di mana dan pastinya tidak usah takut dengan yang lainnya, toh kamu sudah sah menjadi istriku, jika nanti memang sekolahnya heboh kita tinggal memberitahukan saja kalau kita sudah menikah, gampang bukan!!"


"Ckk...."


Lagi pula Karina juga sadar kalau mobil nya entah berada di mana, ia jelas semalam dirinya bersama dengan Sintia dan tidak memakai mobilnya dan tentunya ini merupakan kemenangan buat Devano, yang Karina mau tidak mau harus berangkat bersama dengan suaminya, entah nanti apa yang harus dikatakan oleh Karina setibanya di sekolahan, itu pikir nanti saja.


Karina meninggalkan suaminya, percuma berada di dalam kamar yang nyatanya Devano masih mempersiapkan apa saja yang mau dibawa ke sekolah pagi ini.


Gadis cantik itu meninggalkan Devano begitu saja tanpa menunggu suaminya dan juga tanpa merapikan pakaian suaminya, yang entahlah karena cuek atau memang ia malu melihat Devano karena sudah melakukan sesuatu pada tubuhnya tadi pagi.


Setelah sarapan dan juga berpamitan kepada kedua mertuanya Karina bergegas untuk keluar, kemudian disusul oleh Devano yang saat ini berlari mengejar Karina. Devano takut jika istrinya malahan memesan taksi dan tidak pergi bareng dengan dirinya.

__ADS_1


"Tunggu sayank, jalannya cepat banget. Aku kira kita tidak akan terlambat ke sekolah, terus juga jika terlambat kamu pasti akan diperbolehkan masuk karena ada aku yang juga masuk ke sekolah dan pastinya jam pertama adalah pelajaran aku, suami kamu sendiri."


Ya Devano ketar ketik jika istrinya memang tidak mau berangkat dengannya, terlebih lagi Devano takut jika Karina bolos sekolah lagi dan janjian dengan Rama. Ia tidak mau nilai Karina semakin hancur apalagi malahan pergi berpacaran dengan mantan pacarnya.


Dengan cepat Devano mendahului Karina, dan langsung saja membuka pintu mobil, ia sedikit lega yang mana Karina saat ini langsung saja masuk ke dalam tanpa banyak drama.


Melihat Karina yang semakin manis saja Devano segera masuk ke dalam mobil, ia juga langsung melajukan mobilnya tanpa basa basi lagi karena ia tahu pasti istrinya tidak mau jika nantinya banyak teman-temannya yang akan melihat kebersamaan mereka meskipun sebenarnya Devano ingin kalau  memperlihatkan kepada semua orang jika Karina adalah istrinya tetapi rasanya mungkin ini belum saatnya, apalagi Karina yang baru saja putus dari Rama yang itu membuat dirinya pasti menjadi orang ketika dan akan dibenci oleh semua orang.


"Kenapa manyun? jangan-jangan kamu tadi masih kesal sama aku karena aku tidak melakukan yang lebih lagi?"


Sepertinya pagi-pagi ini menggoda Karina menarik juga dan dilakukan oleh Devano dengan senang, terlebih lagi melihat ekspresi wajah Karina yang manyun, membuat ia gemes dan ingin sekali lagi mencicipi bibir istrinya itu.


"Jangan harap aku akan memberikannya!!"


"Kamu tidak akan memberikannya? kalau aku paksa bagaimana? padahal kamu sendiri juga sudah nyaman dengan sentuhan sentuhan yang aku berikan bahkan suara-suara kamu itu sudah menunjukkan jika kamu juga sudah berh@srat dengan aku tetapi sayang sekali bukannya aku tidak mau menyentuh kamu atau kita melakukan sesuatu yang belum pernah kita lakukan namun waktunya yang tidak tepat, aku takut jika nanti hanya melakukan satu kali saja dan itu membuat kamu tidak puas."


Maksudnya apa-apaan!! dasar dia gila!!


Tidak menanggapi apa yang diucapkan oleh Devano Karina memilih untuk memalingkan wajahnya meskipun memang benar tadi ia berharap lebih dengan sentuhan-sentuhan Devano yang sudah memabukkan dan membuat Karina lupa dengan apa yang sudah ia lakukan dengan suaminya itu.

__ADS_1


__ADS_2