Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Kesal


__ADS_3

"Shttttt..... Kenapa harus aku, Papa? bukan tugas aku hanya mengurus sekolah saja, kenapa harus juga ditugaskan ke luar kota?"


Sore harinya pas Devano pulang dari sekolah, sudah ditunggu oleh Papa Tomi, yang mana beliau ingin membicarakan sesuatu kepada Devano dan tentu saja itu membuat Devano kaget dan ingin menolak keputusan dari Papahnya.


"Kalau tidak kamu siapa lagi Van? papa cuma punya kamu dan tentu saja kalau Papa bisa lakukan Papa besok bisa melakukannya sendiri, tetapi sayang sekali undangan dari klien Papa yang ada di Inggris membuat Papah tidak bisa mengunjungi proyek yang berada di Bandung dan tentu saja Papa minta kamu untuk ke sana, hanya 3 hari saja Van.. bahkan bisa saja lebih cepat dari 3 hari jika memang kondisi di sana sudah baik-baik saja."


Devano mendengus kesal, rupanya kepulangan Papah Tomi lebih cepat daripada biasanya hanya ingin membicarakan masalah ini yang mana Papa Tomi meminta supaya Devano besok mengunjungi proyek yang baru saja akan dibuka bulan depan, karena ada sedikit kendala di sana dan tentu saja Papa Tomi tidak bisa berada di bandung karena bertepatan pula besok ada pertemuan dengan klien penting di Inggris.


Devano bingung, di satu sisi ia tidak mungkin membantah apa yang diperintahkan oleh Papahnya tetapi di sisi lain rencana yang sudah ia susun bersama Jimmy berantakan, karena Devano berniat besok akan bertemu dengan Rama sekaligus membawa Karina, yang mana Devano akan mengatakan kepada Rama jika Karina adalah istrinya dan pastinya meminta kepada Rama untuk mundur dari hubungannya bersama dengan Karina dan mengikhlaskan Karina untuk bersama dengan dirinya, tetapi sayang sekali rencana tinggal rencana yang ada ia malahan pergi ke luar kota besok.


"Papa tahu, pasti kamu berat sekali meninggalkan Karina, papa tahu kamu dan Karina masih pengantin baru dan lagi hangat hangatnya tetapi sudah Papa minta untuk pergi ke Bandung, tapi mau gimana lagi proyek itu sangat penting dan Papa tidak bisa mewakilkan sembarang orang ke sana dan kamulah yang memang harus mengurusinya."


Mungkin papa Tomi berpikir jika Devano berat hati untuk pergi ke Bandung karena hubungannya dengan Karina yang lagi mesra-mesranya, mungkin juga Papa Tomi sudah berpikir jika Devano sudah berhasil menjebol gawang Karina dan membuat Devano candu dan tidak bisa berlama-lama untuk berjauhan dengan istrinya, tetapi semuanya salah padahal Devano hanya ingin merencanakan sesuatu dan tentunya akan menjadi masa depannya nanti.


"Ya sudah Pah, besok pagi aku akan ke Bandung."


Akhirnya mau tidak mau Devano menerima apa yang menjadi keputusan Papahnya meskipun itu dengan berat hati dan tentu saja ia akan memikirkan ulang bagaimana rencana kedepannya setelah ia pulang dari Bandung saja.

__ADS_1


"Kalau masalah Karina, kamu jangan khawatir ..Papah akan meminta Pak sopir untuk mengantar jemput Karina dan papa pastikan istri kamu aman."


"Tidak perlu Pah, Karina pasti tidak mau diantar jemput sama sopir, biarkanlah Karina memakai mobilnya sendiri."


Tidak mungkin Devano mengijinkan sopir untuk mengantar jemput Karina yang ada nanti malahan Pak supir itu tahu tentang apa yang dilakukan Karina di luar sana yang mana memang Devano merahasiakan jika karina masih berhubungan dengan kekasihnya.


"Bagaimana baiknya sajalah Van, kamu yang paling tahu soal istri kamu."


Setelah berbincang-bincang dengan Papa Tommy, akhirnya Devano memutuskan untuk pergi ke kamar yang mana Karina sudah berada di sana.


Ceklek.


Karina kaget ketika tiba-tiba ia keluar dari kamar mandi dan Devano masuk ke dalam kamarnya tentu saja seperti yang biasa dilakukan oleh Karina, gadis cantik itu hanya memakai handuk yang dililitkan sampai ke atas dadanya saja yang membuat Devano melototkan matanya melihat pemandangan indah yang ada di depannya saat ini.


Meskipun ini bukan pertama kali Devano melihat tubuh indah Karina, tetapi entah mengapa rasanya berbeda saat dulu sebelum sah menjadi suami Karina dan sekarang saat ia sudah sah menjadi suami Karina, rasanya benar-benar berbeda dan kali ini membuat Devano ingin merasakan tidak hanya sekedar untuk memberikan sentuhan-sentuhan tetapi merasakan hal yang lebih dengan itu.


"Kenapa? bukankah aku sudah melihat semuanya dan wajar saja bukan jika aku melihat tubuh kamu karena kamu adalah istriku, bahkan bukan hanya sekedarĀ  melihat saja, aku juga berhak untuk mendapatkan apa yang seharusnya aku dapatkan."

__ADS_1


Karina menggelengkan kepalanya, dan tentu saja benar apa yang diucapkan oleh Devano, yang mana pastinya Devano ingin meminta haknya . Karena setelah menikah dengan Devano, Karina sendiri belum memberikan apapun kepada Devano dan tentu saja Karina tidak akan segampang itu menyerahkan apa yang sudah ia jaga, terlebih lagi kepada laki-laki yang tidak dicintainya.


"Jangan mendekat Om, aku bisa saja berteriak!!"


"Teriak saja Karin, pastinya tidak ada yang mendengar teriakanmu. Apakah kamu lupa jika kamar ini kedap suara, yang pastinya tidak akan ada yang pernah mendengar apapun yang terjadi di sini lagi pula aku berhak atas tubuh kamu."


"Stop!!"


Karina berteriak, sembari tangannya menahan dada Devano yang mana saat ini sudah mendekat ke arahnya dan Karina juga belum siap jika Devano meminta haknya malam ini.


"Kenapa sayank, bukankah kita sudah pernah sama-sama saling melihat dan kamu juga pernah merasakan bagaimana lidahku menyapu dalam inti kamu? dan pastinya kamu merasakan sesuatu yang berbeda dan aku ingin mengulanginya lagi bahkan lebih dari itu?"


Memang awalnya Devano hanya sedikit menggoda Karina saja, bagaimana menggemaskan istrinya itu jika sedang digoda, diminta haknya.. tetapi lama kelamaan Devano berubah menjadi menginginkan istrinya, apalagi ia sudah ada rasa dengan Karina dan pastinya hanya itu satu-satunya untuk mendapatkan Karina dan Devano bertekad untuk menghamili Karina sehingga Karina tidak akan pernah lepas darinya apalagi meminta cerai darinya.


"Aku tidak mau Om, bukan kah sudah ada di surat perjanjian jika kita tidak boleh saling bersentuhan? apa Om lupa jika nanti setelah 2 tahun ini kita harus berpisah? dan aku juga tidak mencintai Om, yang aku cintai adalah Rama."


Seketika raut wajah Devano menjadi berubah ketika Karina mengingatkan tentang surat perjanjian itu di mana poin terpenting dari surat itu adalah setelah 2 tahun pernikahannya atau setelah Karina lulus sekolah maka mereka berdua akan berpisah dan Devano tidak menginginkan itu.

__ADS_1


"Coba saja kalau kamu bisa berpisah dariku!!"


Dengan sedikit emosi, Devano meninggalkan Karina.. padahal jarak antara dirinya dengan Karina sudah dekat dan Devano bisa dengan mudah mendapatkan tubuh Karina, karena Karina sudah mentok di tembok dan sepertinya tinggal satu tarikan saja handuk yang dipakai Karina itu terbuka tetapi karena Devano kesal dan juga emosi mendengar ucapan Karina, laki-laki itu memilih untuk mengurungkan niatnya dan meninggalkan Karina.


__ADS_2