
Merasa puas dengan apa yang sudah dikatakan Devano kepada Rama, laki-laki itu kini menghentikan mobilnya menuju ke rumah Karina, tentu saja setelah tidak mendapati istrinya berada di rumahnya,.Devano langsung saja berpikir jika Karina pulang ke rumahnya sendiri dan tentunya di mana tidak menunggu lama ataupun menanyakan lagi keberadaan Karina kepada anak buahnya yang mana memang pikirannya saat ini tertuju ke rumah mertuanya.
Sepanjang perjalanan, Devano tersenyum penuh kemenangan ia sudah yakin jika Rama pastinya akan berpisah dengan Karina dan tentunya jika itu terjadi maka Karina akan mencintainya, karena Devano yakin Karina sudah ada rasa padanya meskipun itu hanya sedikit.
Namun lama-lama cinta yang sedikit itu akan bertambah banyak seiring berjalan nya waktu, dengan perhatian dan juga kasih sayang yang diberikan oleh nya kepada Karina yang mana memang Devano tidak akan pernah meninggalkan Karina atau pun melepaskan Karina.
Hingga beberapa menit kemudian, Devano yang sudah sampai di depan gerbang rumah Karina dan di sana Pak satpam langsung saja membukakan pintunya karena tahu siapa yang datang berkunjung ke rumah ini.
Devano mengganggukan kepala nya dan juga tersenyum, ia langsung saja memarkirkan mobilnya di halaman rumah Karina, tentu saja tanpa bertanya lagi kepada satpam kalau istrinya ada di rumah itu, sudah pasti Devano yakin pasti Karina berada di sini.
__ADS_1
Laki-laki itu segera keluar dari mobilnya kemudian masuk ke dalam rumah tentu saja di dalam rumah disambut oleh asisten rumah tangga Karina yang saat ini sedang menyiapkan makan siangnya.
"Karina ada di kamarnya kan bik?"
Tanya Devano sekedar basa basi kepada asisten rumah tangga, yang mana ia tidak mungkin langsung masuk menyelonong begitu saja dan naik ke kamar Karina, tentu saja sebagai laki-laki yang bermoral dan juga berpendidikan tinggi, Devano harus menyapa asisten rumah tangga Karina, meskipun sapaan yaitu hanyalah basa basi saja.
Jawab asisten rumah tangga itu, kemudian mendapat anggukan kepala dari Devano dan seketika Devano permisi untuk langsung saja naik ke lantai atas menuju ke kamar Karina.
Ya ini adalah pertama kalinya Devano berada di kamar Karina meskipun ia sama sekali belum pernah ke kamar Karina tetapi ia yakin jika kamar Karin ada di atas dan tentu saja nanti di depan pintu adalah nama Karina , maklum saja Devano sudah hafal betul dengan bagaimana tipe-tipe perempuan seperti Karina itu meskipun Devano sendiri tidak yakin jika Karina adalah perempuan yang lebay namun pastinya ada sesuatu yang menarik di depan kamar Karina.
__ADS_1
Devano tersenyum, benar juga jika istrinya itu memang berbeda di luar dan juga dalamnya meskipun sebenarnya Karina itu susah diatur tetapi ada sisi lembut dan juga terbukti jika di depan kamar Karina dihiasi dengan lebih pernak-pernik berwarna pink dan itu membuat Devano menjadi gemas sendiri dengan istrinya.
Tok...tok...
Devano mengetuk pintu kamar Karina tentu saja ia tidak ingin langsung masuk ke dalam kamar Karina dan pastinya Devano ingin tahu bagaimana reaksi Karina nanti.
Namun setelah ditunggu-tunggu tidak ada jawabannya dari pemilik kamar itu yang yang mana Devano menjadi penasaran sedang apa istrinya di dalam kamar.
Devano masih menunggu siapa tahu jika Karina pergi ke kamar mandi, namun sayang sekali setelah hampir 10 menit Devano berada di depan pintu kamar Karina istrinya itu tidak juga membukakan pintu hingga akhirnya Devano memberanikan diri untuk membuka pintu kamar Karina siapa tahu memang Karina tidak mengunci kamarnya.
__ADS_1