Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Devano Cemburu


__ADS_3

Karina terdiam ia lupa ketika masih ada Devano yang sedari tadi berjalan di belakangnya dan tentu saja pastinya Devano mendengar dan melihat jika Karina mendapatkan bunga mawar dan juga coklat itu terbukti saat ini Devano berada dan mengatakan untuk membuang semua barang pemberian laki-laki yang Devano sendiri tidak tahu siapa itu.


"Buang? enak aja .. mubadir tahu pak jika makanan itu dibuang apalagi ini, bunga mawar sangat cantik sekali harum lagi dan juga coklatnya benar-benar besar pastinya aku suka jika makan ini dan perut aku nanti kenyang."


Pastinya Karina sengaja mengatakan seperti itu karena ia melihat ekspresi wajah Devano yang marah dan tentu saja siapa sih suami yang tidak marah juga istrinya diberikan barang-barang oleh laki-laki lain yang pastinya bukan hanya Devano saja yang melakukan itu misalkan Karina masih berpacaran dengan ramah Rama pun juga akan berekspresi seperti itu dan makan melakukan hal yang sama.


"Buang enggak?"


Ujar Devano sekali lagi dengan nada yang sedikit kasar, tentu saja di lobby itu kebetulan sekali masih sepi, hanya ada Karina dengan Devano saja yang mungkin Devano bisa melakukan lebih dari itu bukan yang sekedar untuk menggerakkan Karina saja atau meminta Karina untuk membuang semua barang-barang yang saat ini sudah ada di tangannya.


"Enggak lah sudah aku bilang kan, mubadir juga buang barang-barang, lagi pula ini enak lah, pak Devano mau?"


Jelas aja Karina tidak mau membuang-buang makanan itu dan juga ia malah menawarkan kepada Devano sudah tahu juga suaminya itu cemburu dan marah-marah padanya tetapi Karina malah nekat ingin membaginya dengan Devano.


Shittt!!


Sepertinya Karina itu memang benar-benar menguji kesabaran Devano apakah Karina tidak melihat ekspresi wajah di depannya seperti itu yang sudah seperti ingin menangkap mangsanya saja yang pastinya Devano kali ini benar-benar cemburu dan juga marah mendapati Karina yang menerima barang dari laki-laki lain dan juga Karina tidak menuruti perintahnya.


"Kamu nantangin? nantangin Mas yank? oke.."


Merasa kesal dengan tingkah istrinya, Devano mendekati Karina tentu saja dia akan melakukan segala macam cara supaya Karina tunduk padanya dan pastinya belum ada banyak murid dan juga guru yang datang, dan pastinya Devano akan membawa Karina untuk masuk ke dalam ruangannya dan entah apa yang akan dilakukan nanti di dalam ruangan yang Devano juga tidak peduli yang jelas ia mau istri yang saat ini karena karena benar-benar menguji kesabarannya.

__ADS_1


"Eh mau apa? bapak jangan macam-macam ya ini di sekolahan dan pastinya aku tidak melanggar karena ini termasuk wilayah sekolah bukan di rumah atau di tempat yang lain."


Jelas saja selain takut Karina juga ketar ketir pasalnya saat ini Devano sudah memegang pinggangnya dan sekali tarikan maka dirinya akan dibawa pergi oleh Devano sekarang juga yang pastinya akan diminta untuk masuk ke dalam ruang Devano.


"Takut? kenapa takut? nerima pemberian dari laki-laki lain aja berani dan mengabaikan perintah suami kamu sendiri?"


"Bukan begitu, pasalnya ini sekolahan dan pastinya tidak ada yang salah dengan bunga dan coklat ini kenapa harus dibuang, sayang sekali kan?"


Masih dengan posisi seperti itu yang membuat Karina menoleh ke belakang takut saja jika nanti ada teman-temannya yang datang dan melihat tangan Devano yang masih setia dipegangnya.


"Iya memang sesuatu itu sayang sekali dibuangi apalagi makanan tetapi aku tidak suka jika kamu menerima pemberian dari laki-laki lain kamu tidak tahu kan di dalamnya itu mengandung apa siapa tahu laki-laki itu menaruh jampi jampi atau obat apalah supaya dia tertarik sama kamu."


"Sekali lagi aku tekankan sama kamu, buang barang-barang itu!"


"Kalau aku tidak mau bagaimana?"


Karina semakin menantang saja yang membuat Devano kesal, tidak ada jalan lain untuk membuat istrinya itu membuat barang-barang pembelian dari Alex.


"Kamu nantangin suami kamu ya? Oke sayank kalau begitu mau kamu.."


"Eh mau apa?"

__ADS_1


Jelas saja saat ini Karina khawatir pasalnya Devano sudah menarik tangannya untuk menuju ke sebuah lorong di mana nantinya akan ada ruang pribadi Devano di sana dan pastinya Karina ingat betul dengan kemarin itu yang pastinya Devano akan melakukan sesuatu yang iya-iya.


"Oke Oke aku akan membuangnya tapi lepasin dulu tanganku. Aku tidak mau kamu melakukan ini di sini ini di sekolahan pak, ingat itu!!"


Karina tentu saja tidak mau jika dimangsa oleh Devano di sekolah ini yang mana nanti akan menimbulkan banyak kecurigaan dari teman-temannya meskipun tidak ada yang tahu di mana keberadaan Karina tetapi tetap saja selama seharian harus berada di ruang pribadi milik Devano dan pastinya itu membuat Karina tidak nyaman.


Karina lebih memilih untuk membuang bunga mawar dan juga coklat batang itu daripada ia harus masuk ke dalam ruang pribadi Devano dan akan dimangsa oleh suaminya.


"Puas sekarang!!"


Ucap Karina dengan marah dan menatap tajam ke arah Devano yang pastinya karena saat ini sudah membuang pemberian dari Alex masalahnya bukan karena itu pemberian dari Alex, tetapi Karina memang sayang sekali jika membuang barang yang sudah ada di tangan nya, apalagi kalau soal makanan.


Karina dengan cepat meninggalkan Devano perempuan cantik itu berlari menjauhi Devano dan pastinya dengan kecewa dan juga marah kenapa suaminya, benar-benar posesif dan tidak mau mengerti dengan dirinya.


Meskipun sebenarnya bukan salah Devano, Devano hanya cemburu dan tidak ingin juga istrinya menerima apapun dari laki-laki tujuannya hanya satu supaya laki-laki itu juga tidak geer atau menaruh harapan kepada Karina yang pastinya meskipun di mana tidak kenal siapa laki-laki itu tetapi dari pemberiannya, Devano sudah menebak jika laki-laki itu menaruh rasa dengan Karina.


"Arghhh!! Kenapa kamu tidak mengerti dengan perasaanku sayank, kamu tidak tahu jika sebenarnya aku cemburu,.Aku tidak ingin ada laki-laki lain mendekatimu cukup aku saja yang memilikimu bukan yang lainnya..."


Melihat istrinya sudah menjauh Devano mengacak rambutnya, benar-benar Devano menghadapi tingkah anak SD saat ini mungkin memang benar jika menikahi seorang gadis ABG itu seperti itu yang mana Devano harus mengalah dan punya stok sabar yang banyak, tetapi sampai kapan kesabaran dan juga ia harus mengalah kepada Karina sementara Karina sendiri tidak mau mengerti perasaannya.


Devano hanya bisa memandangi punggung Karina saja, dan tidak mungkin ia akan mengejar istrinya itu, karena sudah banyak murid murid yang datang, padahal ingin sekali Devano mengejar Karina saat ini dan menjelaskan semuanya.

__ADS_1


__ADS_2